Ga tau kenapa gue ga ada bosennya ngomongin masalah yang satu ini. Sebagai cowok normal gue memang pernah nonton Bokep (blue film, red), ga terlalu sering tapi pernah. Bukan berarti gue menolak dihapusnya pornografi di negara ini, cuma gue pikir gak bakalan ada yang bisa menghapus pornografi di negara ini. Undang-Undang yang ada udah merupakan dasar yang baik untuk memberantas pornografi, tapi emang manusia-manusia yang seharusnya memberantas ini gak bisa untuk ngejalaninnya aja. Alasan utama jelas uang, katanya untuk me-razia butuh dana dan dana untuk memberantas pornografi katanya gak cukup. Kalau udah begini mereka malah nyari uang dengan cara kebalikannya, melindungi produsen, distributor dan penjual barang-barang pornografi karena mereka bisa dapet uang lebih besar daripada kalau harus memberantas pornografi.
How do you stop internet? Banyak pornografi yang bisa didapat lewat internet, and how do you stop it? menutup warnet2 supaya orang ga bisa berinternet? Sama aja ngerusak perekonomian dong, kan usaha2 seperti itu punya andil dalam perputaran uang negara.
Jadi buat gue, daripada negara capek-capek mikirin RUU baru tentang pornografi, mendingan uang yang dipakai untuk membahas RUU dipakai untuk membiayai aparat dalam menertibkan barang-barang pornografi. Daripada capek-capek mikirin orang yang pakaiannya minim, mendingan mikirin gimana caranya supaya praktek penertiban di lapangan bisa lancar.
Jun 19, 2006
What An Idea....?
Ini kejadian waktu gue iseng main ke sekretariat Himpunan. Sebagai mantan pengurus (ciee) dan mahasiswa aktif gue diperbolehkan untuk masuk kedalam ruangan. Waktu itu kebetulan gue sama dua temen gue, dua-duanya senior (salah satunya alumni sih).
Ceritanya kita bertiga lagi asik ngobrolin apa aja yang ada dikepala masing-masing, tentang kerja, kuliah, cewek, bola, apaan aja deh. Sampai kemudian sang alumni memanggil junior dan menyuruh dia membeli ganja. Setelah yang disuruh pergi, kami meneruskan obrolan....
"Ganja itu kalau basah lebih enak lho.."
"Masa? gue lebih suka yang kering..."
"Nanti aja lo coba, apalagi ganja Aceh, wuih enaknya...."
"Kalau itu gue tau, emang ganja Aceh yang paling enak..."
"Kalau gue bilang harusnya disini dibikin kaya di Belanda aja, ngeganja bebas. Kalau udah bebas, Ganja Aceh diekspor buat nambah devisa negara...."
"Iya juga ya....bego juga pemerintah nih. Lagian ganja kan ga bikin ketagihan ga kaya narkoba, orang cuma ngerokok kok..."
Gue yg pada obrolan kali ini diem aja karena gue ga pernah menyentuh ganja dan gak berniat untuk menyentuh ganja jadi mikir......
Bener juga ya.........
Ceritanya kita bertiga lagi asik ngobrolin apa aja yang ada dikepala masing-masing, tentang kerja, kuliah, cewek, bola, apaan aja deh. Sampai kemudian sang alumni memanggil junior dan menyuruh dia membeli ganja. Setelah yang disuruh pergi, kami meneruskan obrolan....
"Ganja itu kalau basah lebih enak lho.."
"Masa? gue lebih suka yang kering..."
"Nanti aja lo coba, apalagi ganja Aceh, wuih enaknya...."
"Kalau itu gue tau, emang ganja Aceh yang paling enak..."
"Kalau gue bilang harusnya disini dibikin kaya di Belanda aja, ngeganja bebas. Kalau udah bebas, Ganja Aceh diekspor buat nambah devisa negara...."
"Iya juga ya....bego juga pemerintah nih. Lagian ganja kan ga bikin ketagihan ga kaya narkoba, orang cuma ngerokok kok..."
Gue yg pada obrolan kali ini diem aja karena gue ga pernah menyentuh ganja dan gak berniat untuk menyentuh ganja jadi mikir......
Bener juga ya.........
May 12, 2006
Tolak RUU APP
Jujur aja, buat gue siapa pun yang mendukung disahkannya RUU APP itu orang yang punya otak tapi gak dipake. Batasan porno atau tidak jelas beda buat setiap orang, jadi gak bisa disamaratakan melalui undang-undang. Kalo disahkan, berarti wanita yang pakai rok mini udah melakukan pornoaksi. Buat gue rok mini itu seksi, tapi gue punya iman, gue punya otak, hal kaya gitu ga mungkin buat gue kepikiran buat merkosa tuh perempuan, makanya gue bilang yang nganggep hal kecil kaya gitu porno berarti ga bisa make otaknya.
Sekarang tujuannya disahkan tuh RUU buat apa coba? Memperbaiki moral bangsa? Moral itu gak diatur sama undang-undang, semua kembali ke orang masing-masing. Kalo RUU APP disahkan berarti orang-orang yang mengesahkan juga secara ga langsung udah melecehkan agama yang ada, menganggap bahwa agama gak cukup kuat untuk memperbaiki moral seseorang.
Kalo dipikir-pikir....kayanya semua masalah RUU APP ini sebenernya masalah UUD (Ujung-ujungnya duit). Karena sekarang udah gak tenar dan kalah kaya dari pendatang baru, artis lama menuduh artis baru pornoaksi. Karena merek majalah yang satu lebih terkenal dan yang punya kaya raya trus didemo padahal isi majalahnya biasa-biasa aja, ga bakalan sampe bikin orang kepikiran macem-macem. Kalo dikasih duit juga gue yakin pada diem semua yang berkoar menolak pornografi.....
Sekali lagi, masalah Pornografi dan pornoaksi kembali ke masing-masing orang, setiap orang punya otak, Iman dan Agama, gak perlu Undang-Undang. Urusin aja yang pada korupsi daripada ngurusin pakaian orang.
TOLAK RUU APP!!
Sekarang tujuannya disahkan tuh RUU buat apa coba? Memperbaiki moral bangsa? Moral itu gak diatur sama undang-undang, semua kembali ke orang masing-masing. Kalo RUU APP disahkan berarti orang-orang yang mengesahkan juga secara ga langsung udah melecehkan agama yang ada, menganggap bahwa agama gak cukup kuat untuk memperbaiki moral seseorang.
Kalo dipikir-pikir....kayanya semua masalah RUU APP ini sebenernya masalah UUD (Ujung-ujungnya duit). Karena sekarang udah gak tenar dan kalah kaya dari pendatang baru, artis lama menuduh artis baru pornoaksi. Karena merek majalah yang satu lebih terkenal dan yang punya kaya raya trus didemo padahal isi majalahnya biasa-biasa aja, ga bakalan sampe bikin orang kepikiran macem-macem. Kalo dikasih duit juga gue yakin pada diem semua yang berkoar menolak pornografi.....
Sekali lagi, masalah Pornografi dan pornoaksi kembali ke masing-masing orang, setiap orang punya otak, Iman dan Agama, gak perlu Undang-Undang. Urusin aja yang pada korupsi daripada ngurusin pakaian orang.
TOLAK RUU APP!!
Mar 10, 2006
Balik Kanan Bubar Jalan???
-Because of my lacking in english and the coplexity of the story, i write this one in Indonesian-
Di blog saya sebelumnya Saya pernah nulis kalo kayanya teman-teman saya di lingkungan rumah mulai membentuk kubu-kubu dan mulai jarang melakukan sesuatu bersama-sama lagi. Sekarang agak jelas kenapa bisa kaya gitu. Ada teman saya yang bilang kayanya semua karena dia. Dia, sebut aja P, pernah jadian sama adiknya teman saya. Setelah putus sebenarnya P dan teman saya yang adiknya dipacarin, sebut aja A, masih dekat. Semuanya masih sering jalan bareng, bakar ayam sama-sama, maen bola selalu kebanyakan orang sampai harus bikin 3 tim dan main round robin, etc. Semuanya berubah sejak E mulai dekat dengan adiknya A. E sering main bareng P, dan P sering curhat tentang adiknya A sama si E. Sejak E dekat sama adiknya A, anak-anak ngerasa P mulai beda sama E, mereka pikir P marah sama E karena ngedeketin mantannya P. Padahal P sendiri bilang sama anak-anak dia gak perduli adiknya A jalan sama siapa aja karena dia udah masa lalu buat P.
Mulai dari situ E agak dijauhin sama anak-anak yang lain yang gak respect sama kelakuan E. Tapi alasan mereka jauhin E bukan karena E ngedeketin adiknya A, tapi ada berbagai macam uneg-uneg yang keluar, mulai dari rasa gak suka karena tingkahnya si E, gak suka karena E suka mainin cewe (katanya), sampai ada yang memang gak suka E ngedeketin adiknya A. Sebelum E sebenernya ada I yang dijauhin anak-anak karena korupsi uang acara tujuhbelasan, dan sifatnya yang suka menipu orang lain. Jadi sampai saat itu ada 2 orang yang dijauhin.
Sekarang, seolah-olah ada 2 kubu, satu kubu yang tetap berteman dengan E dan satu kubu adalah seolah-olah pendukung P. Karena adanya kubu-kubu itu sekarang main bola sudah beruntung kalo bisa ngumpulin 10 orang, kadang-kadang cuma 8, 9, malah pernah cuma 5. Masalah gak cuma disitu. A dengan W dan B, mulai punya kegiatan Fitness. Sebenarnya sah-sah aja mereka mau ngapain karena udah hak mereka, tapi kemudian anak-anak mulai sewot karena rencana latihan rutin futsal jadi keganggu karena mereka fitness dan mereka jadi punya sedikit waktu, dan mereka gak punya cukup uang untuk biaya sewa tempat latihan karena uangnya terpakai bayar tempat fitness.
Sekarang rencana latihan futsal akan dicoba tetap berjalan dengan mengajak teman-teman lama yang mulai terpencar tempat tinggalnya, dan bergabung dengan temannya teman yang kekurangan orang untuk latihan rutin. Biarlah yang mau fitness ikut fitness, yang "musuhan" tetap musuhan. Saya sendiri ga begitu perduli dengan semua masalah yang ada, saya ada disana karena saya tipe orang yang senang berteman dengan banyak orang dan saya adalah seseorang yang sangat gila sepak bola. Jadi selama masih bisa jalan bareng, main bola bareng, FU@K ALL yang buat masalah!!!
Di blog saya sebelumnya Saya pernah nulis kalo kayanya teman-teman saya di lingkungan rumah mulai membentuk kubu-kubu dan mulai jarang melakukan sesuatu bersama-sama lagi. Sekarang agak jelas kenapa bisa kaya gitu. Ada teman saya yang bilang kayanya semua karena dia. Dia, sebut aja P, pernah jadian sama adiknya teman saya. Setelah putus sebenarnya P dan teman saya yang adiknya dipacarin, sebut aja A, masih dekat. Semuanya masih sering jalan bareng, bakar ayam sama-sama, maen bola selalu kebanyakan orang sampai harus bikin 3 tim dan main round robin, etc. Semuanya berubah sejak E mulai dekat dengan adiknya A. E sering main bareng P, dan P sering curhat tentang adiknya A sama si E. Sejak E dekat sama adiknya A, anak-anak ngerasa P mulai beda sama E, mereka pikir P marah sama E karena ngedeketin mantannya P. Padahal P sendiri bilang sama anak-anak dia gak perduli adiknya A jalan sama siapa aja karena dia udah masa lalu buat P.
Mulai dari situ E agak dijauhin sama anak-anak yang lain yang gak respect sama kelakuan E. Tapi alasan mereka jauhin E bukan karena E ngedeketin adiknya A, tapi ada berbagai macam uneg-uneg yang keluar, mulai dari rasa gak suka karena tingkahnya si E, gak suka karena E suka mainin cewe (katanya), sampai ada yang memang gak suka E ngedeketin adiknya A. Sebelum E sebenernya ada I yang dijauhin anak-anak karena korupsi uang acara tujuhbelasan, dan sifatnya yang suka menipu orang lain. Jadi sampai saat itu ada 2 orang yang dijauhin.
Sekarang, seolah-olah ada 2 kubu, satu kubu yang tetap berteman dengan E dan satu kubu adalah seolah-olah pendukung P. Karena adanya kubu-kubu itu sekarang main bola sudah beruntung kalo bisa ngumpulin 10 orang, kadang-kadang cuma 8, 9, malah pernah cuma 5. Masalah gak cuma disitu. A dengan W dan B, mulai punya kegiatan Fitness. Sebenarnya sah-sah aja mereka mau ngapain karena udah hak mereka, tapi kemudian anak-anak mulai sewot karena rencana latihan rutin futsal jadi keganggu karena mereka fitness dan mereka jadi punya sedikit waktu, dan mereka gak punya cukup uang untuk biaya sewa tempat latihan karena uangnya terpakai bayar tempat fitness.
Sekarang rencana latihan futsal akan dicoba tetap berjalan dengan mengajak teman-teman lama yang mulai terpencar tempat tinggalnya, dan bergabung dengan temannya teman yang kekurangan orang untuk latihan rutin. Biarlah yang mau fitness ikut fitness, yang "musuhan" tetap musuhan. Saya sendiri ga begitu perduli dengan semua masalah yang ada, saya ada disana karena saya tipe orang yang senang berteman dengan banyak orang dan saya adalah seseorang yang sangat gila sepak bola. Jadi selama masih bisa jalan bareng, main bola bareng, FU@K ALL yang buat masalah!!!
Diary of a Normal Man
Chapter 3a
Hari ini hari pertama Ade bersekolah di Sekolah Menengah Umum tingkat atas. Tas yang digendongnya terasa sangat berat. Dia tidak pernah membawa begitu banyak barang dalam tasnya selama ini, dan hari ini adalah hari pertama masa orientasi siswa baru, seluruh siswa baru diperintahkan untuk membawa bagitu banyak bawaan yang tidak begitu dimengerti kegunaannya dibawa kedalam lingkungan sekolah. Ini adalah masa orientasi pertama buat Ade karena dia tidak menemukan hal seperti ini saat di Sekolah Dasar atau di Sekolah Menengah Pertama. Ade tidak mengerti kenapa dia dan seluruh siswa baru diharuskan membawa coklat. Kalau untuk dia makan jelas tidak mungkin karena dia alergi terhadap coklat. Lalu untuk apa membawa tiga batang bambu berukuran masing-masing 50 sentimeter? Tapi biarpun sudah membawa begitu banyak barang, Ade tetap merasa ada sesuatu yang dia lupa bawa. Dia terus mengingat-ingat apa yang dia lupakan selama perjalanan ke sekolah.
Turun dari angkutan umum, Ade bertemu Herdian, temannya dari Sekolah Menengah Pertama, yang tampaknya agak kebingungan.
" Ngapain lu Her? Kok belum ke sekolahan?", tanya Ade
"Balon gas lu mana de?", Jawab Herdian dengan sedikit tersenyum. entah apa maksudnya dia tersenyum.
"Ya ampun! Itu dia yang gue lupa...nyari balon dimana nih her?"
"Sebenernya sih di depan sekolah ada yang jual, tapi gue ga ada duit, makanya gue nungguin siapa aja yang bisa gue pinjem duitnya"
"Mang harga balonnya berapa sampe lo ga bisa beli sendiri?"
" 5000 rupiah. duit gue ya segitu, tapi kalo gue pake gue pulang naek apaan? masa' jalan kaki?"
"Ya udah gue tambahin. Ayo ke sekolahan, berat nih kalo ga buru-buru ditaruh bisa mati keberatan gue"
-tbc-
Hari ini hari pertama Ade bersekolah di Sekolah Menengah Umum tingkat atas. Tas yang digendongnya terasa sangat berat. Dia tidak pernah membawa begitu banyak barang dalam tasnya selama ini, dan hari ini adalah hari pertama masa orientasi siswa baru, seluruh siswa baru diperintahkan untuk membawa bagitu banyak bawaan yang tidak begitu dimengerti kegunaannya dibawa kedalam lingkungan sekolah. Ini adalah masa orientasi pertama buat Ade karena dia tidak menemukan hal seperti ini saat di Sekolah Dasar atau di Sekolah Menengah Pertama. Ade tidak mengerti kenapa dia dan seluruh siswa baru diharuskan membawa coklat. Kalau untuk dia makan jelas tidak mungkin karena dia alergi terhadap coklat. Lalu untuk apa membawa tiga batang bambu berukuran masing-masing 50 sentimeter? Tapi biarpun sudah membawa begitu banyak barang, Ade tetap merasa ada sesuatu yang dia lupa bawa. Dia terus mengingat-ingat apa yang dia lupakan selama perjalanan ke sekolah.
Turun dari angkutan umum, Ade bertemu Herdian, temannya dari Sekolah Menengah Pertama, yang tampaknya agak kebingungan.
" Ngapain lu Her? Kok belum ke sekolahan?", tanya Ade
"Balon gas lu mana de?", Jawab Herdian dengan sedikit tersenyum. entah apa maksudnya dia tersenyum.
"Ya ampun! Itu dia yang gue lupa...nyari balon dimana nih her?"
"Sebenernya sih di depan sekolah ada yang jual, tapi gue ga ada duit, makanya gue nungguin siapa aja yang bisa gue pinjem duitnya"
"Mang harga balonnya berapa sampe lo ga bisa beli sendiri?"
" 5000 rupiah. duit gue ya segitu, tapi kalo gue pake gue pulang naek apaan? masa' jalan kaki?"
"Ya udah gue tambahin. Ayo ke sekolahan, berat nih kalo ga buru-buru ditaruh bisa mati keberatan gue"
-tbc-
Got This and filled from FS
1.longest relationship with a friend?
Diosnardo Rahmanto...dari SD sampe sekarang
2. Last gift/s you received:
Celana n kaos dari kampung
3. What's your Mobile brand and color of your
phone?
Samsung - Black
4. Last sport you played?
Futsal
5. Things you spend a lot of money on?
Mp3s
6. Three things you ate last?
Mie Instant, Nasi Uduk, Ketoprak
7. First thing you notice about the opposite sex?
Face
8.When your 1st kiss
Ada dehh
9. One favorite song:
Behind these hazel eyes - kelly clarkson
10. Where do you live?
Jakarta
11. School you attend as of now?
Eh...YAI
12. Friend/s youll call if you need help?
Prio
13. Biggest lie you have heard?
Umm.........apa yah?
14. Where's your favorite place to eat with friends:
Wafa
15. Can you cook?
YES
16. Last time you cried?
When my Grandma passed away (Jan 2006)
17. Most hated food:
Belut
18. Things you like most about yourself:
Me
19. Things you hate most about yourself:
Temperament
20. Favorite Movie/s?
Comedy
21. Can you sing?
Nope
22. Last concert attended?
Avril Lavigne
23. Last movie watched?
Narnia (does anime count? i watched Bleach)
24.part of your boy/girlfriend you love most
All
25.thing that you really take care of yourself
Mobile
26. Things you never leave home without?
Mobile, dompet, korek
27. Describe Love
Hhhhh.....
28. do you have enemy/ies?
I dunno
29. favourite band
My Chemical Romance
30. What are you gonna do now that your done?
Play futsal
Diosnardo Rahmanto...dari SD sampe sekarang
2. Last gift/s you received:
Celana n kaos dari kampung
3. What's your Mobile brand and color of your
phone?
Samsung - Black
4. Last sport you played?
Futsal
5. Things you spend a lot of money on?
Mp3s
6. Three things you ate last?
Mie Instant, Nasi Uduk, Ketoprak
7. First thing you notice about the opposite sex?
Face
8.When your 1st kiss
Ada dehh
9. One favorite song:
Behind these hazel eyes - kelly clarkson
10. Where do you live?
Jakarta
11. School you attend as of now?
Eh...YAI
12. Friend/s youll call if you need help?
Prio
13. Biggest lie you have heard?
Umm.........apa yah?
14. Where's your favorite place to eat with friends:
Wafa
15. Can you cook?
YES
16. Last time you cried?
When my Grandma passed away (Jan 2006)
17. Most hated food:
Belut
18. Things you like most about yourself:
Me
19. Things you hate most about yourself:
Temperament
20. Favorite Movie/s?
Comedy
21. Can you sing?
Nope
22. Last concert attended?
Avril Lavigne
23. Last movie watched?
Narnia (does anime count? i watched Bleach)
24.part of your boy/girlfriend you love most
All
25.thing that you really take care of yourself
Mobile
26. Things you never leave home without?
Mobile, dompet, korek
27. Describe Love
Hhhhh.....
28. do you have enemy/ies?
I dunno
29. favourite band
My Chemical Romance
30. What are you gonna do now that your done?
Play futsal
Feb 27, 2006
Diary of a normal man
Chapter 2
Ade masuk SMP di sebelah SD-nya. Bukan SMP unggulan, tapi termasuk yang terbaik di wilayah(rayon)-nya. Ade masuk ke kelas I-6. Karena memang Ade termasuk orang yang pemalu, agak sulit juga buat dia mendapat teman baru di SMP-nya. Teman-teman SD-nya dan teman sebangkunya adalah teman-teman dia bermain pada minggu-minggu pertama bersekolah di SMP itu.
Karena diharuskan mengambil satu kegiatan ekstra kurikuler, maka Ade memilih untuk ikut Karate. Karate melelahkan buat Ade, sampai dia pernah dihukum tidak mengerjakan PR karena dia terlalu capek sehabis latihan karate. Dan parahnya, karena menjadikan karate sebagai alasan tidak mengerjakan PR, dia disuruh melakukan gerakan karate di depan kelas selama pelajaran berlangsung.
Tidak berapa lama, seluruh siswa dipindahkan ke sebuah SD yang agak jauh dari rumahnya karena Sekolahnya akan direnovasi. Karena perpindahan ini juga Ade dapat masalah di sekolah. Karena harus naik kendaraan umum, seringkali Ade tidak masuk sekolah karena tidak ada kendaraan umum (angkot) yang mau mengangkutnya. Untuk naik bus dia belum punya cukup keberanian untuk mencoba, jadi menurutnya lebih baik bolos daripada harus naik bus. Setelah tiga minggu dilalui dengan banyak hari membolos, orang tua Ade dipanggil pihak sekolah. Setelah orang tua-nya dipanggil, baru muncul keberanian yang dipaksakan untuk naik bus.
Karena sudah mulai rajin ke sekolah, Ade mulai mendapat banyak teman baru. Dia jadi agak terkenal karena kenakalan yang sebenarnya tidak diinginkannya. Dari teman baru juga Ade mengenal kenakalan lain, merokok. Suatu malam sepulangnya dari sekolah, Ade dan teman-temannya jalan-jalan di lingkungan rumah temannya yang tidak jauh dari rumah Ade. Salah satu temannya membeli rokok menthol.
"Kok menthol?" tanya Rafli, temannya yang lain
"Iya, gue mau coba, beneran dingin ga sih?" kata Ujang yang membeli rokok
"Ya udah, mana sini coba" kata Rafli
Karena semua temannya mengambil satu batang rokok, Ade pun mengambil satu dan menyalakannya. Sebenarnya Ade menganggap orang yang merokok itu kelihatan keren, karena gambaran itulah yang dia dapat di film-film yang diputar di TV. Karena memang tidak pernah merokok sebelumnya, Ade tidak merasakan sensasi dingin yang dicari dari rokok menthol. Walaupun demikian, Ade merasakan bahwa dirinya terlihat keren kalu merokok. Mulai sejak saat itu, setiap ada kesempatan untuk membeli dan manghisap rokok, pasti dilakukannya.
Di SMP pula Ade naksir lawan jenis untuk pertama kalinya. Waktu itu dia sedang menuju ke kelasnya tiba-tiba dia dihentikan oleh seorang cewek berambut panjang.
"Anak kelas I-6 kan? ada tugas dari guru Matematika, suruh sekretaris catet ini di papan tulis", katanya sambil menyerahkan buku matematika.
"Sudah ya, makasih", katanya lagi sambil berlalu masuk ke kelas I-5.
"I....iya..." jawab Ade
"Cantiiik....", kata Ade dalam hati.
Belakangan Ade mengetahui bahwa cewek tersebut adalah ketua kelas I-5, dan namanya Aci.
Masuk kelas II, Ade berada di kelas II-6. Dan betapa kaget dan senangnya Ade ketika didapati bahwa dia sekelas dengan Aci. Aci ternyata termasuk anak yang pintar, itu yang dia dapat setelah kenal lebih dekat dengan Aci. Di kelas II ini Ade mulai menunjukkan kapintarannya dengan menjadi anak kesayangan guru fisika. Bahkan Aci yang dianggapnya sangat pintar ternyata tidak bisa mengalahkan nilai-nilai ulangan yang didapat Ade. Tapi sedekat-dekatnya Ade dengan Aci, Ade tidak pernah mengatakan apapun tentang perasaan sukanya pada Aci. Sampai kemudian saat ujian kenaikan kelas di semester II, Ade jatuh sakit dan harus ikut ujian susulan di Lab fisika ditemani oleh guru fisika. Setelah selesai mengerjakan semua soal, Ade keluar ruangan dan mendapati bahwa Aci menunggunya di luar ruangan Lab.
"Gimana De? bisa jawab soalnya? Kamu udah sehat?", tanya Aci
"eh, beres...iya bisa kok, soalnya gak susah", jawabnya
"Oh, bagus deh. Kalau gitu aku pulang duluan ya?",
"Eh..iya. Makasih ya Ci"
Aci membalas hanya dengan senyuman. Ade mengantarnya sampai ke mobil yang menunggu Aci.
Naik ke kelas III, Ade masuk di kelas unggulan III-1 hanya karena dia adalah ranking ke-2 di kelas II. Di kelas itu, lagi-lagi dia sekelas dengan Aci. Tapi perasaan suka Ade pada Aci sudah hilang karena mereka bersahabat sekarang. Ade sendiri kemudian suka dengan pacar Sahabatnya dari SD, yang satu kelas dengannya di kelas Agama. Akhirnya, semuanya terpisahkan oleh SMA. Aci memilih masuk ke SMA Unggulan di luar wilayah sekolahnya, Sahabat SDnya memilih masuk SMA non-unggulan di wilayahnya, Pacarnya memilih masuk sekolah kejuruan negeri di wilayahnya, dan Ade sendiri masuk ke sekolah pendamping unggulan di wilayahnya.
-TBC-
Ade masuk SMP di sebelah SD-nya. Bukan SMP unggulan, tapi termasuk yang terbaik di wilayah(rayon)-nya. Ade masuk ke kelas I-6. Karena memang Ade termasuk orang yang pemalu, agak sulit juga buat dia mendapat teman baru di SMP-nya. Teman-teman SD-nya dan teman sebangkunya adalah teman-teman dia bermain pada minggu-minggu pertama bersekolah di SMP itu.
Karena diharuskan mengambil satu kegiatan ekstra kurikuler, maka Ade memilih untuk ikut Karate. Karate melelahkan buat Ade, sampai dia pernah dihukum tidak mengerjakan PR karena dia terlalu capek sehabis latihan karate. Dan parahnya, karena menjadikan karate sebagai alasan tidak mengerjakan PR, dia disuruh melakukan gerakan karate di depan kelas selama pelajaran berlangsung.
Tidak berapa lama, seluruh siswa dipindahkan ke sebuah SD yang agak jauh dari rumahnya karena Sekolahnya akan direnovasi. Karena perpindahan ini juga Ade dapat masalah di sekolah. Karena harus naik kendaraan umum, seringkali Ade tidak masuk sekolah karena tidak ada kendaraan umum (angkot) yang mau mengangkutnya. Untuk naik bus dia belum punya cukup keberanian untuk mencoba, jadi menurutnya lebih baik bolos daripada harus naik bus. Setelah tiga minggu dilalui dengan banyak hari membolos, orang tua Ade dipanggil pihak sekolah. Setelah orang tua-nya dipanggil, baru muncul keberanian yang dipaksakan untuk naik bus.
Karena sudah mulai rajin ke sekolah, Ade mulai mendapat banyak teman baru. Dia jadi agak terkenal karena kenakalan yang sebenarnya tidak diinginkannya. Dari teman baru juga Ade mengenal kenakalan lain, merokok. Suatu malam sepulangnya dari sekolah, Ade dan teman-temannya jalan-jalan di lingkungan rumah temannya yang tidak jauh dari rumah Ade. Salah satu temannya membeli rokok menthol.
"Kok menthol?" tanya Rafli, temannya yang lain
"Iya, gue mau coba, beneran dingin ga sih?" kata Ujang yang membeli rokok
"Ya udah, mana sini coba" kata Rafli
Karena semua temannya mengambil satu batang rokok, Ade pun mengambil satu dan menyalakannya. Sebenarnya Ade menganggap orang yang merokok itu kelihatan keren, karena gambaran itulah yang dia dapat di film-film yang diputar di TV. Karena memang tidak pernah merokok sebelumnya, Ade tidak merasakan sensasi dingin yang dicari dari rokok menthol. Walaupun demikian, Ade merasakan bahwa dirinya terlihat keren kalu merokok. Mulai sejak saat itu, setiap ada kesempatan untuk membeli dan manghisap rokok, pasti dilakukannya.
Di SMP pula Ade naksir lawan jenis untuk pertama kalinya. Waktu itu dia sedang menuju ke kelasnya tiba-tiba dia dihentikan oleh seorang cewek berambut panjang.
"Anak kelas I-6 kan? ada tugas dari guru Matematika, suruh sekretaris catet ini di papan tulis", katanya sambil menyerahkan buku matematika.
"Sudah ya, makasih", katanya lagi sambil berlalu masuk ke kelas I-5.
"I....iya..." jawab Ade
"Cantiiik....", kata Ade dalam hati.
Belakangan Ade mengetahui bahwa cewek tersebut adalah ketua kelas I-5, dan namanya Aci.
Masuk kelas II, Ade berada di kelas II-6. Dan betapa kaget dan senangnya Ade ketika didapati bahwa dia sekelas dengan Aci. Aci ternyata termasuk anak yang pintar, itu yang dia dapat setelah kenal lebih dekat dengan Aci. Di kelas II ini Ade mulai menunjukkan kapintarannya dengan menjadi anak kesayangan guru fisika. Bahkan Aci yang dianggapnya sangat pintar ternyata tidak bisa mengalahkan nilai-nilai ulangan yang didapat Ade. Tapi sedekat-dekatnya Ade dengan Aci, Ade tidak pernah mengatakan apapun tentang perasaan sukanya pada Aci. Sampai kemudian saat ujian kenaikan kelas di semester II, Ade jatuh sakit dan harus ikut ujian susulan di Lab fisika ditemani oleh guru fisika. Setelah selesai mengerjakan semua soal, Ade keluar ruangan dan mendapati bahwa Aci menunggunya di luar ruangan Lab.
"Gimana De? bisa jawab soalnya? Kamu udah sehat?", tanya Aci
"eh, beres...iya bisa kok, soalnya gak susah", jawabnya
"Oh, bagus deh. Kalau gitu aku pulang duluan ya?",
"Eh..iya. Makasih ya Ci"
Aci membalas hanya dengan senyuman. Ade mengantarnya sampai ke mobil yang menunggu Aci.
Naik ke kelas III, Ade masuk di kelas unggulan III-1 hanya karena dia adalah ranking ke-2 di kelas II. Di kelas itu, lagi-lagi dia sekelas dengan Aci. Tapi perasaan suka Ade pada Aci sudah hilang karena mereka bersahabat sekarang. Ade sendiri kemudian suka dengan pacar Sahabatnya dari SD, yang satu kelas dengannya di kelas Agama. Akhirnya, semuanya terpisahkan oleh SMA. Aci memilih masuk ke SMA Unggulan di luar wilayah sekolahnya, Sahabat SDnya memilih masuk SMA non-unggulan di wilayahnya, Pacarnya memilih masuk sekolah kejuruan negeri di wilayahnya, dan Ade sendiri masuk ke sekolah pendamping unggulan di wilayahnya.
-TBC-
Help me out Bro
It was sunday. A phone call disturb me watching pimp my ride. It was a friend of mine, Tri, asking if i can go out with him to glodok to buy some games (he owns three Sony Playstation game center). I didn't actually agree to go with him, but he assume that i did. I was tired and sleepy, and the fact that i just went to glodok on saturday really puts me on the state of "I DON'T WANT TO GO THERE AGAIN TODAY". So i called my cousin, ask him to sms me and told him to write "Ke rumah gue sekarang! Pentingg!! (Come to my house now! Urgent!!)". As i recieved the message, I then called Tri and said to him "I got to go to my cousins house, he said it's important". Tri understood and i offered him if he wants to go with another friend of mine who might want to go, but he declines and said that he'll do the negotiate with my friend. So there it is, the reason why i needed your help Dre. Thanks a lot, you are a life saviour :)
Flood
Wet season's here. Yes we've been getting a lot of rain recently, hard ones too, with thunders roaming, wind blowing hard, and then came....FLOOD
Yes, believe it or not, myhouse was flooded couple of weeks ago.
It was raining hard from 12.oo midnight. I was trying to go to sleep, but couldn't for some reason. When the clock shows 00.45, my dad get out from the room to check how things are going. He then came back in and told us to prepare ourself for a flood because the water level are high. Last time our house flooded was in 2002 (remember when everywhere in jakarta were flooded?), so it was some time....and yes we're a bit prepared this time.
We started to put every valuables to a higher place, place where water couldn't reach. After about 15 minutes moving things in our house, the water start pouring to our house. not for long the water reaches the height of my ankle. We thought if the rain don't stop immediately, it'll reach our knees (although i thought it's impossible, i realize that nothing's impossible if God wants to). Thank God the rain stopped soon enough, so the water level are still around our ankles. We cleaned the house as soon as the water level outside are low enough. And so it was, we cleaned the house until 4.30 in the morning.
No sleep for us that day....hhhhhh........
Yes, believe it or not, myhouse was flooded couple of weeks ago.
It was raining hard from 12.oo midnight. I was trying to go to sleep, but couldn't for some reason. When the clock shows 00.45, my dad get out from the room to check how things are going. He then came back in and told us to prepare ourself for a flood because the water level are high. Last time our house flooded was in 2002 (remember when everywhere in jakarta were flooded?), so it was some time....and yes we're a bit prepared this time.
We started to put every valuables to a higher place, place where water couldn't reach. After about 15 minutes moving things in our house, the water start pouring to our house. not for long the water reaches the height of my ankle. We thought if the rain don't stop immediately, it'll reach our knees (although i thought it's impossible, i realize that nothing's impossible if God wants to). Thank God the rain stopped soon enough, so the water level are still around our ankles. We cleaned the house as soon as the water level outside are low enough. And so it was, we cleaned the house until 4.30 in the morning.
No sleep for us that day....hhhhhh........
DUDE??
I felt this strange thing happening among my friends.....i think they kinda started to create groups among us. I'd say.....why dude?
Subscribe to:
Posts (Atom)