Showing posts with label Football. Show all posts
Showing posts with label Football. Show all posts

Aug 10, 2010

The Great Manager

Sir Alex Ferguson
Jika menyebut Manchester United, ada begitu banyak nama yang terhubung dengan klub sepakbola asal Inggris itu. Sebutkanlah misalnya Sir Matt Busby, manager legendaris yang memulai perubahan pada tubuh tim, atau Sir Bobby Charlton, Pemain legendaris asal Inggris yang bersinar saat bermain untuk Manchester United. Masih banyak nama lain yang terhubung dengan Manchester United, tapi untuk kali ini saya ingin sekali menulis tentang Sir Alex Ferguson, Manager yang memberikan banyak gelar, Manager yang menjadikan Manchester United klub kuat dan mendominasi gelar juara di Liga Inggris.

Terlahir di Glasgow, Skotlandia, pada tanggal 31 Desember 1941, dengan nama lengkap Alexander Chapman Ferguson, Sir Alex adalah mantan pemain sepakbola yang berposisi sebagai penyerang, berkebangsaan Skotlandia. Karir klub Sir Alex sebagai pemain dimulai di Queen’s Park, lalu mengakhiri karirnya sebagai pemain di Ayr United. Karir kepelatihan Sir Alex dimulai di klub kecil East Stirlingshire. Setelah itu Sir Alex menangani St. Mirren, dan mencapai kesuksesan dalam kepelatihan di klub Aberdeen.  Setelah sempat beberapa saat menangani Tim Nasional Skotlandia, Sir Alex bergabung dengan Manchester United di tahun 1986, menggantikan posisi Ron Atkinson. Sampai tulisan ini dibuat, Sir Alex adalah pelatih tersukses di Britania Raya. Koleksi trofi yang diraihnya bersama Manchester United adalah yang terbanyak diantara pelatih-pelatih lain di Britania Raya. Sir Alex juga merupakan pelatih pertama yang membawa klub Inggris menjuarai tiga gelar prestisius dalam satu musim (treble) yaitu Juara liga, Piala FA, dan UEFA Champions League. Sir Alex juga merupakan satu-satunya pelatih di liga Inggris yang mampu meraih tiga gelar juara liga berturut-turut dengan klub yang sama.
Sir Alex in 1986

Paul Scholes
Gary Neville
Selain catatan prestasi dengan banyaknya piala yang diraih, seorang Sir Alex juga merupakan pelatih yang jeli melihat bakat dan potensi seorang pemain. Banyak nama pemain yang pada saat awal dibeli tidak dikenal, atau termasuk pemain yang kualitasnya tidak istimewa, berubah menjadi pemain luar biasa di bawah kepemimpinan Sir Alex. Ambil contoh pemain Class of 92, sebutan untuk angkatan muda Manchester United yang secara pribadi disaring dan dipercaya mengisi tempat dalam tim inti di usia yang masih muda oleh Sir Alex. David Beckham, Gary Neville, Paul Scholes, termasuk dalam Class of 92. Dibawah kepemimpinan Sir Alex, mereka tumbuh menjadi sosok penting di Klub dan Tim Nasional Inggris.

Ole Gunnar Solskjaer

Cristiano Ronaldo

Diluar Class of 92, ada pula nama seperti Ole Gunnar Solskjaer. Saat dibeli oleh Sir Alex, Solskjaer adalah nama yang tidak dikenal, prestasinya di klub lamanya juga tidak terlalu istimewa. Namun dibawah didikan Sir Alex, Solskjaer tumbuh menjadi penyerang luar biasa yang ditakuti oleh lawan. Nama Solskjaer sendiri saat ini memiliki tempat tersendiri di hati pecinta Manchester United -termasuk saya-. Kemudian ada nama Cristiano Ronaldo, saat datang masihlah berusia belasan tahun, belum punya nama dan dibeli dengan harga murah. Mata jeli Sir Alex melihat potensi yang dimiliki oleh Cristiano Ronaldo, dan dibawah didikannya seorang Cristiano Ronaldo menjadi Pemain Terbaik Eropa saat masih berseragam Manchester United.

Tak ada gading yang tak retak, Sir Alex juga beberapa kali melakukan kesalahan membeli pemain. Fabien Barthez misalnya. Saat dibeli, Barthez adalah pahlawan Prancis di Piala Dunia, namun di Manchester United aksi-aksi heroiknya saat membela Tim Nasional Prancis jarang sekali terlihat, sehingga performa klub menurun. Paling parah mungkin Massimo Taibi. Entah apa yang dilihat seorang Sir Alex dari kiper  yang satu ini, karena hasilnya, Taibi adalah kiper terburuk yang pernah dimiliki Manchester United.

Semoga pembelian pemain yang dilakukan Sir Alex musim ini merupakan pembelian yang baik. Terima kasih atas tahun-tahun yang luar biasa, Sir Alex, dan saya yakin kesuksesan akan selalu ada selama anda memimpin Manchester United. Glory Glory Manchester United!!!

Mar 11, 2010

Kejadian Semalam

Semalam (alias malam kamis) setelah tiba di rumah dengan selamat, saya kemudian mencuci muka sampai bersih, kemudian menyikat gigi juga sampai bersih, kemudian meminum segelas air, mengambil setengah piring nasi dengan kulit ayam goreng tepung dan perkedel kentang, kemudian memakan makanan yang saya ambil, meletakkan piring di tempat cuci piring, meminum segelas air, lalu segelas jus jeruk berbulir, masuk kamar, menelepon seseorang dan berangkat tidur.

Saya memang merencanakan tidur cepat malam itu (kalau bisa) karena banyak pekerjaan yang harus dikerjakan esok harinya (alias hari ini), dan juga saya tidak mau terlambat bangun dan terlambat masuk kerja. Rencana itu awalnya berhasil karena saya tertidur lebih cepat dari waktu saya tertidur di hari-hari sebelumnya.

Entak kenapa, saya kemudian terbangun. Termenung sebentar sambil memastikan saya sedang berada dimana, saya kemudian melihat jam pada telepon genggam saya. Jam digital pada telepon genggam menunjukkan waktu jam 02.38. Saya bingung kenapa saya terbangun. Setelah beberapa menit mencoba kembali tidur dan tidak berhasil, akhirnya saya memutuskan keluar dari kamar dan menyalakan Televisi saya, mencari saluran yang menyiarkan siaran langsung pertandingan Liga Champions Eropa antara Manchester United melawan AC Milan.

Beberapa menit menonton, mata saya tidak juga mengantuk kembali. Di layar televisi terllihat kapten kesebelasan Manchester United, Gary Neville, mengirimkan umpan silang ke kotak penalti AC Milan. Umpan akurat itu disambut dengan sundulan oleh Wayne Rooney. Bola mengarah ke sisi kanan gawang AC Milan dan....

GOL! 1-0 Manchester United!

Pertandingan memasuki masa istirahat. Saya beranjak membuka lemari es, mengambil tape singkong yang ada di dalamnya, mengambil segelas air, kemudian kembali ke depan televisi, menghabiskan tape dan air minum. Karena belum mulai, saya menyempatkan berpindah-pindah saluran. Ketika sudah dekat waktunya pertandingan kembali dimulai, saya kembalikan saluran televisi seperti semula.

Belum lama dimulai kembali, bola sudah berada dalam penguasaan Nani yang menyerang dari sisi kiri. Nani melepaskan umpan ke tengah dan disambut oleh Wayne Rooney dengan tendangan dan.....

GOL! 2-0 Manchester United!

Mata saya semakin segar. Beberapa menit berlalu. Bola berada dalam penguasaan Paul Scholes di jantung pertahanan Milan. Scholes melepaskan sebuah through pass kepada Park Ji-Sung yang mampu melepaskan diri dari pengawalan bek Milan. Park Ji-Sung menendang bola dengan akurat ke dekat tiang sebelah kanan
gawang Milan, mengecoh kiper Milan dan.....

GOL! 3-0 Manchester United!

Milan memasukkan amunisi baru untuk mengejar ketertinggalan. Setelah diawal babak kedua memasukkan Clarence Seedorf, Milan kemudian memasukkan David Beckham (welcome home Prince Becks ^_^) dan Filippo Inzaghi. Becks sempat beberapa kali membahayakan gawang United lewat sepakan dan umpan terukurnya, namun tidak satupun berbuah gol. Inzaghi lebih parah lagi, bukannya mencetak gol seperti layaknya tugas seorang striker, Inzaghi malah lebih sukses mencetak 3 offside.

Kedua kesebelasan bergantian menyerang. Kali ini bola jatuh ke kaki Rafael yang langsung menendang bola tersebut, mengirimkan umpan silang ke tiang jauh. Darren Fletcher ada disana, dia tidak dijaga, bola disundul dan....

GOL! 4-0 Manchester United!

Malam yang luar biasa bagi Manchester United. Tidak lama berselang, peluit panjang ditiupkan. Saya melihat jam di dinding. Jam tersebut menunjukkan jam setengah 5 lebih sedikit. Saatnya saya mandi dan bersiap berangkat kerja. Sekarang, baru muncul lagi ngantuknya hehehehe.....

GLORY GLORY MANCHESTER UNITED!!!

Mar 8, 2010

Super Torres

Super Torres

Sudah lama juga tidak menulis di rumahku ini. Sudah lama juga tulisan saya tidak berbau sepakbola, salah satu kegemaran saya. Jadi, di antara kesibukan saya yang memuncak, saya sempatkan menulis hal yang lama sekali bisa hilang dari kepala saya.

Seperti yang sudah saya tuliskan, saya menggemari sepak bola. Mulai dari sekedar menonton pertandingannya sampai ke benar-benar melakukannya, bermain sepak bola. Karena saya menggemari sepak bola sudah tentu ada klub kegemaran saya. Saya sangat menggemari Manchester United, saya bahkan sudah menganggap klub tersebut sebagai bagian hidup saya (istilah kerennya, agama kedua). Jika Manchester United memenangkan sesuatu, saya akan merasakan euphoria yang teramat sangat. Pun sebaliknya, jika mengalami kekalahan (terutama oleh rival yang sangat saya benci – Liverpool, Arsenal, Bolton, Manchester City dan Chelsea) maka rasa sedih akan menghinggapi diri saya.

Saya juga menggemari beberapa individu (pemain) yang tidak bermain untuk Manchester United (sampai saat tulisan ini dibuat). Cristiano Ronaldo, Francesco Totti, dan Fernando Torres adalah beberapa diantaranya.

Tunggu sebentar….melihat keanehan? Kenapa saya mencantumkan nama seorang pemain Liverpool sebagai pemain yang saya gemari? Liverpool kan seteru abadi Manchester United…kok saya menyukai seorang pemain Liverpool?

Saya sudah mengidolakan seorang Fernando Torres saat ia masih berseragam Atletico Madrid. Saya sangat menyukai sosoknya sebagai seorang striker yang lengkap. Mau mencetak gol dengan tendangan? Gampang, tendangannya akurat, dan kalau mau memakai power juga bisa. Mau mencetak gol memakai kepala? Bisa juga, postur tubuhnya cukup tinggi untuk bisa berebut bola di udara dengan defender lawan. Torres juga memiliki skill mengolah bola yang lebih dari cukup, tidak sehebat Lionel Messi, tapi sudah cukup mengingat perannya sebagai target man. Satu lagi yang saya sukai dari seorang Torres adalah dirinya memiliki kemampuan memimpin rekan-rekannya. Torres di Atletico Madrid adalah seorang kapten kesebelasan, sebuah peran yang jarang diberikan pada seseorang semuda dirinya.

Sebelum kepindahannya ke Liverpool, saya masih ingat ada rumor yang mengatakan bahwa Manchester United tertarik membeli Fernando Torres, dan bersaing dengan Liverpool. Saat mendengar gossip tersebut, saya tidak menaruh harapan besar seorang Torres mau bergabung dengan United. Bukannya tidak mau Torres bergabung, justru saya sangat mengharapkan Torres bergabung dengan Manchester United, tapi saya merasa seperti itu karena saya tahu posisi Liverpool lebih unggul karena Spanish connection yang dimiliki klub tersebut. Saat itu posisi pelatih Liverpool sudah dipegang oleh Rafa Benitez, seorang pelatih asal Spanyol yang reputasinya mendunia. Melihat fakta itu maka saya sangat yakin bahwa Torres pasti lebih memilih Liverpool daripada Manchester United. Benar saja, seorang Fernando Torres dengan yakin bergabung dengan Liverpool.

Tidak perlu disesali, dan tidak perlu dibenci pula. Torres tetap seorang pemain hebat, dan saya mengagumi kemampuannya, bukan klub tempat ia bermain. Walaupun saya pribadi merasa Torres akan lebih hebat lagi jika bermain di Manchester United, klub yang memiliki pemain-pemain yang lebih hebat daripada Liverpool untuk mendukungnya mencetak gol dan meraih trophy juara. Tapi Torres sudah memilih.

Dan beberapa waktu lalu, Torres berperan besar dalam mengalahkan Manchester United dalam duel super Sunday….saya sedih Manchester United kalah……tapi dikalahkan oleh seorang Fernando Torres yang sangat hebat dan sangat saya kagumi membuat saya sedikit berbesar hati. Super Torres-lah yang mengalahkan kami, bukan kalian semua Lemperpudlians…huahahahahahahaha :D

- I Wanna Walk Alone –
- Glory Glory Man United –