PBB disini bukan Perserikatan Bangsa Bangsa, tapi Persatuan Babu Babu (sedikit sarkas, tapi memang istilah itu yang dipakai). Kenapa saya menulis cerita tentang pembantu rumah tangga? karena ada sedikit hal yang buat gue penting untuk semua orang ketahui.
Jujur saya punya teman yang merupakan pembantu rumah tangga, bahkan tidak hanya satu. Kenapa bisa begitu? ya karena saya bukan tipe orang yang suka mengelompokkan orang lain berdasarkan status atau pekerjaan yang mereka lakukan. Tidak seperti beberapa orang yang mengatakan "ih ngegodain babu, ternyata seleranya..." pada saat saya menyapa seorang pembantu rumah tangga yang saya kenal. Sebagai catatan, saya hanya menyapa, tapi dianggap menggoda dan dianggap kalau saya naksir sama pembantu itu. Buat saya kata-kata seperti itu cuma bisa dikatakan oleh orang picik, pikirannya dangkal. Memang kenapa kalau kenal dan berteman dengan pembantu? Dia sendiri seringkali menyombongkan diri mengenal dan "memiliki" beberapa "JABLAY", sesuatu yang menurut saya, kalau mau mengklasifikasi orang, lebih rendah daripada pembantu rumah tangga. Kenapa lebih rendah? Karena biarpun sama-sama manusia, pembantu rumah tangga hanya menjual tenaganya, jablay menjual tubuhnya, pembantu rumah tangga adalah profesi yang halal, jablay jelas penuh dosa bukan?
Untuk itu, ada baiknya kita tidak mengelompokkan manusia berdasarkan status dan pekerjaan, kita semua manusia, tidak baik kita memandang rendah orang lain karena kita semua sama dimata Tuhan. Disaat kita merendahkan orang lain, kita sebenarnya merendahkan diri kita sendiri.
Jan 26, 2007
Jan 17, 2007
Primus
Saya punya teman yang kalau kata teman-teman yang lain mirip artis sinetron Primus Yustisio, cuma badannya aja yang ga segede Primus beneran.
Selama ini kirain cuma teman-temannya aja yang menyebut dia sebagai "Primus", sampai suatu hari saat saya menemani "Primus" membuat pasfoto di FujiFilm dekat rumah. Pada saat menunggu pasfoto tercetak, ada seorang bapak-bapak yang juga ikut melihat ke layar komputer (berhubung digital) berkata "wah fotonya Primus Yustisio, ini adiknya primus atau barry prima waktu masih muda". Kata-kata bapak itu disambut senyuman dari hampir semua orang yang ada di ruangan itu, sementara saya sendiri menahan tawa sambil mungkin tertawa terbahak-bahak dalam hati (bisa ga ya begitu???). Ini berarti kemiripannya terhadap Primus sudah diakui oleh orang banyak, bukan hanya oleh teman terdekat.
Nama teman saya? Prio Sulistyo. Lihat kemiripannya lagi ga? PRImus YustisIO-PRIo SulistIO hehehehehehe
Selama ini kirain cuma teman-temannya aja yang menyebut dia sebagai "Primus", sampai suatu hari saat saya menemani "Primus" membuat pasfoto di FujiFilm dekat rumah. Pada saat menunggu pasfoto tercetak, ada seorang bapak-bapak yang juga ikut melihat ke layar komputer (berhubung digital) berkata "wah fotonya Primus Yustisio, ini adiknya primus atau barry prima waktu masih muda". Kata-kata bapak itu disambut senyuman dari hampir semua orang yang ada di ruangan itu, sementara saya sendiri menahan tawa sambil mungkin tertawa terbahak-bahak dalam hati (bisa ga ya begitu???). Ini berarti kemiripannya terhadap Primus sudah diakui oleh orang banyak, bukan hanya oleh teman terdekat.
Nama teman saya? Prio Sulistyo. Lihat kemiripannya lagi ga? PRImus YustisIO-PRIo SulistIO hehehehehehe
Jan 15, 2007
Anger Management
Manajemen Emosi, manajemen amarah, apalah orang menyebutnya, yang pasti belakangan ini saya sangat butuh yang namanya pengendalian emosi. Cukup banyak orang mengenal saya sebagai orang yang jarang marah, kecuali mereka yang kenal saya dari kecil, karena dulunya saya termasuk orang yang punya emosi yang meledak-ledak. Makin bertambah umur, semakin jarang saya menampakkan emosi, terutama marah, kalaupun harus marah paling-paling cuma sebentar, habis itu ya sudah, adem lagi.
Sekarang-sekarang ini, hal-hal kecil yang diluar perkiraan atau rencana saya sangat mudah membuat saya marah. Marah pada orang yang menganggap remeh waktu yang ada (orang yang suka ngaret), marah pada orang-orang yang tidak tahu aturan sederhana seperti ngantri, dll. Untungnya ada yang tidak berubah....dari dulu saya bukan orang yang mudah marah terhadap yang namanya perempuan, dunno why.......
Ada yang tahu tempat atau cara-cara manajemen emosi?
Sekarang-sekarang ini, hal-hal kecil yang diluar perkiraan atau rencana saya sangat mudah membuat saya marah. Marah pada orang yang menganggap remeh waktu yang ada (orang yang suka ngaret), marah pada orang-orang yang tidak tahu aturan sederhana seperti ngantri, dll. Untungnya ada yang tidak berubah....dari dulu saya bukan orang yang mudah marah terhadap yang namanya perempuan, dunno why.......
Ada yang tahu tempat atau cara-cara manajemen emosi?
Just a Story
Saya dapat "kisah" ini dari bulletin board friendster. Kenapa saya pasang di blog saya karena mungkin ada yang punya solusi yang baik untuk membuat "kisah" ini happy ending....
Cinta
ada seorang cw *sebut aja A*,dia
sayang sama seorang cowo *sebut aja
B*..
nah...ternyata si B ini sayang juga
sama si A..
tapi...si B bilang kalo dia ga bisa
jadian sama si A karena satu hal..
PERTANYAAN GW..kira-kira alasan si B
bilang ga bisa jadian apa ya?
padahal..kayanya semuanya oke oke aja,
orang-orang juga pada ngedukung banget
mereka jadian..
hmmmmmmm.....
Kenapa sih cinta itu bisa seaneh ini? Kalau ada yang bilang cinta tak mengenal batasan, lalu kenapa dua orang yang saling mencinta tidak bisa bersatu :`(
Cinta
ada seorang cw *sebut aja A*,dia
sayang sama seorang cowo *sebut aja
B*..
nah...ternyata si B ini sayang juga
sama si A..
tapi...si B bilang kalo dia ga bisa
jadian sama si A karena satu hal..
PERTANYAAN GW..kira-kira alasan si B
bilang ga bisa jadian apa ya?
padahal..kayanya semuanya oke oke aja,
orang-orang juga pada ngedukung banget
mereka jadian..
hmmmmmmm.....
Kenapa sih cinta itu bisa seaneh ini? Kalau ada yang bilang cinta tak mengenal batasan, lalu kenapa dua orang yang saling mencinta tidak bisa bersatu :`(
Jan 13, 2007
Disaster Management
Ga tau kenapa, tapi saya merasa negara Indonesia tercinta selalu lamban dalam menangani bencana, baik bencana alam maupun bencana lainnya. Musibah lumpur di Brantas cuma satu dari banyak kasus lambannya penanganan bencana yang dilakukan negara ini. Yang paling anyar adalah musibah yang dialami oleh Kapal laut Senopati Nusantara dan pesawat Adam Air.
Seharusnya bagitu terdengar ada bencana yang terjadi, pemerintah harus segera turun tangan membantu entah itu dalam usaha penanganan korban, penyelamatan jiwa korban, pencegahan dari musibah lanjutan dan sebagainya. Tapi yang terjadi adalah hal pertama yang dilakukan atau lebih tepatnya "diributkan" adalah saling tunjuk siapa yang salah. Urusan siapa yang salah (kalaupun karena kesalahan manusia) itu bisa diurus belakangan, yang terpenting jelas nyawa manusia, itu yang seharusnya menjadi prioritas dalam penanganan bencana.
Mungkin, ini mungkin loh, lambannya penanganan bencana diakibatkan karena dalam penanganan bencana tidak tersedia uang yang besar yang bisa di"korupsi" sehingga banyak pihak yang berwenang seolah mengulur waktu hingga ada kejelasan berapa besar dana yang ada dalam kegiatan penanganan bencana. Mungkin juga, ini mungkin lagi loh, karena memang sebenarnya manusia di Indonesia sudah tidak lagi memiliki rasa kasihan, tidak lagi memiliki rasa kebersamaan, semua yang dilakukan harus mendahulukan kepentingannya dulu baru kepentingan orang lain. Tidak usah jauh-jauh melihat ke orang-orang yang duduk di posisi penting negara ini, lihat saja di pinggir jalan jika terjadi kecelakaan. Berapa banyak orang yang bersedia menolong orang yang terkena kecelakaan? Pastinya lebih banyak orang yang menonton daripada yang menolong. Kenapa bisa begitu? karena kebanyakan orang di Indonesia tidak mau repot-repot menolong orang yang tidak dikenalnya, tapi kalau giliran orang yang dikenalnya yang mengalami kecelakaan dan tidak ada yang menolong, mereka akan dengan semangat 45 menyumpahi, memaki dan mengutuk orang-orang yang hanya bisa menonton.
Hal-hal seperti ini, dimana nyawa manusia kurang dihargai, yang membuat saya makin lama makin muak tinggal di negara ini....
Seharusnya bagitu terdengar ada bencana yang terjadi, pemerintah harus segera turun tangan membantu entah itu dalam usaha penanganan korban, penyelamatan jiwa korban, pencegahan dari musibah lanjutan dan sebagainya. Tapi yang terjadi adalah hal pertama yang dilakukan atau lebih tepatnya "diributkan" adalah saling tunjuk siapa yang salah. Urusan siapa yang salah (kalaupun karena kesalahan manusia) itu bisa diurus belakangan, yang terpenting jelas nyawa manusia, itu yang seharusnya menjadi prioritas dalam penanganan bencana.
Mungkin, ini mungkin loh, lambannya penanganan bencana diakibatkan karena dalam penanganan bencana tidak tersedia uang yang besar yang bisa di"korupsi" sehingga banyak pihak yang berwenang seolah mengulur waktu hingga ada kejelasan berapa besar dana yang ada dalam kegiatan penanganan bencana. Mungkin juga, ini mungkin lagi loh, karena memang sebenarnya manusia di Indonesia sudah tidak lagi memiliki rasa kasihan, tidak lagi memiliki rasa kebersamaan, semua yang dilakukan harus mendahulukan kepentingannya dulu baru kepentingan orang lain. Tidak usah jauh-jauh melihat ke orang-orang yang duduk di posisi penting negara ini, lihat saja di pinggir jalan jika terjadi kecelakaan. Berapa banyak orang yang bersedia menolong orang yang terkena kecelakaan? Pastinya lebih banyak orang yang menonton daripada yang menolong. Kenapa bisa begitu? karena kebanyakan orang di Indonesia tidak mau repot-repot menolong orang yang tidak dikenalnya, tapi kalau giliran orang yang dikenalnya yang mengalami kecelakaan dan tidak ada yang menolong, mereka akan dengan semangat 45 menyumpahi, memaki dan mengutuk orang-orang yang hanya bisa menonton.
Hal-hal seperti ini, dimana nyawa manusia kurang dihargai, yang membuat saya makin lama makin muak tinggal di negara ini....
Dec 17, 2006
Poet by SMS
Ada kebiasaan baru diantara teman-teman saya, entah karena pulsa mereka banyak, atau karena tarif sms mereka murah (operator sama), mereka sering mengirimkan puisi satu sama lain. Puisi-puisi ini biasanya terilham dari kejadian sehari-hari, ambil dari lirik lagu, dll. Berikut ini ada beberapa buatan saya yang saya kirim kepada teman saya, Andre.
-Senja tiada seindah pagi, kata tiada seindah puisi, perbedaan membuatku menunggu, mengikat cintaku padamu, walau cinta tak mengenal usia, cepatlah dewasa "adik" tercinta-
-Ku selalu berbohong pada temanku, sering pada saudaraku, kadang pada orang tuaku, tapi tak pernah pada dirimu, besarnya cintaku, membuatku selalu jujur padamu, "adikku"-
-Dinginnya malam terasa indah dengan hadirmu, panasnya siang tak terasa karena cintamu, kehadiranmu membuatku lupa pada semua, termasuk pada teman-teman baikku-
-Ketika cinta datang ku tak tahu harus bagaimana, kubertanya pada manusia tak ada jawabnya, kubertanya pada hatiku jawabnya IYA-
-Kujenuh pada mereka yang mempertanyakan cintaku, kujenuh selalu berkata hanya permainkanmu, kuingin semua tahu, ku takkan jenuh untuk mencintaimu-
-Sebagai teman, milikmu tak kuinginkan, kuhargai dirimu teman, tidak mau menusuk dari belakang, tak seperti sebagian orang, yang melakukannya dengan tenang, bagai air merusak karang-
-Kumau kenal denganmu, jalan bersamamu, jadi teman sms-mu, bahkan jadi pacarmu, kulakukan semua itu, hanya untuk menambah pengalamanku-
-Ukuran buah dadamu, yang lebih kecil daripada kakakmu, membuat rasa tertarikku, berpindah pada kakakmu, maafkan "adikku", ukuran penting buatku-
-Mawar adalah bunga cinta, tanpanya romansa terasa hampa, tapi bangkai semakin kuat baunya, takkan tertutup dengan seribu bunga-
-Lebah selalu mencari bunga, Buaya mencari daun muda, wahai para buaya, pernahkah kau mendengar karma, janganlah permainkan wanita, jika tak ingin karma mendera-
All words are written by ode, and dedicated to Andre Fernando, Who's trying to be a player......
-Senja tiada seindah pagi, kata tiada seindah puisi, perbedaan membuatku menunggu, mengikat cintaku padamu, walau cinta tak mengenal usia, cepatlah dewasa "adik" tercinta-
-Ku selalu berbohong pada temanku, sering pada saudaraku, kadang pada orang tuaku, tapi tak pernah pada dirimu, besarnya cintaku, membuatku selalu jujur padamu, "adikku"-
-Dinginnya malam terasa indah dengan hadirmu, panasnya siang tak terasa karena cintamu, kehadiranmu membuatku lupa pada semua, termasuk pada teman-teman baikku-
-Ketika cinta datang ku tak tahu harus bagaimana, kubertanya pada manusia tak ada jawabnya, kubertanya pada hatiku jawabnya IYA-
-Kujenuh pada mereka yang mempertanyakan cintaku, kujenuh selalu berkata hanya permainkanmu, kuingin semua tahu, ku takkan jenuh untuk mencintaimu-
-Sebagai teman, milikmu tak kuinginkan, kuhargai dirimu teman, tidak mau menusuk dari belakang, tak seperti sebagian orang, yang melakukannya dengan tenang, bagai air merusak karang-
-Kumau kenal denganmu, jalan bersamamu, jadi teman sms-mu, bahkan jadi pacarmu, kulakukan semua itu, hanya untuk menambah pengalamanku-
-Ukuran buah dadamu, yang lebih kecil daripada kakakmu, membuat rasa tertarikku, berpindah pada kakakmu, maafkan "adikku", ukuran penting buatku-
-Mawar adalah bunga cinta, tanpanya romansa terasa hampa, tapi bangkai semakin kuat baunya, takkan tertutup dengan seribu bunga-
-Lebah selalu mencari bunga, Buaya mencari daun muda, wahai para buaya, pernahkah kau mendengar karma, janganlah permainkan wanita, jika tak ingin karma mendera-
All words are written by ode, and dedicated to Andre Fernando, Who's trying to be a player......
My Dog Lassie
Saya punya seekor anjing baru beberapa bulan yang lalu. Bukan anjing ras, cuma seekor anjing kampung. Bukan pula anak anjing, anjing saya ini sudah besar saat saya dapatkan.
ceritanya waktu itu hujan deras, dan banyak petir yang menggema. Saya sedang bermalas-malasan di tempat tidur saat handphone saya berbunyi. Teman saya yang menelepon.
"Ada apaan?"
"De mau anjing ga? ke pos de cepetan"
Apa-apaan sih kata saya dalam hati. Tapi karena dia menyebut anjing, saya pergi dengan payung ke pos penjagaan lingkungan. Sesampainya disana, saya lihat kedua hansip yang bertugas ada di luar pos sambil memegang payung.
"De ada anjing lepas tuh. Bawa pulang de, kasihan, kedinginan"
"Wah, gede begitu, gimana bawanya?"
"Ambil rantai, mang lu gak punya?"
"Gak ada, anjing gue ga pernah dirantai"
"Dah tunggu hujan reda, lu gendong aja"
"Ngegigit gak?"
"Enggak, jinak kok"
"Kok bisa ada di pos?"
"Tadi dia ngikutin anaknya Pak Broto. Gue bawa aja kesini, kali aja lu mau"
Akhirnya setelah hujan reda saya menggendong anjing itu ke rumah.
Anjing itu saya beri nama Lassie, warnanya hitam dengan warna coklat di kepala dan ujung kaki dan putih di bagian dada. Anjingnya termasuk pintar, tapi suka menggigit, meskipun gigitan bercanda, tapi tetap saja bikin orang kaget hehehe......
Nah, yang membuat saya menulis blog tentang anjing saya, saya ingin menceritakan bagaimana saya dan anjig saya berhasil menangkap seekor tikus besar yang berkeliaran di rumah. Ceritanya malam itu Lassie mengendus-endus belakang lemari buku sambil sesekali menyalak. Penasaran, saya mengambil senter dan melihat kebalik lemari. Ada 2 ekor tikus besar yang tampaknya sembunyi dari kejaran Lassie. Saya kemudian mengambil kayu dan menyodok tikus dari sebelah kiri sementara Lassie menunggu di kanan lemari. Kedua tikus lari ke arah Lassie dan kemudian terpencar, yang satu lari ke belakang lemari buku besar sementara yang lain lari ke arah kamar mandi. Lassie mengejar yang lari ke arah kamar mandi, tapi kemudian keluar dari sana tanpa membawa tikus, tampaknya yang satu lolos melalui lubang air. Perhatian Lassie kemudian berpindah ke tikus yang satu lagi. sama seperti tadi, tikus ini bersembunyi sambil menunggu kesempatan melarikan diri. Dan sama seperti tadi, saya menyodok dari kiri lemari sementara Lassie menunggu di kanan. Tapi tampaknya karena kali ini sendirian, tikus itu memilih tidak keluar ke arah Lassie dan bertahan dibalik lemari. Karena kesal, saya sodok lebih keras dan tikus itu mendecit, tampaknya kesakitan dan memutuskan keluar ke sebelah kanan. Yang terjadi kemudian, tikus itu diterkam oleh Lassie dan mati dengan gigitan yang meremukkan kepalanya.....
ceritanya waktu itu hujan deras, dan banyak petir yang menggema. Saya sedang bermalas-malasan di tempat tidur saat handphone saya berbunyi. Teman saya yang menelepon.
"Ada apaan?"
"De mau anjing ga? ke pos de cepetan"
Apa-apaan sih kata saya dalam hati. Tapi karena dia menyebut anjing, saya pergi dengan payung ke pos penjagaan lingkungan. Sesampainya disana, saya lihat kedua hansip yang bertugas ada di luar pos sambil memegang payung.
"De ada anjing lepas tuh. Bawa pulang de, kasihan, kedinginan"
"Wah, gede begitu, gimana bawanya?"
"Ambil rantai, mang lu gak punya?"
"Gak ada, anjing gue ga pernah dirantai"
"Dah tunggu hujan reda, lu gendong aja"
"Ngegigit gak?"
"Enggak, jinak kok"
"Kok bisa ada di pos?"
"Tadi dia ngikutin anaknya Pak Broto. Gue bawa aja kesini, kali aja lu mau"
Akhirnya setelah hujan reda saya menggendong anjing itu ke rumah.
Anjing itu saya beri nama Lassie, warnanya hitam dengan warna coklat di kepala dan ujung kaki dan putih di bagian dada. Anjingnya termasuk pintar, tapi suka menggigit, meskipun gigitan bercanda, tapi tetap saja bikin orang kaget hehehe......
Nah, yang membuat saya menulis blog tentang anjing saya, saya ingin menceritakan bagaimana saya dan anjig saya berhasil menangkap seekor tikus besar yang berkeliaran di rumah. Ceritanya malam itu Lassie mengendus-endus belakang lemari buku sambil sesekali menyalak. Penasaran, saya mengambil senter dan melihat kebalik lemari. Ada 2 ekor tikus besar yang tampaknya sembunyi dari kejaran Lassie. Saya kemudian mengambil kayu dan menyodok tikus dari sebelah kiri sementara Lassie menunggu di kanan lemari. Kedua tikus lari ke arah Lassie dan kemudian terpencar, yang satu lari ke belakang lemari buku besar sementara yang lain lari ke arah kamar mandi. Lassie mengejar yang lari ke arah kamar mandi, tapi kemudian keluar dari sana tanpa membawa tikus, tampaknya yang satu lolos melalui lubang air. Perhatian Lassie kemudian berpindah ke tikus yang satu lagi. sama seperti tadi, tikus ini bersembunyi sambil menunggu kesempatan melarikan diri. Dan sama seperti tadi, saya menyodok dari kiri lemari sementara Lassie menunggu di kanan. Tapi tampaknya karena kali ini sendirian, tikus itu memilih tidak keluar ke arah Lassie dan bertahan dibalik lemari. Karena kesal, saya sodok lebih keras dan tikus itu mendecit, tampaknya kesakitan dan memutuskan keluar ke sebelah kanan. Yang terjadi kemudian, tikus itu diterkam oleh Lassie dan mati dengan gigitan yang meremukkan kepalanya.....
"Date the Underage Female" Syndrome
Seperti yang sudah saya tulis sebelumnya, tentang teman saya Andre, bahwa dia pacaran dengan seorang perempuan yang berbeda 10 tahun dengan dia, alias masih SMP. Beberapa hari setelah mereka jadian, Andre ngobrol dengan teman-temannya. dari obrolan Andre "mengaku" kalau dia memacari pasangannya hanya untuk menambah pengalaman, berhubung dia belum pernah pacaran sebelumnya. Bahkan nama sang pasangan di handphone Andre tertulis "just 4 exp". Suatu hal yang aneh, kalau mau mencari pengalaman bercinta bukankah harusnya kita memacari seseorang yang sudah pengalaman bercinta? bukannya memacari orang yang masih hijau.
Beberapa waktu berselang, Andre dan temannya terlihat ngobrol dengan sang gadis. Setelah itu mereka kembali bergabung dengan yang lain sambil tersenyum. "Biasa, bisnis" kata teman Andre. Bisnis? Bisnis apa sama anak SMP?
Esoknya, baru ketahuan "bisnis" yang dimaksud. Teman Andre minta dikenalkan dengan teman sang gadis yang notabene masih SMP juga. Dalam hati gue bilang "What the F@*k is going on? Apa ada sindrom macarin anak-anak dibawah umur? Apa macarin ABG jadi tren sekarang? Atau kebanyakan nonton film i love you oom?"
Sekarang, hampir semua teman-teman sangat bersemangat kalau membicarakan perempuan yang masih mengenakan seragam sekolah....... Watch out, there's a syndrome coming.....
Beberapa waktu berselang, Andre dan temannya terlihat ngobrol dengan sang gadis. Setelah itu mereka kembali bergabung dengan yang lain sambil tersenyum. "Biasa, bisnis" kata teman Andre. Bisnis? Bisnis apa sama anak SMP?
Esoknya, baru ketahuan "bisnis" yang dimaksud. Teman Andre minta dikenalkan dengan teman sang gadis yang notabene masih SMP juga. Dalam hati gue bilang "What the F@*k is going on? Apa ada sindrom macarin anak-anak dibawah umur? Apa macarin ABG jadi tren sekarang? Atau kebanyakan nonton film i love you oom?"
Sekarang, hampir semua teman-teman sangat bersemangat kalau membicarakan perempuan yang masih mengenakan seragam sekolah....... Watch out, there's a syndrome coming.....
Three Little Things
Suatu pagi yang cerah (dah agak lama juga, cuma masih berbekas di ingatan aja) saya bersiap berangkat menuju tempat dimana saya membantu saudara sepupu saya dalam suatu kerjaan. Sebelum berangkat, karena tugas saya pagi itu adalah mengambil uang yang ditransfer sepupu saya untuk keperluan pekerjaan, saya mengantri di ATM BCA dekat rumah. Tumben hari itu antrian tidak panjang, saya hanya ada dibelakang satu orang. Setelah agak lama menunggu, saya mulai gelisah, antrian tidak bergerak!! Pikir saya satu orang paling lama ada di ATM 5 menit, apapun urusannya, tapi kali ini 5 menit juga sudah lewat. Orang didepan saya juga mulai kehilangan kesabaran dan mengetuk-ngetuk jendela ATM. Dari balik kaca saya lihat yang ada di ATM 2 orang, saya pikir mungkin orang yang biasa mengganti kotak uang di mesin ATM, tapi setelah diamati ternyata bukan, mereka melakukan transaksi tarik tunai. Dan yang lebih membuat saya tambah kesal, salah satunya memegang lebih dari dua kartu ATM BCA, pikir saya "bisa-bisa habis duluan nih uangnya". Setelah 10 menit, barulah kedua orang itu keluar dari ATM. Karena kesal saya bilang sama orang-orang tadi "Sekalian aja mas sama kartu ATM saya diambilin, gak ada yang ngantri kok!" Kedua orang tadi hanya cengengesan gak jelas.....
Setelah tiba di tempat kerjaan, saya diharuskan membeli sesuatu di sebuah toko bangunan. Sudah langganan sih, jadi kenal sama yang punya toko. Setelah memesan dan membayar barang yang ingin dibeli saya lalu menunggu di depan toko karena tokonya agak ramai. Agak lama menunggu saya baru berpikir, kok barang yang saya beli belum dimuat kedalam mobil? Akhirnya saya masuk dan menanyakan pada pemilik toko. "Koh, barang saya belum dimuat?" "Sebentar ya mas, supirnya lagi nganter ke Halim". Waduh, kenapa gak bilang dari tadi, kalau bilang kan saya gak nunggu. Akhirnya dengan kesal saya pergi dari toko bangunan itu kembali ke tempat kerjaan. Barang yang saya beli akhirnya diantar......2 Jam kemudian!!
Dalam peralanan pulang ke rumah, saya memutuskan mampir ke sebuah mini market karena haus. Setelah memilih minuman yang akan saya beli saya antri di kasir. Didepan saya hanya ada satu orang. Agak lama juga, soalnya kasirnya sedang ganti shift, jadi nunggu laporannya dicetak dulu. Kemudian antrian bertambah dua orang, keduanya perempuan dengan pakaian rumahan, kaos dan celana pendek. Setelah orang didepan saya selesai membayar dan saya juga bersiap maju, perempuan dibelakang saya tiba-tiba melewati dari samping dan langsung menyerahkan uangnya ke kasir sambil berkata "Mas Rokok mild 2 bungkus" Kesal, saya pun bilang "Mbak ga bisa Antri ya? kalah dong sama bebek!" Perempuan itu cuek dan setelah menerima barang dan kembalian dia langsung pergi dengan temannya. Tinggal saya sendiri. "Bos, silahkan" kata kasir, cowok, berusaha ramah. "Udah boleh nih? ga ada yang mau duluan lagi? ga ada yang ga mau ngantri lagi?"
"Sori bos, tadi itu masih warga sini"
"Mau warga sini kek, mau orang asing kek, ngantri ya ngantri! Anda juga salah, harusnya anda jangan meladeni orang yang gak mau antri, udah tau saya duluan, pernah makan bangku sekolahan gak sih?!" Kasir itu diam. Setelah membayar, saya langsung pergi meninggalkan mini market itu.
Tiga hal kecil yang terjadi satu hari, yang membuat darah saya mendidih....Untung tidak ada yang masuk rumah sakit....
Setelah tiba di tempat kerjaan, saya diharuskan membeli sesuatu di sebuah toko bangunan. Sudah langganan sih, jadi kenal sama yang punya toko. Setelah memesan dan membayar barang yang ingin dibeli saya lalu menunggu di depan toko karena tokonya agak ramai. Agak lama menunggu saya baru berpikir, kok barang yang saya beli belum dimuat kedalam mobil? Akhirnya saya masuk dan menanyakan pada pemilik toko. "Koh, barang saya belum dimuat?" "Sebentar ya mas, supirnya lagi nganter ke Halim". Waduh, kenapa gak bilang dari tadi, kalau bilang kan saya gak nunggu. Akhirnya dengan kesal saya pergi dari toko bangunan itu kembali ke tempat kerjaan. Barang yang saya beli akhirnya diantar......2 Jam kemudian!!
Dalam peralanan pulang ke rumah, saya memutuskan mampir ke sebuah mini market karena haus. Setelah memilih minuman yang akan saya beli saya antri di kasir. Didepan saya hanya ada satu orang. Agak lama juga, soalnya kasirnya sedang ganti shift, jadi nunggu laporannya dicetak dulu. Kemudian antrian bertambah dua orang, keduanya perempuan dengan pakaian rumahan, kaos dan celana pendek. Setelah orang didepan saya selesai membayar dan saya juga bersiap maju, perempuan dibelakang saya tiba-tiba melewati dari samping dan langsung menyerahkan uangnya ke kasir sambil berkata "Mas Rokok mild 2 bungkus" Kesal, saya pun bilang "Mbak ga bisa Antri ya? kalah dong sama bebek!" Perempuan itu cuek dan setelah menerima barang dan kembalian dia langsung pergi dengan temannya. Tinggal saya sendiri. "Bos, silahkan" kata kasir, cowok, berusaha ramah. "Udah boleh nih? ga ada yang mau duluan lagi? ga ada yang ga mau ngantri lagi?"
"Sori bos, tadi itu masih warga sini"
"Mau warga sini kek, mau orang asing kek, ngantri ya ngantri! Anda juga salah, harusnya anda jangan meladeni orang yang gak mau antri, udah tau saya duluan, pernah makan bangku sekolahan gak sih?!" Kasir itu diam. Setelah membayar, saya langsung pergi meninggalkan mini market itu.
Tiga hal kecil yang terjadi satu hari, yang membuat darah saya mendidih....Untung tidak ada yang masuk rumah sakit....
Nov 20, 2006
Oh Andre.....Finale....Congratulations!
Congratulations to Andre Fernando! He did it, he and the girl are now lovers!!
Ketahuan sama teman-temannya pas malam takbir lebaran kemaren. Biasanya kalau malam takbir anak-anak muda sekitar rumah pergi jalan bareng tanpa tujuan dengan motor. Waktu itu semua sudah berkumpul di pos hansip dekat rumah, tapi belum mau jalan karena batang hidung Andre belum terlihat. Ada yang bilang Andre pergi sama temannya dan baru balik jam 10 malam. Ada yang melihat Andre pergi dengan adiknya, Angga, sore hari naik motor, mungkin ke Narogong tempat toko orang tuanya. Tanpa curiga sedikitpun semua yang berkumpul menunggu dan menunggu. Sampai jam 10 Andre belum terlihat, mulai ada yang khawatir dan menelepon Andre.
"Dimana lo dre?"
"Rahasia dong. Mang kenapa?"
"Jadi jalan ga? pada nungguin nih"
"Gue lagi di Anyer ma temen gue"
"ooh...."
Lalu karena penasaran, teman yang lain juga menelepon Andre
"Dre dimana lo? jadi ga?"
"Gue di puncak, dah pada jalan duluan aja"
Karena mendapat dua jawaban berbeda, gue akhirnya menelepon ke adiknya.
"Ga, lo dimana?"
"Iya ini dikit lagi nyampe rumah"
"Andre ada ma lo ga?"
"Engga. mang kata siapa ma gue?"
"Tadi katanya lo ma andre ke narogong"
"Engga, andre cuma nganterin terus balik. mang dia ga ada disana?"
"Engga ada tuh. ya udah deh. makasih ya"
Setelah mendengar jawaban adiknya, mulai muncul kecurigaan kalau Andre jalan-jalan dengan sang gadis (duh cape gue nulis sang gadis, namanya Mar). Lalu ada yang berinisiatif menelepon Mar dengan Private number, dan diangkat pula. Background suara yang terdengar agak berisik seperti sedang berada di jalan.
"Mar dimana?"
"Lagi di Bekasi, ini siapa?"
"Temennya Andre. Andre sama Mar ga?"
"Engga, gue sama temen gue"
"oh, makasih ya."
Lalu teman yang lain juga menelepon Mar.
"Mar ini temennya smp-nya Andre, Andre ada disitu ga?"
"Temen smp-nya? yang mana? engga tuh, ga ada andre"
Setelah bicara agak lama, terdengar di belakang ada yang berkata "Temen smp-nya namanya kesle ya?"
Semua terkejut (berhubung pake loudspeaker, semua bisa dengar), kayanya kesle belum pernah dikenalin ke Mar, kok bisa ada yang tahu Kesle?? Akhirnya yang lain berusaha menelepon ke Andre, tapi dua nomor hpnya tidak diangkat. Agak lama kemudian, setelah tidak lagi terhubung telepon dengan Mar, Andre mengangkat teleponnya.
"Dre lo dimana sih, anak2 nungguin nih? lo jalan ma Mar ya?"
"Gue lagi di jalan ma temen gue"
"Daerah mana dre? kalo bisa anak2 nyusul nih, lo kelamaan"
"Udah jalan aja sendiri, ga usah nunggu gue"
Iseng-Iseng ada juga yang kembali menelepon Mar, dan di hp Andre terdengar suara Mar berbicara......Semua meledak tertawa.....Andre tertangkap basah!! Akhirnya Andre mengakui sedang bejalan dengan Mar. Setelah itu, Andre juga mengaku sudah jadian dengan Mar.
Selamat deh Dre....
Tapi anak2 masih ingat kata2 Andre dulu waktu baru "dijodohkan"..... "Gak mungkin lah, masih anak kecil..."
Hati2 pakai kata gak mungkin.......
Ketahuan sama teman-temannya pas malam takbir lebaran kemaren. Biasanya kalau malam takbir anak-anak muda sekitar rumah pergi jalan bareng tanpa tujuan dengan motor. Waktu itu semua sudah berkumpul di pos hansip dekat rumah, tapi belum mau jalan karena batang hidung Andre belum terlihat. Ada yang bilang Andre pergi sama temannya dan baru balik jam 10 malam. Ada yang melihat Andre pergi dengan adiknya, Angga, sore hari naik motor, mungkin ke Narogong tempat toko orang tuanya. Tanpa curiga sedikitpun semua yang berkumpul menunggu dan menunggu. Sampai jam 10 Andre belum terlihat, mulai ada yang khawatir dan menelepon Andre.
"Dimana lo dre?"
"Rahasia dong. Mang kenapa?"
"Jadi jalan ga? pada nungguin nih"
"Gue lagi di Anyer ma temen gue"
"ooh...."
Lalu karena penasaran, teman yang lain juga menelepon Andre
"Dre dimana lo? jadi ga?"
"Gue di puncak, dah pada jalan duluan aja"
Karena mendapat dua jawaban berbeda, gue akhirnya menelepon ke adiknya.
"Ga, lo dimana?"
"Iya ini dikit lagi nyampe rumah"
"Andre ada ma lo ga?"
"Engga. mang kata siapa ma gue?"
"Tadi katanya lo ma andre ke narogong"
"Engga, andre cuma nganterin terus balik. mang dia ga ada disana?"
"Engga ada tuh. ya udah deh. makasih ya"
Setelah mendengar jawaban adiknya, mulai muncul kecurigaan kalau Andre jalan-jalan dengan sang gadis (duh cape gue nulis sang gadis, namanya Mar). Lalu ada yang berinisiatif menelepon Mar dengan Private number, dan diangkat pula. Background suara yang terdengar agak berisik seperti sedang berada di jalan.
"Mar dimana?"
"Lagi di Bekasi, ini siapa?"
"Temennya Andre. Andre sama Mar ga?"
"Engga, gue sama temen gue"
"oh, makasih ya."
Lalu teman yang lain juga menelepon Mar.
"Mar ini temennya smp-nya Andre, Andre ada disitu ga?"
"Temen smp-nya? yang mana? engga tuh, ga ada andre"
Setelah bicara agak lama, terdengar di belakang ada yang berkata "Temen smp-nya namanya kesle ya?"
Semua terkejut (berhubung pake loudspeaker, semua bisa dengar), kayanya kesle belum pernah dikenalin ke Mar, kok bisa ada yang tahu Kesle?? Akhirnya yang lain berusaha menelepon ke Andre, tapi dua nomor hpnya tidak diangkat. Agak lama kemudian, setelah tidak lagi terhubung telepon dengan Mar, Andre mengangkat teleponnya.
"Dre lo dimana sih, anak2 nungguin nih? lo jalan ma Mar ya?"
"Gue lagi di jalan ma temen gue"
"Daerah mana dre? kalo bisa anak2 nyusul nih, lo kelamaan"
"Udah jalan aja sendiri, ga usah nunggu gue"
Iseng-Iseng ada juga yang kembali menelepon Mar, dan di hp Andre terdengar suara Mar berbicara......Semua meledak tertawa.....Andre tertangkap basah!! Akhirnya Andre mengakui sedang bejalan dengan Mar. Setelah itu, Andre juga mengaku sudah jadian dengan Mar.
Selamat deh Dre....
Tapi anak2 masih ingat kata2 Andre dulu waktu baru "dijodohkan"..... "Gak mungkin lah, masih anak kecil..."
Hati2 pakai kata gak mungkin.......
Subscribe to:
Posts (Atom)