Tuesday, January 24, 2012

Xenia Maut, Contoh Betapa Tidak Bertanggung Jawabnya Pengguna Jalanan Jakarta

Xenia Maut Tugu Tani (detik.com)
Di suatu siang yang cerah, sebuah mobil bermerk Daihatsu Xenia menabrak belasan orang di trotoar di sekitar Tugu Tani. Hingga saat ini tercatat 9 orang meninggal dan 3 luka berat akibat kecelakaan ini. Berita mengenai kejadian ini menyebar luas dengan cepat di berbagai media. Bagi yang belum mengetahuinya, bisa dilihat di sini. Pengemudi Xenia tersebut adalah seorang wanita berusia 29 tahun, yang setelah diselidiki oleh pihak berwajib ternyata tidak memiliki SIM dan berada dalam pengaruh alkohol dan narkotika. Kendaraan itu sendiri sampai saat ini setelah diteliti, tidak menjadi penyebab kejadian ini, tidak ada rem blong, tidak ada cacat pada sistem pengendalian kendaraan, semua murni terjadi karena tindakan sang pengendara.

Bukannya mau ikut-ikutan memberitakan, saya hanya ingin sedikit memberikan pendapat saya tentang kejadian tersebut. Pertama-tama jelas saya turut merasakan duka mendalam bagi para korban. Tidak ada dalam pikiran mereka bahwa trotoar yang memang dikhususkan bagi pejalan kaki, serta halte bus yang diperuntukkan untuk menunggu angkutan umum akan menjadi tempat mereka menemui ajal. Tapi semua sudah terjadi, hal ini tentunya akan mengingatkan kita untuk selalu waspada, bahkan saat berada di tempat yang anda pikir merupakan tempat yang aman bagi anda. Jika anda warga Ibukota negara tercinta ini, Jakarta, pasti sudah tidak heran dengan kelakuan beberapa oknum pengendara sepeda motor yang dengan seenaknya memacu motornya di trotoar saat kondisi jalanan macet. Hal ini selain melanggar peraturan lalu lintas tentunya juga membahayakan bagi pejalan kaki dan pengendara motor itu sendiri. Tapi mau dikata apa, itulah memang mental sebagian warga negara ini yang maunya enak sendiri, tanpa mau perduli jika tindakannya itu bisa merugikan orang lain.

Kedua, saya melihat kejadian ini bukanlah kejadian yang tidak disengaja. Kecelakaan memang namanya. Para pelaku juga terancam dijerat hukum tentang kelalaian berkendara. Bagi saya ini bukan kelalaian dan bukan kejadian yang tidak disengaja. Kenapa begitu? Sekalipun sang pelaku tidak berniat untuk membunuh orang-orang yang menjadi korban kebodohannya, dia telah dengan SADAR mengkonsumsi alkohol dan narkotika, lalu setelah itu dibawah pengaruh zat berbahaya kemudian mengendarai sebuah mobil. Karena semua dia lakukan dengan sadar, secara langsung dia telah dengan sengaja membahayakan jiwa orang lain dan jiwa dirinya sendiri. Sekali lagi, kelakuannya yang dengan SADAR mengkonsumsi alkohol dan narkotika kemudian mengemudikan mobil, itu sama saja dengan secara SADAR memiliki niat untuk membahayakan orang lain. Ini juga contoh betapa tidak bertanggung jawabnya sang pengemudi.

Lalu dimana peran kita semua setelah adanya kejadian ini? Cuma satu, bertanggung jawablah saat anda berkendara! Patuhi peraturan yang ada, patuhi semua rambu lalu lintas dan marka jalan, jangan berkendara dalam pengaruh alkohol dan narkoba, hargai pengguna jalan lainnya. Jika masyarakat pengguna jalan sudah bisa bertanggung jawab, maka percayalah kejadian seperti ini tidak akan terulang kembali.

Be Safe

Thursday, January 12, 2012

Where Have I Been?

Tahun yang baru, setelah vakum dalam waktu yang cukup lama akhirnya keinginan menulis datang kembali. Maaf kepada kawan-kawan semua yang menanti kehadiran tulisan saya *emang ada ya?*

Alangkah baiknya jika saya memulai kembali dengan berbagi apa saja yang terjadi selama saya tidak menulis :)

Mari dimulai dengan.....saya sudah menikah! :D

Ya, 7 Mei 2011, bertempat di Puri Cipaganti, Bandung, saya dan Ariyanti Danurtiyas akhirnya sah menjadi suami-istri. Setelah berpacaran selama hampir 2 tahun, di siang yang cerah kami mengikat janji untuk membangun rumah tangga. Prosesnya tidak semudah yang dikira, tapi alhamdulillah semua berjalan lancar. Resepsi tidak diadakan dengan mewah, tapi Insya Allah berkesan bagi para tamu yang hadir. Mohon doa restunya yaa, semoga tetap langgeng sampai maut memisahkan :)

Lalu apa lagi ya? Oh ya, setelah menikah pastinya hanimun dong :P Saya dan Istri mendapat hadiah dari rekan kantor istri berupa tiket PP Jakarta - Bali *thanks guys*, jadilah saya dan Istri hanimun ke Bali. Sedikit bocoran, ini kali pertama saya menginjakkan kaki ke pulau Dewata *norak banget ya?*. Bocoran lagi, ini kali pertama juga saya dan Istri menginjakkan kaki di Terminal 3 Bandara Udara Internasional Soetta *asli lagi norak nih :P*

Lalu selama vakum menulis, saya dan Istri kembali hadir menonton festival musik rock yang bernama JavaRockingLand. Sudah pernah saya post sih tulusan tentang festival ini, tapi saya mau berbagi kembali :P Di tahun 2011 adalah kali ketiga kami hadir di festival rock tersebut. Bukan kenapa-kenapa, kami berdua memang penikmat musik rock, dan JavaRockingLand merupakan surga bagi penikmat musik rock tanah air. Jika di kesempatan pertama (tahun 2009) kami hanya datang untuk menonton Mr. Big, maka di kesempatan kedua (2010) dan ketiga (2011) kami hadir 3 hari berturut-turut, menyaksikan penampilan apik musisi rock negeri sendiri dan mancanegara. Penampil yang berkesan buat kami diantaranya adalah The Flowers (2010), Slank (2010), Arkarna (2010), Stryper (2010), Frente (2011), Ed Kowalzcyk of Live (2011), Gugun Blues Shelter (2011) dan tentu saja 'the amazing' The Cranberries (2011).

Dufan! Ya, saya sangat sangat senang dengan tempat rekreasi Dunia Fantasi, dan setelah beberapa tahun tidak pernah kesana lagi, akhirnya saya berkesempatan kembali menikmati wahana2 di Dufan tahun lalu bersama rekan-rekan kantor istri. Setelah di kesempatan sebelumnya saya tidak berani mencoba wahana -yang saat itu masih baru- Tornado, pada kesempatan kali ini saya....tetap tidak mau mencoba :D Saya hanya ingin mencoba Hysteria....and it's amazingly FUN!


Ada kabar gembira, ada pula kabar duka. Pada awal Desember 2011, Ayah saya dipanggil Sang Pencipta. Almarhum dimakamkan di TPU Pondok Ranggon. Kepergian Almarhum merupakan pukulan yang berat buat saya. Alhamdulillah, saya masih diberikan kesabaran dan keikhlasan. Selamat jalan Pa, I will always love you.

Well, itulah sedikit kisah dalam hidup saya selama saya vakum menulis. Maaf ya kalau terkesan norak, i can't help it, saya memang norak kok :D.

Wednesday, July 27, 2011

JavaRockingLand 2011 - a Review

Setelah tiga hari menghadiri perhelatan Rock terbesar di Jakarta, akhirnya hari ini baru saya membulatkan tekad untuk menulis review acara tersebut...

Ini adalah kali ketiga perhelatan musik rock yang mencoba mengikuti konsep woodstock diadakan di Indonesia, dan ini adalah kali ketiga pula saya ikut menonton acara yang pasti memuaskan pecinta musik rock se-tanah air. Setelah tahun pertama saya hanya menghadiri saat Mr. Big tampil, saya kembali di tahun kedua untuk melihat festival ini tiga hari berturut-turut untuk menyaksikan Smashing Pumpkins, PAS Band, The Flowers, Polyester Embassy, SLANK, Dashboard Confessional, Arkarna, Kikan, Blackout, Wolfmother dan Stryper. Tahun ini, saya kembali hadir tiga hari berturut-turut.

Jumat, 22 Juli 2011

Datang terlambat karena masih harus bekerja sampai malam, saya dan istri tiba di Pantai Karnaval Ancol sekitar pukul 21.30 dan langsung mengisi perut kami dengan makanan sebelum memulai memekakan telinga dengan raungan gitar dan dentuman drum khas musik rock. Karena 30 Seconds To Mars (30STM) diundur menjadi pertunjukan paling akhir malam itu, akhirnya saya dan istri memutuskan ke BNI Dome terlebih dahulu untuk melihat penampilan Netral. Namun apa daya, Dome malam itu dipenuhi penggemar netral sehingga tidak memungkinkan bagi kami untuk masuk ke dalam. Akhirnya kami meninggalkan Dome untuk mencoba rendezvouz dengan teman kantor istri. Bukannya teman kantor istri yang kami temui pada akhirnya, tapi teman kuliahnya dan tantenya yang hadir sebagai rekan pers untuk meliput 30STM. Lama mengobrol dan bercanda di samping stage GG Intermusic sambil mendengarkan Blood Red Shoes yang tampil di Simpati Stage, saya dan istri beserta teman-temannya memutuskan kembali ke BNI Dome Stage, kali ini untuk melihat penampilan Naif.

Penampilan Naif malam itu luar biasa. Ini kali kedua Naif tampil di JavaRockingLand, setelah sebelumnya hadir memeriahkan perhelatan pertama festival ini. Gaya panggung David cs. memang luar biasa. Gaya yang kocak ditambah permainan musik dan kualitas vokal yang terjaga membuat penonton yang hadir terus ikut sing along di setiap lagu yang dimainkan. Pada lagu terakhir, David membuka bajunya dan memperlihatkan tubuhnya yang -sekarang- berotot, kontan kaum hawa yang hadir di ruangan berteriak histeris -doh-.



Selesai melihat penampilan Naif, kami bergegas keluar menuju GG Intermusic Stage. Sesampainya disana, 30STM belum juga memulai pertunjukan, tapi kerumunan penonton sudah penuh mencapai samping stage, tepatnya di depan layar lebar yang ada di kiri dan kanan panggung. Barisan penonton terus mencapai bagian depan dari Simpati Stage. Tak lama kemudian, 30STM memulai aksinya. Meski kualitas vokal Jared Leto (vokalis) tidak maksimal, tapi gaya panggung mereka cukup menarik. Berkali-kali Jared memuji penonton dan melontarkan kata-kata manis, seolah tidak cukup hanya memukau kaum hawa dengan wajah imutnya -ngakak-. Pada beberapa lagu, dari tempat saya berdiri, saya dapat merasakan tanah bergoyang saat ribuan penonton melompat-lompat mengikuti instruksi Jared. Tapi ya itu, saya yang tidak terpengaruh dengan ketampanan sang vokalis dan hadir disitu mengharapkan bisa mendengar teriakan khas Jared Leto pada lagu-lagunya menjadi sedikit kecewa dengan kualitas penampilan band Amerika tersebut.

Best performance on day 1 : Naif, Blood Red Shoes, 30 Seconds To Mars (karena memang inilah yang saya dengar hari itu) -ngakak-

Sabtu, 23 Juli 2011

Kali ini kami datang agak sore, sekitar jam 18.30 saat God Bless sedang beraksi di GG Intermusic Stage. Seperti hari pertama, karena tidak ada yang dikejar, maka kami memutuskan untuk makan terlebih dahulu. Setelah mengisi perut, kami langsung menuju GG Intermusic Stage untuk menanti penampilan Ed Kowalczyk, vokalis band Live. Bertemu dengan teman kantor istri di tengah-tengah konser berjalan, saya dan istri sudah menyusun strategi untuk tetap berada di stage ini untuk menunggu Penampilan The Cranberries. Ya, saya dan istri adalah penggemar band asal Irlandia ini. Bagi saya, ini adalah kali kedua menonton The Cranberries secara langsung, sementara bagi istri ini adalah kali pertama. Penampilan Ed Kowalczyk sendiri malam itu luar biasa. Selain membawakan lagu-lagu dari album solonya, Ed juga membawakan lagu dari Live seperti I Alone dan Lightning Crashes. Setelah Ed selesai, saya dan istri langsung merangsek ke depan, melawan arus penonton yang berjalan meninggalkan panggung, semua demi mendapatkan posisi yang dekat dengan panggung. Tapi sepertinya bukan hanya kami yang berniat seperti itu, karena pada akhirnya kami tidak berhasil mendapat posisi terdepan, tapi sangat lumayan strategis untuk sekedar mengambil gambar dan mendengarkan musiknya. Teman SMA yang sebelumnya bertemu dengan kami setelah parkir juga bergabung, menunggu bersama-sama sambil lesehan. Penantian selama 1 setengah jam saya isi dengan bermain game, sementara istri saya sibuk nge-twit foto-foto penampilan Ed Kowalczyk. Hingga akhirnya saat yang ditunggu tiba, Dolores O'Riordan, Hogan bersaudara dan Fergal Lawler muncul diatas panggung dan langsung menggebrak dengan lagu-lagunya yang enerjik. Dolores yang terlihat sudah sedikit tua seperti tidak kenal usia, terus-menerus berjoget, berlari kesana kemari menghibur penonton yang terus-menerus ikut bernyanyi di setiap lagu (kecuali di lagu baru dari album terbaru mereka yang akan segera rilis). Saya dan istri juga ikut hanyut ikut menyanyi sampai kami lupa mengabadikan momen itu dalam rangkaian foto dan video -sial-. Penampilan luar biasa, terbaik dari perhelatan tahun ini, ditutup dengan lagu "Dreams" yang memang merupakan lagu yang selalu dijadikan penutup di setiap konser The Cranberries. Seperti kurang cukup menyaksikan The Cranberries, dalam perjalanan pulang saya dan istri tetap menyanyikan lagu-lagu The Cranberries sambil diselingi obrolan tentang perbandingan The Cranberries dan 30STM. Ya, menurut saya pribadi, The Cranberries memberikan contoh sebuah band yang Stage Performancenya luar biasa, kualitas musik dan Vokal sangat terjaga sehingga tidak ada perbedaan mencolok dengan apa yang biasa kita dengar dari albumnya.

Best Performance on day 2 : The Cranberries, Ed Kowalczyk of Live.

Minggu, 24 Juli 2011

Dengan sisa tenaga yang setengah penuh setelah diistirahatkan selama hampir 8 jam, saya dan istri tiba lebih sore dari hari-hari sebelumnya. Kami tiba tepat saat Edane sedang tampil di GG Intermusic Stage. Tapi tujuan kami bukan untuk melihat Edane. Setelah berkeliling melihat stage-stage lain, pilihan jatuh pada BNI Dome dimana /rif akan tampil disana. Andi, Jikun, Ovi, Magi dan....saya lupa nama bassistnya -ngakak- memukau penonton yang hadir. Mereka juga membagi-bagikan CD album terbaru mereka kepada penonton. Saya tidak dapat karena saya memilih untuk duduk dan melihat mereka dari kejauhan sementara istri bolak-balik ke depan stage (yang memang sedikit lenggang) untuk mengabadikan /rif di handphone-nya. Setelah /rif, kami memutuskan untuk makan terlebih dahulu. Setelah perut terisi, tujuan kami tidak seperti kebanyakan orang yang memadati GG Intermusic Stage untuk menunggu Good Charlotte, kami langsung beranjak ke Simpati Stage menunggu Frente! yang tampil setelah Good Charlotte. Strategi yang jitu karena kami akhirnya dapat tempat terdepan -horeeeee-. Setelah menunggu dan menunggu, kami akhirnya bisa melihat penampilan Angie Hart dan Simon Austin dari dekat. Band ini memang tidak terlalu rock, bahkan hanya satu lagunya yang mendekati rock, dan itupun tidak terlalu rock, tapi saya tidak perduli, saya suka Frente! dan saya sangat bersyukur ada kekacauan yang memasukkan Frente! dalam daftar pengisi acara festival musik rock. Sudah bertahun-tahun band ini vakum, dan ada kerinduan luar biasa dari para fans yang memadati Simpati Stage malam itu. Kualitas vokal Angie Hart yang semakin menua, secara menakjubkan masih sama dengan apa yang saya dengar belasan tahun yang lalu melalui kaset. Gayanya juga masih centil layaknya gadis muda. Intinya, penampilan Frente! malam itu benar-benar fresh. Selesai pertunjukan, saya dan istri beruntung mendapat suvenir berupa pick gitar yang dipakai Simon.

Selesai Frente!, saya dan istri langsung menuju depan layar sebelah kanan dari GG Intermusic Stage, mendengarkan Helloween dari kejauhan sambil duduk beristirahat. Luar biasa, walaupun dari kejauhan, saya dapat merasakan atmosfir yang berbeda dengan saat saya menonton Frente!. Paman-paman dari Jerman ini benar-benar membuat semua penggemarnya jingkrak-jingkrak tanpa kenal lelah. Hujan yang turun membuat kami mengungsi ke BNI Dome. Setelah hujan reda, kembali kami menikmati musik Helloween dari kejauhan. Kecewa karena lagu kegemaran saya tidak dibawakan (A Million To One), kami beranjak ke Tebs Stage untuk melihat band favorit istri saya, Gugun Blues Shelter. Penampilan yang apik dari band beraliran blues-rock ini, meskipun saya hanya mendengarkan dan tidak melihat, tapi saya cukup menikmati musik yang disuguhkan.

Best Performance on day 3 : Frente!, Helloween, /rif, Gugun Blues Shelter.

oh, saya tidak masukkan Good Charlotte karena saya sangat terganggu dengan kualitas sound system saat mereka tampil. Satu-satunya hal yang membuat saya tersenyum menikmati Good Charlotte adalah saat Benji dan Joel Madden mengolok-olok SM*SH -rasain-.

Well, itulah pengalaman saya tiga hari menghadiri festival rock terbesar di Indonesia, JavaRockin'Land 2011. Menyesal tidak hadir tahun ini? Terus ikuti infonya karena festival ini akan hadir lagi tahun depan. Saran saya, belilah 3-day pass dari awal, meskipun belum ada list artis yang datang tapi harga 3-day pass di early bird tahap satu masih lebih murah daripada harga tiket harian di hari-H. Ga bakalan rugi kok, kalaupun artisnya ternyata tidak ada yang kita suka, tinggal jual saja, gampang kan? Keep Rockin'

Tuesday, July 19, 2011

Tentang NodRoid

Haaiii.....

Ga terasa, sudah hampir setahun saya meninggalkan rumah saya yang ini. Disamping kesibukan *bohong* bekerja, jarak rumah dari kantor yang cukup jauh juga jadi kendala. Akhirnya, ya dengan berat hati saya telantarkan  rumah saya ini *hiks*.

Eniweei....layaknya seorang ababil yang ikut-ikutan trend, saya sekarang punya sebuah henpon Android yang saya beli di Pekan Raya Jakarta sebulan yang lalu. Ini termasuk mimpi yang jadi kenyataan, karena sudah sejak lama saya naksir sama henpon Samsung Galaxy S. Namun berhubung Galaxy S harganya tidak terjangkau saya yang sudah naik tangga ini, akhirnya saya jatuh cinta pada "adik" dari Galaxy S yang keluar belum lama ini....Samsung Galaxy Mini.

Tapi itu tetap mimpi, karena saya tetap tidak bisa membeli si mini itu dalam waktu dekat, harus menabung untuk satu dan lain hal yang lebih penting. Hingga suatu malam di Pekan Raya Jakarta, saat sedang melihat-lihat kulkas impian, mata saya tertarik melihat kumpulan Galaxy bersaudara. Berhubung henpon saya saat itu dalam kondisi sangat memprihatinkan (hilang joystick, baterai gendut, tanpa casing belakang) akhirnya istri saya menawarkan untuk membayar henpon baru dari galaxy bersaudara itu dengan cara menyicil. Saya menyetujui, dan langsung saya menunjuk ke si mini. Istri saya mencegah saya, lalu mengingatkan supaya membandingkan dulu dengan saudaranya yang lain. Akhirnya kami bertanya segala hal pada mas-mas SPB tentang Galaxy Mini, Gio dan Ace (saya tidak mau yang pro....android kok qwerty?). Setelah dibandingkan, dan karena harganya masih dalam batas 'wajar', akhirnya pilihan jatuh pada.....

SAMSUNG GALAXY ACE (S5830)

SAMSUNG GALAXY ACE !!!!

Yang membuat saya tertarik, selain spesifikasinya yang diatas kedua saudaranya, mini dan gio, adalah bentuknya yang mirip iPhone4. Yaaayyy...my first NodRoid :)

Malamnya saya langsung sedot berbagai aplikasi yang sudah saya kenal sebelumnya lewat iPhone milik istri seperti Whatsapp, Pingchat, Yahoo! Messenger, Facebook for Android, Twitter for Android, Foursquare, Getglue dan Bump. Kemudian saya tambahkan beberapa aplikasi yang kebetulan saya lihat di market, dan juga tentu saja game kegemaran....Angry Birds.

Karena terlalu semangat menginstall macam-macam, saya tidak menyadari kapasitas memori internal NodRoid saya sisa sedikit. Alhasil, selama beberapa hari NodRoid saya beroperasi layaknya siput....lemoooot. Sempat terpikir untuk me-Root NodRoid saya, tapi sayang garansinya, akhirnya saya putuskan untuk memilah-milah aplikasi yang saya install. hasilnya, setelah menghapus Yahoo! Messenger (yang sering error juga) dan beberapa aplikasi lain serta games yang memakan porsi memori besar, NodRoid saya kembali cepat :). Sekarang ini, selain twitter, Facebook, Google+, Whatsapp, GetGlue dan Foursquare, yang paling sering saya jalankan di NodRoid saya adalah game PES 2011 dan Sword Requiem.

This is my Android....Have you got yours?

Wednesday, August 11, 2010

Hitchhike

Yup, hitchhike. Kata yang memiliki arti "menumpang". Sering kita dengar kata ini dalam film-film hollywood, dimana seseorang yang hendak menuju ke suatu tempat mencoba untuk menumpang kendaraan orang lain yang melewatinya.Gerakan yang dilakukan oleh seseorang yang ingin menumpang sangatlah mudah diingat, yaitu mengangkat ibu jari dan mengacungkan tangan ke arah jalan dimana ada kendaraan yang akan lewat.

Saya belum pernah mendengar ada seseorang yang saya kenal, yang pernah mencoba mendapatkan tumpangan dengan cara seperti dalam film hollywood tersebut, sehingga tingkat keberhasilan tanda menumpang tersebut disini tidaklah saya ketahui. Hingga sampai suatu saat saya sendiri mencobanya....

Suatu malam di akhir pekan -dimana keesokan harinya saya tidak bekerja- saya pulang terlalu larut. Saya ingat saat itu sedang ramainya demam Piala Dunia 2010. Saat tiba di tempat saya biasa berganti kendaraan untuk mencapai rumah saya, saya sedikit heran mendapati tempat itu sepi dari angkutan umum dan ojek. Biasanya di jam tersebut masih ada beberapa ojek yang menunggu di depan sebuah pusat perbelanjaan, tapi hari itu tidak ada sama sekali. Angkot yang biasanya masih terlihat satu atau dua, kali ini tidak terlihat sama sekali, hanya mobil pribadi dan taksi yang terlihat mengisi jalan. Karena tidak memungkinkan bagi dompet saya untuk membayar taksi, saya kemudian memutuskan berjalan dari tempat itu menuju tempat saya berganti angkutan berikutnya, yang kira-kira berjarak 1 Kilometer, dengan harapan di tempat itu masih ada ojek yang menunggu penumpang.

Saat sedang berjalan di kegelapan, dengan ditemani sinar redup lampu jalan, tiba-tiba saja saya mengangkat tangan kanan saya sehingga lurus dengan pundak, dan menaikkan ibu jari saya. Ya, saya memberi tanda untuk menumpang seperti pada film-film hollywood yang pernah saya tonton. Ajaib, sebuah mobil Suzuki APV berhenti di sisi jalan, tidak jauh dari tempat saya berdiri. Mobil dengan tulisan Mandala Airlines di bagian belakang dan samping mobil, yang menandakan bahwa mobil tersebut milik Mandala Airlines itu, berhenti setelah melihat tangan saya.

Saya kemudian menghampiri pintu sisi penumpang di sebelah supir. Kaca mobil kemudian terbuka dan sang pengemudi bertanya kepada saya. "Mau kemana Pak?" tanyanya. "Narogong Pak, Bapak kemana?" jawab saya sambil balik bertanya. "Sama Pak, saya juga ke Narogong. Ayo naik" lanjutnya. Saya naik mobil tersebut, duduk di depan, tepat di samping sang pengemudi. Selanjutnya, sang pengemudi kembali menjalankan kendaraannya. Sepanjang jalan kami berbincang, sang pengemudi -yang saya lupa menanyakan namanya siapa- bertanya saya bekerja dimana, dan saya pun kemudian diberitahu bahwa beliau adalah pengemudi Mandala Airlines yang baru saja mengantar pulang pramugari maskapai tersebut. Di tengah jalan sempat sang pengemudi menawarkan seorang ibu untuk ikut bersama kami karena merasa kasihan melihat ibu tersebut berjalan kaki tengah malam seperti itu. Ibu itu menolak dengan alasan bahwa tujuannya sudah dekat. Oleh Pengemudi tersebut, saya diantar sampai di depan jalan menuju rumah saya.

Pengalaman yang mengejutkan, dan juga berharga. Dari sekedar iseng, ternyata bisa menolong diri saya. Saya juga kemudian mengetahui satu hal....
Masih ada masyarakat yang baik di negara ini, yang mau menolong sesama tanpa pamrih.

Terima kasih bapak supir Mandala Airlines yang baik hati :)

Tuesday, August 10, 2010

The Great Manager

Sir Alex Ferguson
Jika menyebut Manchester United, ada begitu banyak nama yang terhubung dengan klub sepakbola asal Inggris itu. Sebutkanlah misalnya Sir Matt Busby, manager legendaris yang memulai perubahan pada tubuh tim, atau Sir Bobby Charlton, Pemain legendaris asal Inggris yang bersinar saat bermain untuk Manchester United. Masih banyak nama lain yang terhubung dengan Manchester United, tapi untuk kali ini saya ingin sekali menulis tentang Sir Alex Ferguson, Manager yang memberikan banyak gelar, Manager yang menjadikan Manchester United klub kuat dan mendominasi gelar juara di Liga Inggris.

Terlahir di Glasgow, Skotlandia, pada tanggal 31 Desember 1941, dengan nama lengkap Alexander Chapman Ferguson, Sir Alex adalah mantan pemain sepakbola yang berposisi sebagai penyerang, berkebangsaan Skotlandia. Karir klub Sir Alex sebagai pemain dimulai di Queen’s Park, lalu mengakhiri karirnya sebagai pemain di Ayr United. Karir kepelatihan Sir Alex dimulai di klub kecil East Stirlingshire. Setelah itu Sir Alex menangani St. Mirren, dan mencapai kesuksesan dalam kepelatihan di klub Aberdeen.  Setelah sempat beberapa saat menangani Tim Nasional Skotlandia, Sir Alex bergabung dengan Manchester United di tahun 1986, menggantikan posisi Ron Atkinson. Sampai tulisan ini dibuat, Sir Alex adalah pelatih tersukses di Britania Raya. Koleksi trofi yang diraihnya bersama Manchester United adalah yang terbanyak diantara pelatih-pelatih lain di Britania Raya. Sir Alex juga merupakan pelatih pertama yang membawa klub Inggris menjuarai tiga gelar prestisius dalam satu musim (treble) yaitu Juara liga, Piala FA, dan UEFA Champions League. Sir Alex juga merupakan satu-satunya pelatih di liga Inggris yang mampu meraih tiga gelar juara liga berturut-turut dengan klub yang sama.
Sir Alex in 1986

Paul Scholes
Gary Neville
Selain catatan prestasi dengan banyaknya piala yang diraih, seorang Sir Alex juga merupakan pelatih yang jeli melihat bakat dan potensi seorang pemain. Banyak nama pemain yang pada saat awal dibeli tidak dikenal, atau termasuk pemain yang kualitasnya tidak istimewa, berubah menjadi pemain luar biasa di bawah kepemimpinan Sir Alex. Ambil contoh pemain Class of 92, sebutan untuk angkatan muda Manchester United yang secara pribadi disaring dan dipercaya mengisi tempat dalam tim inti di usia yang masih muda oleh Sir Alex. David Beckham, Gary Neville, Paul Scholes, termasuk dalam Class of 92. Dibawah kepemimpinan Sir Alex, mereka tumbuh menjadi sosok penting di Klub dan Tim Nasional Inggris.

Ole Gunnar Solskjaer

Cristiano Ronaldo

Diluar Class of 92, ada pula nama seperti Ole Gunnar Solskjaer. Saat dibeli oleh Sir Alex, Solskjaer adalah nama yang tidak dikenal, prestasinya di klub lamanya juga tidak terlalu istimewa. Namun dibawah didikan Sir Alex, Solskjaer tumbuh menjadi penyerang luar biasa yang ditakuti oleh lawan. Nama Solskjaer sendiri saat ini memiliki tempat tersendiri di hati pecinta Manchester United -termasuk saya-. Kemudian ada nama Cristiano Ronaldo, saat datang masihlah berusia belasan tahun, belum punya nama dan dibeli dengan harga murah. Mata jeli Sir Alex melihat potensi yang dimiliki oleh Cristiano Ronaldo, dan dibawah didikannya seorang Cristiano Ronaldo menjadi Pemain Terbaik Eropa saat masih berseragam Manchester United.

Tak ada gading yang tak retak, Sir Alex juga beberapa kali melakukan kesalahan membeli pemain. Fabien Barthez misalnya. Saat dibeli, Barthez adalah pahlawan Prancis di Piala Dunia, namun di Manchester United aksi-aksi heroiknya saat membela Tim Nasional Prancis jarang sekali terlihat, sehingga performa klub menurun. Paling parah mungkin Massimo Taibi. Entah apa yang dilihat seorang Sir Alex dari kiper  yang satu ini, karena hasilnya, Taibi adalah kiper terburuk yang pernah dimiliki Manchester United.

Semoga pembelian pemain yang dilakukan Sir Alex musim ini merupakan pembelian yang baik. Terima kasih atas tahun-tahun yang luar biasa, Sir Alex, dan saya yakin kesuksesan akan selalu ada selama anda memimpin Manchester United. Glory Glory Manchester United!!!

Wednesday, June 9, 2010

10 Things I Like About You

Bukan, ini bukan judul sekuel ataupun prekuel dari film remaja “10 Things I Hate About You”. Saya tertarik menulis ini karena kejadian yang saya alami. Kejadian yang sebenarnya mungkin tidak perlu dibahas panjang lebar atau didiskusikan secara mendalam, tapi buat saya cukup untuk dibuat menjadi tulisan.

Suatu malam, salah seorang teman saya sedang menyusun daftar 10 hal yang dia sukai dari pacarnya. Dari cara bicaranya, saya menangkap dirinya agak kesulitan untuk menemukan 10 hal tersebut –entah bercanda atau tidak-. Karena saya rasa saya bisa menemukan banyak hal dalam waktu singkat mengenai pacar saya.

Saat tiba di rumah, saya kemudian mencoba mendaftarkan hal yang saya sukai dari pacar saya. Tidak sampai 10 menit, daftar yang saya tulis di pesan singkat handphone sudah mencapai 2 halaman. Daftar itu masih bisa saya teruskan jika saja saya tidak bermasalah saat mengirimnya ke pacar saya –pesan berkali-kali gagal terkirim, saya capek sendiri jadinya – . Saya sendiri tidak terlalu heran kenapa saya bisa cepat membuat daftar tersebut. Saya sudah cukup lama mengenal pacar saya, dan karena waktu pula saya belajar untuk menyukai semua hal yang saya temui pada dirinya.

Tidak ada yang salah sih kalau dalam membuat daftar 10 hal yang anda sukai dari pasangan anda membutuhkan waktu berpikir yang sedikit lama. Mungkin anda perlu mengingat hal-hal khusus mengenai diri pasangan anda. Atau mungkin memang tidak terlalu banyak hal yang anda sukai dari pasangan, bisa saja terjadi karena anda terpaksa berada dalam hubungan tersebut. Atau bisa jadi juga anda memang perlu waktu untuk mengenal pasangan anda lebih jauh lagi, hitung-hitung sekalian memantapkan diri.

Dalam suatu hubungan, saya rasa penting untuk benar-benar menyukai pasangan anda sepenuhnya. Membuat daftar apa yang anda sukai dan yang tidak anda sukai dari pasangan juga bisa membantu hubungan tersebut menuju arah yang lebih baik –tapi bisa juga menuju ke arah lebih buruk, tergantung bagaimana anda dan pasangan anda menyikapi daftar tersebut-. Dari daftar yang dibuat oleh pasangan anda, anda bisa melakukan interospeksi pada diri sendiri, apa yang perlu dilakukan agar hubungan menjadi lebih baik. Begitupun sebaliknya, pasangan anda bisa interospeksi diri berdasarkan daftar yang anda buat. Jika anda atau pasangan anda memilih untuk tidak merubah diri sendiri berdasarkan daftar hal yang tidak disukai, maka hal yang harus dilakukan adalah kompromi. Anda harus bisa menerima hal yang anda tidak sukai dari pasangan dan bahkan jika bisa anda harus belajar menyukai hal yang anda tidak sukai tersebut. Begitupun sebaliknya, pasangan anda harus bisa menerima apa yang ia tidak suka dari anda dan bahkan harus belajar menyukai hal tersebut. Pada akhirnya, daftar yang anda tidak sukai dari pasangan anda akan menjadi kosong, dan daftar hal yang anda sukai dari pasangan anda akan terisi penuh dengan mudahnya.

Kenalilah dahulu pasangan anda lebih dalam sebelum mengambil langkah besar dalam hidup anda. Belajar mengenal pasangan memang bisa dilakukan setelah anda mengikat janji sehidup semati, tapi lebih baik anda mengenalnya sebelumnya agar tidak ada ombak yang akan menggoyangkan bahtera rumah tangga anda nantinya. Pada akhirnya, ingatlah bahwa apa yang disatukan oleh Tuhan tidak seharusnya dipisahkan oleh manusia.

- Love is All, Love is You – The Beatles