Apr 9, 2010

Listrik Prabayar

Pernahkah anda mendapati tagihan listrik anda melonjak tinggi dibandingkan tagihan bulan-bulan sebelumnya? Atau pernahkah anda terpaksa pulang setelah mengantri untuk membayar listrik karena uang yang anda bawa ternyata tidak cukup untuk membayar listrik anda? Untuk mengatasi keluhan atau kejadian seperti diatas, Perusahaan Listrik Negara memperkenalkan sebuah sistem listrik prabayar.

 Selama ini istilah prabayar dan pascabayar dikenal identik dengan telepon seluler, dua istilah yang digunakan untuk membedakan cara pembayaran telepon seluler. Sesuai namanya, pascabayar berarti kita membayar sejumlah uang setelah kita memakai jasa telekomunikasi yang disediakan, sementara prabayar berarti kita membayar sejumlah uang sebelum kita memakai layanannya. Demikian pula dengan listrik prabayar, untuk dapat menggunakan listriknya kita harus membayar (membeli) dimuka.

Saat memutuskan memakai listrik prabayar, anda akan diberikan kWh meter prabayar digital dan sebuah kartu prabayar. kWh meter dilengkapi layar LED untuk menampilkan informasi jumlah kWh terpakai, kWh tersedia, besar daya, dan informasi lainnya. kWh meter juga akan mengeluarkan tanda peringatan (alarm dan lampu indikator) jika kWh yang tersedia sudah menipis. Kartu prabayar diberikan sebagai identitas pelanggan listrik prabayar. Kartu prabayar digunakan saat membeli voucher (disebut TOKEN) listrik. Nominal token yang tersedia dimulai dari Rp. 20.000 hingga nominal Rp. 1.000.000. Saat ini token baru bisa diperoleh di kantor pos, Bank Bukopin, ATM Bukopin dan beberapa tempat pembayaran listrik mandiri. Dalam waktu dekat, seiring dengan bertambahnya pelanggan listrik prabayar, maka token akan lebih mudah didapat.

Beberapa keuntungan dari listrik prabayar adalah :
  • Anda dapat mengontrol atau mengatur sendiri pemakaian listrik anda setiap bulannya, karena jumlah kWh yang terpakai dan jumlah kWh yang tersisa tercantum dengan jelas pada kWh meter prabayar.
  •  Anda dapat membeli/membayar listrik kapan saja, tanpa harus menunggu tagihan dan waktu bayar seperti pada listrik pascabayar.
  • Token tidak memiliki masa berlaku (tidak seperti pulsa telepon seluler) sehingga listrik akan terus menyala selama masih ada energi listrik
  • Lebih aman karena tidak ada lagi kemungkinan didatangi oleh petugas meteran gadungan
  • Tidak ada sanksi keterlambatan membayar
  • Tidak ada biaya Jaminan berlangganan

Saya sendiri sekarang sudah memakai listrik prabayar dan sudah merasakan keuntungan yang diberikan. Anda berminat bermigrasi? Program migrasi gratis sudah berakhir tanggal 30 Maret 2010, tapi bukan berarti bermigrasi ke prabayar akan repot. Anda hanya perlu mendaftar di PLN terdekat, dalam beberapa hari petugas akan memasang perangkat listrik prabayar.


Regards,



6 comments:

Ariyanti said...

Permataaaxxx...!!! ^_^
Cepet banget bikin pe er dari Quinie, heheee... Kereeen penjelasannya!
Gak salah kamu jadi duta PLN, hihihi :)

Arnold Linting - Ode said...

hehehe...kamu juga cepet komennya :P

Quinie said...

huaaaa hebaaat ode!!!
oww... ternyata begitu toh... gua dukung lu jadi duta PLN!!!! *eh kapan pemilihannya?!*

Quinie said...

thanks ya de. sukkkaaa deh ama blogger yang satu ini, permintaan sayah selalu dituruti :)

Arnold Linting - Ode said...

@Quin : Terima kasih bu guru, tapi kan Pilkada Bekasi udah lewat -loh, kok ga nyambung??? - :P
@Quin : Sama-sama bu guru ^_^

refli kures said...

kalau sudah beli token pln tapi blm dimasukan itu apakah ada masa kadaluarsanya?