Apr 22, 2010

Telepon

Nomor telepon seluler saya yang baru ini bermasalah....

Masalahnya bukanlah masalah teknis seperti tidak dapat digunakan berkomunikasi, tapi lebih ke masalah non-teknis. Belakangan ini banyak nomor-nomor dari orang yang tidak saya kenal, menghubungi saya. Saya sangaaaat tidak suka hal seperti ini.

Nomor pertama yang "nyasar" ke telepon saya adalah sebuah nomor yang mengirim pesan singkat bahwa saya memenangkan sejumlah uang dan ia "mengaku-ngaku" sebagai perwakilan perusahaan operator telepon seluler yang saya pakai. Karena saya tau ini adalah salah satu modus penipuan, saya cuekin pesan singkat tersebut, dan bahkan akhirnya setelah mencatat nomor pengirimnya -dengan tujuan melaporkannya ke polisi- saya menghapus pesan tersebut -bodohnyaa...gimana bisa melapor kalau tidak ada bukti, Nod??- tidak lama setelah saya hapus pesan tersebut, nomor yang sama kembali mengirimkan pesan yang sama pula. Mulai kesal, saya benar-benar menelepon nomor yang diakuinya sebagai nomor customer service, sekedar ingin mendengar suara -dan memaki- si penipu. Suara yang saya dengar adalah suara seorang pria, yang mengatakan "kami sedang sibuk saat ini pak, mohon hubungi kembali nanti ya". Setelah menelepon, saya kembali menghapus pesan singkatnya -dooh, ga jadi melapor lagi deh-.

Esoknya, nomor tersebut kembali mengirimkan pesan singkat kepada saya. Tidak tanggung-tanggung, kali ini 3 pesan sekaligus mampir ke telepon seluler saya secara bersamaan. "What the h**l??" Akhirnya saya memutuskan untuk memasukkan nomor tersebut ke dalam blacklist telepon saya -setelah menghapus satu nomor dalam blacklist karena kepenuhan :P- dan nomor itu tidak lagi mengganggu saya.

Setidaknya saya pikir begitu......

Beberapa hari kemudian nomor berbeda mengirimkan saya pesan yang sama. Nomor yang dijadikan customer service juga sama. Dalam artian, ini adalah penipu yang sama, dengan nomor berbeda.

Di lain hari, saya menerima pesan sinkat yang bertuliskan "Assalamualaikum...mus, pa kbr nih? msh ingat g ma q?". Merasa tidak memiliki nama panggilan "mus", saya membalasnya dengan "Walaikumsalam. Maaf anda salah sambung, saya bukan Mus". Tidak lama dibalasnya pula pesan singkat saya, katanya "oh ya? kl gt ni siapa? blh kenalan kan?". Aduuuuhhh...saya paling males nih kalau dapet pesan singkat begini, orang-orang itu apa maunya sih nyari kenalan dengan cara begini? Saya tidak balas pesan tersebut. Bukannya berhenti mengganggu saya, nomor tersebut malah menelepon saya berkali-kali. Tapi setiap saya angkat, langsung ditutup bahkan sebelum saya bilang "halo". Karena kesal saya masukkan nomor tersebut ke dalam blacklist.

Dua hari setelahnya, alias KEMARIN, saya kembali mendapat pesan singkat nyasar yang menganggap saya bernama Eno, pesan singkat yang bertuliskan "Malam Eno...Eno besok masuk ga?". Saya tidak membalas. Untungnya nomor terakhir tidak menganggu lagi tanpa saya masukkan ke dalam blacklist

Saya heran, darimana orang-orang yang tidak saya kenal itu mendapatkan nomor baru saya? Padahal, karena sudah sering mengalami gangguan dari orang tak dikenal, saya selalu berhati-hati untuk tidak mencantumkan nomor telepon seluler saya secara sembarangan. Saya hanya memberitahukan nomor telepon seluler saya kepada beberapa orang terdekat saja. Nomor telepon di status Facebook masih yang lama, belum di-update, dan itupun privacy setting-nya terbatas pada beberapa orang yang benar-benar saya kenal saja. Saya hanya membeli pulsa dalam bentuk voucher fisik, kalaupun harus elektrik saya hanya melakukan transaksi dengan orang yang saya percaya, yaitu pada teman kantor saya dan tetangga saya, mereka yang saya yakini tidak akan menyebarluaskan nomor telepon seluler saya pada orang lain yang tidak saya kenal. 

Lalu bagaimana caranya nomor telepon saya bisa berada di tangan orang-orang yang tak bertanggung jawab?

Entahlah, saya juga capek berurusan dengan hal ini. Kalau ada yang tau, mohon di-sharing informasinya...

8 comments:

Ariyanti said...

Mungkin nomor kamu pernah dipake orang lain Nod... Terus angus... Dan teman2nya masih nyimpen no itu. Maaf ya kamu jadi kena kerjaan sama orang2 :(

Arnold Linting - Ode said...

Wah, nomor recycle ya? Ya sudah gapapa ^_^

Quinie said...

hihihi.. besok2 gag usah dibales.. btw, jangan2 nomor simpati gua masuk ke blacklist lu ya? makanya kadang terignore?
ayoo dicek duyuu blacklistnya :D

Arnold Linting - Ode said...

Hah? Emang ada nomor simpati juga? di phonebook cuma ada yang xl sama axis..berapa nomor simpatinya?

Harus dibales bu, saya kan blogger, terbiasa membalas -komen- hehehe..lagian kalau gag dibalas biasanya "mereka" tetap "keukeuh" memancing saya merespon :(

Kantong Plastik said...

ahhaa.. nomernya punya banyak fans yah..
*nomernya, bukan yg punya nomer. =p

Arnold Linting - Ode said...

@Mel : yang pasti sih yang punya nomor :D

Enno said...

nyari enno? wah temenku kali hahaha

;)

Arnold Linting - Ode said...

@Enno : ooh...kalau begitu apakah besok Enno masuk? xixixixixi :D