Showing posts with label daily. Show all posts
Showing posts with label daily. Show all posts

Jul 4, 2012

Catatan Pendek

Sejujurnya, banyak ide di kepala saya selama beberapa bulan ini...tapi sayangnya, waktu tidak memungkinkan...di kantor tidak mungkin, di rumah yang ada tinggal tidur aja...maklum, tiap hari menempuh jarak bekasi-tanah abang pp...

Aug 11, 2010

Hitchhike

Yup, hitchhike. Kata yang memiliki arti "menumpang". Sering kita dengar kata ini dalam film-film hollywood, dimana seseorang yang hendak menuju ke suatu tempat mencoba untuk menumpang kendaraan orang lain yang melewatinya.Gerakan yang dilakukan oleh seseorang yang ingin menumpang sangatlah mudah diingat, yaitu mengangkat ibu jari dan mengacungkan tangan ke arah jalan dimana ada kendaraan yang akan lewat.

Saya belum pernah mendengar ada seseorang yang saya kenal, yang pernah mencoba mendapatkan tumpangan dengan cara seperti dalam film hollywood tersebut, sehingga tingkat keberhasilan tanda menumpang tersebut disini tidaklah saya ketahui. Hingga sampai suatu saat saya sendiri mencobanya....

Suatu malam di akhir pekan -dimana keesokan harinya saya tidak bekerja- saya pulang terlalu larut. Saya ingat saat itu sedang ramainya demam Piala Dunia 2010. Saat tiba di tempat saya biasa berganti kendaraan untuk mencapai rumah saya, saya sedikit heran mendapati tempat itu sepi dari angkutan umum dan ojek. Biasanya di jam tersebut masih ada beberapa ojek yang menunggu di depan sebuah pusat perbelanjaan, tapi hari itu tidak ada sama sekali. Angkot yang biasanya masih terlihat satu atau dua, kali ini tidak terlihat sama sekali, hanya mobil pribadi dan taksi yang terlihat mengisi jalan. Karena tidak memungkinkan bagi dompet saya untuk membayar taksi, saya kemudian memutuskan berjalan dari tempat itu menuju tempat saya berganti angkutan berikutnya, yang kira-kira berjarak 1 Kilometer, dengan harapan di tempat itu masih ada ojek yang menunggu penumpang.

Saat sedang berjalan di kegelapan, dengan ditemani sinar redup lampu jalan, tiba-tiba saja saya mengangkat tangan kanan saya sehingga lurus dengan pundak, dan menaikkan ibu jari saya. Ya, saya memberi tanda untuk menumpang seperti pada film-film hollywood yang pernah saya tonton. Ajaib, sebuah mobil Suzuki APV berhenti di sisi jalan, tidak jauh dari tempat saya berdiri. Mobil dengan tulisan Mandala Airlines di bagian belakang dan samping mobil, yang menandakan bahwa mobil tersebut milik Mandala Airlines itu, berhenti setelah melihat tangan saya.

Saya kemudian menghampiri pintu sisi penumpang di sebelah supir. Kaca mobil kemudian terbuka dan sang pengemudi bertanya kepada saya. "Mau kemana Pak?" tanyanya. "Narogong Pak, Bapak kemana?" jawab saya sambil balik bertanya. "Sama Pak, saya juga ke Narogong. Ayo naik" lanjutnya. Saya naik mobil tersebut, duduk di depan, tepat di samping sang pengemudi. Selanjutnya, sang pengemudi kembali menjalankan kendaraannya. Sepanjang jalan kami berbincang, sang pengemudi -yang saya lupa menanyakan namanya siapa- bertanya saya bekerja dimana, dan saya pun kemudian diberitahu bahwa beliau adalah pengemudi Mandala Airlines yang baru saja mengantar pulang pramugari maskapai tersebut. Di tengah jalan sempat sang pengemudi menawarkan seorang ibu untuk ikut bersama kami karena merasa kasihan melihat ibu tersebut berjalan kaki tengah malam seperti itu. Ibu itu menolak dengan alasan bahwa tujuannya sudah dekat. Oleh Pengemudi tersebut, saya diantar sampai di depan jalan menuju rumah saya.

Pengalaman yang mengejutkan, dan juga berharga. Dari sekedar iseng, ternyata bisa menolong diri saya. Saya juga kemudian mengetahui satu hal....
Masih ada masyarakat yang baik di negara ini, yang mau menolong sesama tanpa pamrih.

Terima kasih bapak supir Mandala Airlines yang baik hati :)

May 11, 2010

Ga Jelas

Saatnya menulis sesuatu yang tidak jelas :D

Sedikit mau bercerita tentang beberapa orang yang saya temui baru-baru ini.

Orang pertama saya temui Senin malam di pangkalan angkot yang akan mengantar saya pulang ke rumah. Kita sebut saja si A. Ceritanya malam itu sekitar jam 10, saya tiba di pankalan angkot jurusan Narogong yang biasa saya naiki tiap hari -kalau tidak kemalaman-. Berdiri di dekat angkot itu, angkot yang ternyata merupakan angkot terakhir yang beroperasi hari itu, adalah si A dan sang supir. Si A meneriakkan jurusan angkot, guna menarik perhatian calon penumpang yang baru turun dari bis atau angkot lain di perempatan jalan. Teriakan si A ini terdengar aneh -buat saya setidaknya-, karena bukannya menyebut kata "narogong" dirinya lebih terdengar menyebut "narong", atau "naronrong", atau "nadong". Selain pelafalan yang aneh, tingkah lain dari si A juga bisa dibilang aneh -dan menyebalkan-. Dia berkali-kali membuang ludah setelah berteriak. Selain itu, tangannya yang memegang beberapa keping uang logam, barkali-kali mengetukkan koin-koin itu ke bagian mana saja dari angkot, entah kacanya, bodinya, sampai ke atapnya, layaknya yang dilakukan kenek bis kota saat memberi tanda pada supir untuk berhenti. Aneh karena angkotnya memang tidak akan kemana-mana, jadi buat apa disuruh berhenti. Aneh karena ini angkot, bukan bis kota, yang mana dengan bersuara sedikit dan mengatakan "stop" atau "kiri" maka si supir akan berhenti -itupun kalau sedang berjalan angkotnya, lah ini masih mangkal, mesinnya saja masih mati-. Menyebalkan karena suaranya membuat gaduh, berisik, dan membuat tidak nyaman penumpang yang menunggu angkotnya berangkat.

Setelah lebih dari 30 menit menunggu, akhirnya bapak supir angkot mulai menjalankan kendaraannya -itupun setelah ditegur oleh ibu-ibu penumpang lainnya yang tidak sabar bertemu suami dan anaknya di rumah-. Si A ikut di dalam angkot, duduk di bangku artis -bangku tambahan yang ada di dekat pintu angkot-. Ia tetap mengetukkan koin-koinnya saat hendak berhenti, tetap beberapa kali berteriak "narong" atau "narongrong" atau "nadong", dan kali ini tambahannya adalah ia berkali-kali berkata "tarik, terus" walaupun angkotnya sedang tidak dalam posisi berhenti. Dalam  pikiran saya si A ini adalah mantan kenek bis kota, atau seseorang yang bercita-cita menjadi kenek bis kota namun tidak kesampaian.

Beberapa saat sebelum saya turun dari angkot, saya baru tau kenapa si A bertingkah laku seperti itu. Supir angkotnya bilang "Ga usah takut ya bapak-bapak ibu-ibu, dia emang sedikit gila, tapi ga berbahaya kok, dia ponakan saya". *Speechless*

Orang kedua saya temui selasa pagi di dalam bis patas AC yang mengantar saya menuju tempat bekerja. Sebut saja bapak B. Ceritanya pagi itu saat matahari belum menampakkan diri, saya sudah berada di dekat pintu tol Bekasi Barat, menunggu bis kota. Setelah menunggu beberapa saat, akhirnya bis yang saya tunggu datang juga. Segera saya menaiki bis tersebut. Tidak seperti biasanya dimana bis tersebut akan diserbu banyak orang yang berebut menaiki bis, pagi itu hanya ada 2 orang yang menaiki bis. Tapi walaupun yang naik hanya berdua, kami tetap tidak mendapatkan tempat duduk. Saya kemudian memilih berdiri dekat bapak B yang duduk di deretan belakang kursi bis.

Baru beberapa saat meninggalkan pintu tol, bapak B terlihat gelisah, duduknya tidak tenang. Saya mencoba memperhatikan kenapa dirinya gelisah. Ternyata, dirinya terkena tetesan air pendingin udara yang bocor. Berkali-kali bapak B menengok ke atas mencoba mencari lubang tempat air tersebut menetes. Kalau saya ada di posisi bapak B, yang saya lakukan kemungkinan adalah pindah tempat duduk -kondisi penuh seperti itu berarti merelakan tempat duduk dan berdiri-, atau tetap duduk dengan konsekuensi sedikit basah. Tapi bapak B tidak berpikir seperti saya, karena beberapa saat kemudian dia berdiri dan memukul pendingin udara yang bocor tersebut. Alih-alih memperkecil kebocoran, air yang mengalir malah tambah keras akibat pukulannya. Dia kemudian kembali memukul pendingin udara tersebut, tapi setiap pukulan yang ia lancarkan tidak memperkecil debit air yang mengalir. Akhirnya setelah kemejanya basah hampir setengahnya, ia menyerah dan mulai berdiri menjauh dari kebocoran pendingin udara. *yaelah, kenapa ga dari tadi, pake ngerusak segala*

Apr 22, 2010

Telepon

Nomor telepon seluler saya yang baru ini bermasalah....

Masalahnya bukanlah masalah teknis seperti tidak dapat digunakan berkomunikasi, tapi lebih ke masalah non-teknis. Belakangan ini banyak nomor-nomor dari orang yang tidak saya kenal, menghubungi saya. Saya sangaaaat tidak suka hal seperti ini.

Nomor pertama yang "nyasar" ke telepon saya adalah sebuah nomor yang mengirim pesan singkat bahwa saya memenangkan sejumlah uang dan ia "mengaku-ngaku" sebagai perwakilan perusahaan operator telepon seluler yang saya pakai. Karena saya tau ini adalah salah satu modus penipuan, saya cuekin pesan singkat tersebut, dan bahkan akhirnya setelah mencatat nomor pengirimnya -dengan tujuan melaporkannya ke polisi- saya menghapus pesan tersebut -bodohnyaa...gimana bisa melapor kalau tidak ada bukti, Nod??- tidak lama setelah saya hapus pesan tersebut, nomor yang sama kembali mengirimkan pesan yang sama pula. Mulai kesal, saya benar-benar menelepon nomor yang diakuinya sebagai nomor customer service, sekedar ingin mendengar suara -dan memaki- si penipu. Suara yang saya dengar adalah suara seorang pria, yang mengatakan "kami sedang sibuk saat ini pak, mohon hubungi kembali nanti ya". Setelah menelepon, saya kembali menghapus pesan singkatnya -dooh, ga jadi melapor lagi deh-.

Esoknya, nomor tersebut kembali mengirimkan pesan singkat kepada saya. Tidak tanggung-tanggung, kali ini 3 pesan sekaligus mampir ke telepon seluler saya secara bersamaan. "What the h**l??" Akhirnya saya memutuskan untuk memasukkan nomor tersebut ke dalam blacklist telepon saya -setelah menghapus satu nomor dalam blacklist karena kepenuhan :P- dan nomor itu tidak lagi mengganggu saya.

Setidaknya saya pikir begitu......

Beberapa hari kemudian nomor berbeda mengirimkan saya pesan yang sama. Nomor yang dijadikan customer service juga sama. Dalam artian, ini adalah penipu yang sama, dengan nomor berbeda.

Di lain hari, saya menerima pesan sinkat yang bertuliskan "Assalamualaikum...mus, pa kbr nih? msh ingat g ma q?". Merasa tidak memiliki nama panggilan "mus", saya membalasnya dengan "Walaikumsalam. Maaf anda salah sambung, saya bukan Mus". Tidak lama dibalasnya pula pesan singkat saya, katanya "oh ya? kl gt ni siapa? blh kenalan kan?". Aduuuuhhh...saya paling males nih kalau dapet pesan singkat begini, orang-orang itu apa maunya sih nyari kenalan dengan cara begini? Saya tidak balas pesan tersebut. Bukannya berhenti mengganggu saya, nomor tersebut malah menelepon saya berkali-kali. Tapi setiap saya angkat, langsung ditutup bahkan sebelum saya bilang "halo". Karena kesal saya masukkan nomor tersebut ke dalam blacklist.

Dua hari setelahnya, alias KEMARIN, saya kembali mendapat pesan singkat nyasar yang menganggap saya bernama Eno, pesan singkat yang bertuliskan "Malam Eno...Eno besok masuk ga?". Saya tidak membalas. Untungnya nomor terakhir tidak menganggu lagi tanpa saya masukkan ke dalam blacklist

Saya heran, darimana orang-orang yang tidak saya kenal itu mendapatkan nomor baru saya? Padahal, karena sudah sering mengalami gangguan dari orang tak dikenal, saya selalu berhati-hati untuk tidak mencantumkan nomor telepon seluler saya secara sembarangan. Saya hanya memberitahukan nomor telepon seluler saya kepada beberapa orang terdekat saja. Nomor telepon di status Facebook masih yang lama, belum di-update, dan itupun privacy setting-nya terbatas pada beberapa orang yang benar-benar saya kenal saja. Saya hanya membeli pulsa dalam bentuk voucher fisik, kalaupun harus elektrik saya hanya melakukan transaksi dengan orang yang saya percaya, yaitu pada teman kantor saya dan tetangga saya, mereka yang saya yakini tidak akan menyebarluaskan nomor telepon seluler saya pada orang lain yang tidak saya kenal. 

Lalu bagaimana caranya nomor telepon saya bisa berada di tangan orang-orang yang tak bertanggung jawab?

Entahlah, saya juga capek berurusan dengan hal ini. Kalau ada yang tau, mohon di-sharing informasinya...

Apr 15, 2010

A Shoulder To Cry On

Lagu wajib karaoke...


Life is full of lots of up and downs,
But the distance feels further,
When it's headed for the ground,
And there's nothing more painful,
Than to let your feeling take,
You down.

It's so hard to know,
The way you feel inside,
When there's many thoughts,
And feeling that you hide,
But you might feel better,
If you let me walk with you,
By your side,

And when you need,
A shoulder to cry on,
When you need,
A friend to rely on,
And when the whole world is gone,
You won't be alone,
Cause i'll be there,
I'll be your shoulder to cry on,
I'll be there,
I'll be yur friend to rely on,
When the whole world is gone,
You won't be alone cause i'll be there,

All of the times,
When everything is wrong,
And you're feeling like,
There's no use going on,
You can't give it up,
I'll help you work it out,
And carry on,

Side by side,
With you till the end,
I'll always be the one to firmly hold your hand,
No matter what there said or done,
Our love will always continue on,

Everyone needs a shoulder to cry on,
Everyone needs a friend to rely on,
When the whole world is gone,
You won't be alone,
Cause i'll be there,
I'll be your shoulder to cry on,
I'll be there,
I'll be your friend to rely on,
When the whole world is gone 
You won't be alone,
Cause i'll be there,
You have my shoulder to cry on,
I'll be there
I'll be the one to rely on,
When the whole world is gone,
You won't be alone,
Cause i'll be there,

And when the whole world is gone,
You always have my shoulder to cry on.


A Shoulder To Cry On - Tommy Page


Apr 13, 2010

Mengenang Masa Kecil

Setelah mengunduh lagu Frente!, saya iseng-iseng mencoba mengunduh lagu yang sudah susah dicari di pasaran, misalnya I would do anything for love(but I won’t do that) – Meatloaf, Promise I make – Dakota Moon, Teardrops – Radio, I will be here for you – Michael W Smith, Tribute – Tenacious D, dan beberapa lagu yang dahulu sekali saya miliki kasetnya, yaitu lagu-lagu dari Tommy Page.

Melihat mudahnya mendapatkan lagu-lagu langka ini di dunia maya, saya terpikir untuk mencari lagu-lagu tema film anak jaman dulu. Ya, film yang dulu entah ditayangkan di televisi atau ditonton melalui video betamax. Film-film kartun dan film-film robot-robotan –seperti power rangers dan ksatria baja hitam-. Saya mengenal beberapa lagu tema film anak jaman dulu, saya bahkan sempat punya album kaset lagu film Gaban dan album lagu-lagu film anak terbaik –pada masa itu tentunya-.
Goggle V

Beberapa lagu sudah saya unduh, masih sangat terbatas karena kecepatan koneksi yang tidak memungkinkan saya mengunduh berpuluh-puluh lagu dalam satu hari. Yang sudah berhasil saya unduh adalah lagu tema uchuu keiji Gaban (Gaban), uchuu keiji Sharivan (Sharivan), uchuu keiji Shaider (Shaider), Denjin Zaborger (Zabogar), Megaloman, Goggle V, Lion Maru, Getter Robo, Ikkyu San, Silverhawks dan Thundercats. Daftar ini akan bertambah, apalagi ada beberapa lagu yang ternyata kualitasnya jelek dan saya hendak mencari yang kualitasnya lebih baik.

Selesai mengunduh lagu-lagu tersebut, saya mendengarkan lagu-lagu tersebut berulang-ulang, sambil sedikit mengingat tokoh dan cerita dari film yang dimaksud.
Sharivan - Gaban - Shaider

Saya ingat Gaban adalah “polisi luar angkasa” dengan baju besi berwarna putih, Sharivan dan Shaider adalah sesame “polisi luar angkasa” dengan warna merah dan biru. Ketiganya memiliki serial sendiri namun sempat muncul secara bersamaan di salah satu episode Shaider.
Megaloman

Megaloman adalah jagoan –bener ya jagoan istilahnya?- seperti ultraman, dengan penampilan seluruh tubuh ditutup latex –atau apapun itu, yang pasti karet-, hanya saja tidak seperti ultraman, Megaloma memiliki rambut putih yang panjang sehingga penampilannya sangat mirip dengan penyanyi rock. Senjata andalannya adalah lemparan bola api dari rambutnya sambil berteriak “megalon fire!”
Zaborger

Denjin Zaborger adalah sebuah motor yang bisa berubah menjadi robot –atau sebaliknya ya???- dengan warna silver dan merah. Zabogar dikendalikan oleh pengendara motornya melalui helm yang ada microfon kecilnya. Di akhir-akhir episodenya, zabogar sempat rusak dan kemudian diperbaiki sehingga untuk berubah menjadi robot diperlukan 2 motor.
Lion Maru

Lion Maru adalah seorang samurai pembela kebenaran yang dapat berubah wujud menjadi manusia-singa. Dengan pedang saktinya sang samurai berjuang sendirian melawan penjahat. Di akhir cerita, barulah sang jagoan mendapat bantuan dari rivalnya yang bernama Tiger Joe, seorang samurai yang mampu berubah wujud menjadi manusia-harimau.
Getter Robo

Getter robo adalah film kartun sejenis dengan voltus V. Bedanya getter robo hanya terdiri dari 3 pesawat independen yang dapat bergabung menjadi sebuah robot. Uniknya, robot yang dibentuk berbeda-beda pula tergantung urutan penggabungan pesawat. Ada 3 jenis robot yang bisa dihasilkan. Sama seperti zabogar, di akhir-akhir filmnya getter robo mengalami kerusakan, sehingga perlu diperbaiki untuk tetap melawan musuh. Getter robo yang sudah diperbaiki muncul dengan nama Shin Getter Robo.
Thundercats and Silverhawks

Silverhawks adalah film kartun –yang sepertinya buatan amerika, entahlah- tentang sekelompok penjaga perdamaian luar angkasa, yang tubuhnya memiliki sayap layaknya elang (hawk) dan berwarna silver –kecuali yang paling kecil, warnanya bronze-. Thundercats juga film kartun –yang juga sepertinya buatan amerika, entahlah- yang bercerita tentang sekelompok manusia-kucing pembela kebenaran.

Wah…jadi mau nonton fil-film itu lagi….masih ada tidak ya?




Apr 12, 2010

Melayani dan Melindungi

“To Serve and Protect” adalah motto kepolisian Amerika Serikat yang sering kita lihat di film-film Hollywood atau acara lainnya buatan Amerika Serikat. Motto yang bagus, sebuah motto yang mengartikan pengabdian penuh kepolisian kepada masyarakat dengan melayani dan melindungi.

Berangkat dengan semangat yang sama, Kepolisian Republik Indonesia memiliki motto yang sama –atau mungkin ini memang motto kepolisian di Negara manapun? Entahlah…- yaitu “Melayani dan Melindungi”. Motto tersebut, sama dengan motto polisi Amerika Serikat tentunya berarti melayani dan melindungi masyarakat Republik Indonesia.

Tapi apakah benar seluruh masyarakat Indonesia merasa dilayani dan dilindungi? Jangan-jangan mereka merasa polisi adalah musuh, sosok yang sebisa mungkin dihindari.

Citra kurang baik polisi di Indonesia sering kita dengar. Beberapa cerita dari rekan, kenalan, kerabat mengatakan betapa banyak oknum yang dengan mudahnya menerima “uang damai” saat mereka diberhentikan oleh polisi karena melanggar rambu lalu lintas. Atau mungkin cerita tentang bagaimana rekan, kenalan atau kerabat saya dikenakan biaya saat melapor atas kehilangan surat atau barang berharga. Tidak besar memang, tapi bukankah harusnya pelayanan publik seperti itu tidak dipungut bayaran?

Karena seringnya terdengar kabar seperti itu, masyarakat yang belum pernah mengalami hal tersebut akan berpendapat bahwa begitulah semestinya. Saya sendiri seperti itu. Saya sudah pernah melihat beberapa oknum polisi yang melepaskan pelanggar lalu lintas tanpa surat tilang hanya karena si pelanggar memberikan sejumlah uang dengan sembunyi-sembunyi –tapi tetap kelihatan juga-, tapi saya belum pernah mengurus surat kehilangan barang berharga. Karena saya sering mendengar bahwa mengurus surat kehilangan benda berharga dikenakan biaya sekitar Rp. 10.000 sampai Rp. 30.000, maka saat saya kehilangan kartu ATM, saya menyiapkan sejumlah uang untuk biaya melapor.

Ceritanya, saya kehilangan kartu ATM saya di sekitar Kalimalang. Setelah memblokir kartu tersebut, saya kemudian melapor ke kantor polisi terdekat, yang mana saat itu adalah Kepolisian Sektor Metropolitan Duren Sawit. Petugas yang menyambut saya adalah Bapak Jumangin –karena keterbatasan pengetahuan saya tentang pangkat kepolisian, saya tidak bisa menyebut pangkatnya, yang pasti di pundaknya ada 2 garis yang bentuknya seperti huruf M- yang sedang berada di depan sebuah komputer. Setelah menanyakan maksud saya datang ke tempat itu, Pak Jumangin dengan sigap langsung membuatkan saya dokumen yang saya perlukan. Setelah selesai ditanda tangani, Pak Jumangin menyerahkan Surat Tanda Laporan Kehilangan Barang / Surat kepada saya. Saya mengucapkan terima kasih. Karena kabar yang saya dengar tentang adanya pungutan biaya, saya bersiap mengeluarkan dompet saya sambil bertanya “Apa sudah cukup pak? Ada yang lain?” Dengan sigap Pak Jumangin menjawab “Sudah selesai pak, tidak ada yang lain” Saya kemudian keluar ruangan itu setelah sekali lagi mengucapkan terima kasih. Diluar, saya masih tidak percaya apa yang baru saja terjadi. Saya tidak dipungut bayaran!! Bahkan sampai beberapa saat kemudian saya masih tidak percaya, sekaligus takut kalau suratnya bermasalah. Tapi ternyata tidak, hal itu benar-benar terjadi, saya melapor, mendapat pelayanan yang sangat baik, dan tidak dipungut bayaran!

Luar biasa kalau semua personil di kepolisian seperti Pak Jumangin, seorang polisi yang benar-benar mengabdi untuk melayani dan melindungi masyarakat. Terima kasih banyak Pak Jumangin. Terima kasih banyak Kepolisian Republik Indonesia.


Apr 7, 2010

Kalau Saya Sedang Tidak Jelas, Ini Hasilnya....

Selamat sore...

Saya sedang terkena penyakit "malas menulis" belakangan ini. Banyak banget kejadian yang sebenarnya bisa berbuah tulisan, tapi apa daya, saya hanya mampu menelurkan sedikit tulisan. Bahkan rencana menulis review banyak film yang sudah ditonton juga harus terbengkalai karena pikiran buntu dan tubuh malas.

Sekarang, saat sedang semangat-semangatnya menulis, karena terbawa euforia kembali menulisnya salah satu penulis favorit saya, saya malah tidak ada ide mau menulis apa. Bingung....

Yah, akhirnya saya hanya mampir kesana kemari, menjenguk blog beberapa teman -memakan waktu yang lama juga, karena saya bukan pembaca yang cepat hehehe- dan meninggalkan beberapa jejak pada tulisan yang menarik bagi saya. Lalu meneruskan "melukis" menggunakan program Paint di komputer -lebih ke iseng iseng corat coret saja sebenarnya- dan menghasilkan lukisan seperti yang ada di atas. Tidak lupa saya berkunjung ke rumah blogger favorit saya dan mendapati bahwa rumahnya baru saja berganti baju. Setelah lama mengamati baju barunya, saya kemudian sedikit memperbaiki rumah saya -hayoo, apa yang berubah??-

Nah, setelah selesai berbenah, baru saya mendapat ide hendak menulis apa, dan lahirlah tulisan ini.

..............

- benar benar parah penyakit ini *hufh* -

Mar 23, 2010

Perfect

“True or false, men married to attractive women, not to perfect women”

Itu pertanyaan dari status teman saya. Karena tertarik, saya menjawab dengan komentar “True. There is no such thing as a perfect woman (or perfect man)”.

Kenapa saya jawab seperti itu? Karena memang seperti itu adanya, tidak ada manusia yang terlahir sempurna. Betul kan?

Dalam hal memilih pasangan hidup, sangat sulit mencari seseorang yang benar-benar sempurna. Selain itu, seseorang bisa jadi sempurna di mata satu orang, tetapi tidak di mata orang lain. Mengapa?

Mengenai memilih pasangan hidup, disadari atau tidak setiap orang pasti punya kriteria tersendiri yang sangat mungkin berbeda dengan orang lain. Ada yang mengharapkan memiliki pasangan yang cantik/tampan, yang pintar, yang baik, yang penyayang, yang jago masak, yang punya banyak harta, dan lain sebagainya. Dari kriteria yang diciptakan sendiri itulah seseorang kemudian menilai apakah pasangannya sempurna atau tidak, apakah memenuhi seluruh kriteria yang diinginkan atau tidak. Semakin tinggi kriteria yang diciptakan, semakin sulit juga menemui sosok yang memenuhi semua kriteria tersebut.

Kemudian katakanlah si A dan si B memiliki kriteria pasangan sempurna harus cantik, pintar, baik dan kaya. C adalah orang yang cantik, pintar, baik dan kaya. Tapi belum tentu C sempurna di mata keduanya. Kenapa?
Karena standar yang diberikan A dan B pasti berbeda. Kecantikan C bisa jadi cukup memenuhi kriteria A, tapi tidak untuk B. Begitupun dengan tingkat kepintaran, kebaikan dan kekayaan, pasti tingkatnya berbeda. Kemudian katakanlah C memenuhi semua Kriteria A dan B, lalu bagaimana dengan hal lain yang tidak menjadi kriteria A dan B, seperti misalnya ternyata C adalah Kleptomania, atau mendengkur saat tidur, atau hal buruk lainnya, bukankah ini juga ketidak sempurnaan si C? Hal-hal kecil yang membuat C tidak sempurna di mata A dan B.

Intinya, manusia memang cenderung mencari sosok pasangan sempurna, tapi sosok sempurna sebenarnya tidak ada. Sosok yang menarik walaupun tidak sempurna tentulah pilihan yang logis bagi tiap orang. Jadi, lupakan semua standar tinggi yang anda ciptakan, bersyukurlah akan apa yang ada di dekat anda saat ini, cintai orang yang sedang dekat dengan anda walaupun ia tidak sempurna.

- You’re all the things that I desire to save me completely, you’re the one true thing I know I can believe - Push, Sarah McLachlan

Mar 11, 2010

Kejadian Semalam

Semalam (alias malam kamis) setelah tiba di rumah dengan selamat, saya kemudian mencuci muka sampai bersih, kemudian menyikat gigi juga sampai bersih, kemudian meminum segelas air, mengambil setengah piring nasi dengan kulit ayam goreng tepung dan perkedel kentang, kemudian memakan makanan yang saya ambil, meletakkan piring di tempat cuci piring, meminum segelas air, lalu segelas jus jeruk berbulir, masuk kamar, menelepon seseorang dan berangkat tidur.

Saya memang merencanakan tidur cepat malam itu (kalau bisa) karena banyak pekerjaan yang harus dikerjakan esok harinya (alias hari ini), dan juga saya tidak mau terlambat bangun dan terlambat masuk kerja. Rencana itu awalnya berhasil karena saya tertidur lebih cepat dari waktu saya tertidur di hari-hari sebelumnya.

Entak kenapa, saya kemudian terbangun. Termenung sebentar sambil memastikan saya sedang berada dimana, saya kemudian melihat jam pada telepon genggam saya. Jam digital pada telepon genggam menunjukkan waktu jam 02.38. Saya bingung kenapa saya terbangun. Setelah beberapa menit mencoba kembali tidur dan tidak berhasil, akhirnya saya memutuskan keluar dari kamar dan menyalakan Televisi saya, mencari saluran yang menyiarkan siaran langsung pertandingan Liga Champions Eropa antara Manchester United melawan AC Milan.

Beberapa menit menonton, mata saya tidak juga mengantuk kembali. Di layar televisi terllihat kapten kesebelasan Manchester United, Gary Neville, mengirimkan umpan silang ke kotak penalti AC Milan. Umpan akurat itu disambut dengan sundulan oleh Wayne Rooney. Bola mengarah ke sisi kanan gawang AC Milan dan....

GOL! 1-0 Manchester United!

Pertandingan memasuki masa istirahat. Saya beranjak membuka lemari es, mengambil tape singkong yang ada di dalamnya, mengambil segelas air, kemudian kembali ke depan televisi, menghabiskan tape dan air minum. Karena belum mulai, saya menyempatkan berpindah-pindah saluran. Ketika sudah dekat waktunya pertandingan kembali dimulai, saya kembalikan saluran televisi seperti semula.

Belum lama dimulai kembali, bola sudah berada dalam penguasaan Nani yang menyerang dari sisi kiri. Nani melepaskan umpan ke tengah dan disambut oleh Wayne Rooney dengan tendangan dan.....

GOL! 2-0 Manchester United!

Mata saya semakin segar. Beberapa menit berlalu. Bola berada dalam penguasaan Paul Scholes di jantung pertahanan Milan. Scholes melepaskan sebuah through pass kepada Park Ji-Sung yang mampu melepaskan diri dari pengawalan bek Milan. Park Ji-Sung menendang bola dengan akurat ke dekat tiang sebelah kanan
gawang Milan, mengecoh kiper Milan dan.....

GOL! 3-0 Manchester United!

Milan memasukkan amunisi baru untuk mengejar ketertinggalan. Setelah diawal babak kedua memasukkan Clarence Seedorf, Milan kemudian memasukkan David Beckham (welcome home Prince Becks ^_^) dan Filippo Inzaghi. Becks sempat beberapa kali membahayakan gawang United lewat sepakan dan umpan terukurnya, namun tidak satupun berbuah gol. Inzaghi lebih parah lagi, bukannya mencetak gol seperti layaknya tugas seorang striker, Inzaghi malah lebih sukses mencetak 3 offside.

Kedua kesebelasan bergantian menyerang. Kali ini bola jatuh ke kaki Rafael yang langsung menendang bola tersebut, mengirimkan umpan silang ke tiang jauh. Darren Fletcher ada disana, dia tidak dijaga, bola disundul dan....

GOL! 4-0 Manchester United!

Malam yang luar biasa bagi Manchester United. Tidak lama berselang, peluit panjang ditiupkan. Saya melihat jam di dinding. Jam tersebut menunjukkan jam setengah 5 lebih sedikit. Saatnya saya mandi dan bersiap berangkat kerja. Sekarang, baru muncul lagi ngantuknya hehehehe.....

GLORY GLORY MANCHESTER UNITED!!!

Mar 6, 2010

The Best


“You’re the best”

Dalam hidup anda, berapa kalikah anda mendengar orang lain mengucapkan kata-kata tersebut kepada anda? Kata-kata yang entah diucapkan dengan tulus atau tidak, tetapi dapat membuat seseorang menjadi senang. Kata-kata yang jika diterjemahkan secara langsung memiliki arti “Kau adalah yang terbaik”, yang mana jika diucapkan kepada anda berarti anda dianggap sebagai yang terbaik oleh yang mengucapkan kata-kata tersebut.

Terbaik disini bisa dalam berbagai hal. Bisa saja pada saat anda memecahkan masalah rumit yang tidak bisa dipecahkan oleh orang lain, anda diberikan kata-kata bahwa anda yang terbaik. Atau memang karena anda sangat menguasai satu hal hingga tidak ada yang menyamai anda, maka anda akan diberikan kata-kata tersebut. Bisa juga karena keseluruhan yang ada pada diri anda menjadikan anda seseorang yang berbeda dari yang lainnya, sehingga seseorang memberikan anda gelar “terbaik” tersebut. Banyak hal yang dapat memicu terucapnya kata-kata "terbaik".

Saya pribadi jarang sekali mendengar kata-kata itu diucapkan kepada saya. Entah apakah saya memang seorang “loser”, atau memang hanya seseorang yang tidak menonjol. Saya mendapatkan kata-kata “the best” selepas ujian akhir SMU, yang kemungkinan karena sesuatu yang saya lakukan saat ujian (tidak mau ditulis disini, bukan perbuatan yang baik). Predikat “the best” dalam hal yang satu itu bertahan sampai masa kuliah. Selain dari itu, tidak pernah lagi saya mendengar atau menerima ucapan yang menyatakan saya yang terbaik (sekali dua kali pernah sih, tapi tidak jelas diucapkan untuk apa).

Hingga beberapa waktu yang lalu, saya menerima ucapan “you’re the best” dari seseorang. Sungguh, jika boleh bersumpah saya akan bersumpah, kata-kata itu berarti sekali buat saya. Saya tidak tahu apa yang membuat saya "terbaik", dan sesungguhnya saya tidak perduli alasannya, saya hanya senang bisa mendengarnya.

Thank you so much ^_^

Oct 12, 2009

Two in one Day


King and Queen

If i'm a bee, would you be my honey?
If i'm a king, would you be my queen?
When i fall down, would you pick me up?
When i'm being honest, would you lie?

Words are often just spoken
Vows shall not be broken
I love you, and that is true
Have i become the best for you

What a Day

What a day, what a day
What a fabulous day
A day when i see lots of smiles
A day full of things so nice

Today i'm being reassured
By things that you said
Oh how lucky i'll be
To have you as my wife to be

What you said you'd become
Has made me really calm
Through your eyes i saw honesty
What a great wife you are to be

thank you for the day 

Oct 3, 2009

Batik Day


Beberapa waktu yang lalu, saya diberitahu oleh seorang teman bahwa pada tanggal 2 Oktober 2009, UNESCO (bener yah?) akan mengesahkan Batik Indonesia sebagai World Culture Heritage. Katanya, ini artinya, dunia sudah mengakui bahwa Batik yang belakangan di-klaim oleh negara tetangga sebagai budayanya adalah budaya Indonesia. Dia juga mengajak saya untuk memakai batik pada hari tersebut.

Setelah diperiksa di kalender, tanggal 2 Oktober jatuh pada hari Jum'at, hari dimana saya mengenakan batik ke tempat kerja sebagai seragam, jadi tanpa himbauan atau tanpa kejadian batik diakui sebagai budaya Indonesia, saya akan tetap mengenakan batik.

Tiba di tanggal yang dimaksud, saya terkejut saat di angkot menuju ke tempat kerja. Bukan terkejut karena melihat semua penumpang memakai batik pagi itu, tapi saya terkejut karena supir angkotnya juga memakai batik. Bukannya mengecilkan seorang supir angkot, tapi bagi saya untuk seorang supir angkot memakai batik saat ia bekerja adalah pemandangan yang tidak pernah saya temui. Hebat juga si supir angkot berusia sekitar 30-an itu sampai tahu tentang hari batik.

Setibanya di kantor, saya masih disuguhi pemandangan orang-orang memakai batik. Bahkan pekerja yang jarang memakai batik hari itu memakai batik. Disini batik, disana batik, dimana-mana batik. Untungnya, sepanjang hari itu saya tidak menemukan orang yang memakai batik dengan motif yang sama dengan saya.

Senangnya bisa ikut berpartisipasi merayakan disahkannya batik sebagai warisan budaya dunia. Sudah sepantasnya kita sebagai warga Indonesia bangga dengan budaya Indonesia. Kalau negara lain saja bisa menyukai budaya kita, kenapa kita harus malu dengan budaya kita.


- Kota batik di Pekalongan, bukan Jogja, bukan Solo....- Slank

Sep 23, 2009

The Bear Writes a Blog


Beberapa hari belakangan, semasa liburan Lebaran ini, keseharian saya seperti layaknya seekor beruang. Setiap hari diisi dengan tidur dan makan, disellingi kegiatan yang (menurut banyak orang) tidak bermanfaat hehehehe....

Oleh karena itu beberapa hari belakangan ini status di Facebook saya berhubungan dengan beruang, dimulai dari Polar bear mode On, Grizzlie bear mode On, sampai ke Honey Bear mode On. Sebenarnya semua beruang memang memiliki masa hibernasi dimana mereka akan tidur dalam waktu yang cukup lama untuk menghemat energi mereka, jadi tidak masalah beruang mana yang saya pakai.



Awalnya saya pakai polar bear alias beruang kutub karena warnanya putih dan terlihat lebih lucu (saya kan lucu, jadi cocok dong hehehehe). Tapi kemudian ada yang protes, katanya saya lebih cocok seperti beruang madu karena hitam (uhhh!). Akhirnya saya ambil jalan tengah, mengganti menjadi beruang grizzly yang berwarna coklat. Setelah beberapa saat, kalau dipikir-pikir, beruang grizzly kan menyeramkan, biarpun coklat (seperti warna kulit saya) tapi grizzly besar dan menyeramkan. Sehingga pada akhirnya saya menurut dan memakai beruang madu yang berwarna hitam.

Lebih cocok manakah?

Sep 13, 2009

Lagi Lagi Soal Antri


Lagi lagi saya berurusan dengan orang yang tidak bisa mengantri dengan baik. Kejadiannya baru saja, tepatnya Sabtu 12 September 2009 di sebuah restoran yang menyajikan menu berbahan dasar ayam di Plasa Semanggi.

saat itu saya, Yanti dan Dios sedang menunggu waktu dimulainya pertunjukan film yang akan kami tonton (Final Destination - Red). Karena sudah dekat waktunya berbuka puasa, kami bergegas menempati tempat duduk di restoran itu sebelum terlalu ramai oleh pengunjung yang akan berbuka puasa. Kami secara bergantian memesan makanan agar tempat duduk kami tidak ditempati orang lain.

Saya dan Yanti kemudian mulai mengantri untuk memesan makanan. Antrian yang tidak terlalu panjang sebenarnya, hanya ada satu orang didepan kami berdua. Lalu kemudian datang 2 orang lagi dibelakang kami, dan seorang Ibu-ibu disebelah baris antrian. dari awal saya sudah mencium niat busuk ibu tersebut.

Benar saja. Segera setelah orang di depan kami beranjak pergi, si ibu dengan seenaknya hendak menyalip antrian. Ibu itu sepertinya ditegur oleh Yanti, saya sendiri terlalu sibuk memelototi ibu tersebut sehingga tidak mendengar apa yang dikatakan Yanti. Ibu itu berkata pada pramusaji restoran "Mas, air mineralnya berapa?" Mas pramusaji yang ditanya menjawab "Lima ribu lima ratus bu"

Saya kesal, sudah si ibu tidak tahu diri, si pramusaji malah meladeni, padahal dia tau kami sudah antri dari tadi. Saya dengan kesal berkata pada pramusaji tersebut "Mana managernya, saya mau bicara sama managernya." Yanti mencoba menenangkan saya sementara si pramusaji mulai berubah raut mukanya menjadi takut dan si ibu kurang ajar itu terus berusaha meyakinkan agar dia bisa dilayani lebih dulu dengan alasan hanya membeli sedikit dan cepat.

Saat saya hendak menanyakan dimana managernya kembali, si pramusaji berkata pada ibu kurang ajar itu "Maaf bu, Mba ini duluan" sambil menunjuk ke arah Yanti. Saya sudah kesal, dan meskipun si pramusaji berusaha melayani kami dengan baik, tapi saya tidak mau bicara lagi sama pramusaji bodoh itu. Saya membiarkan Yanti melakukan semua pesanan dan segala macam urusan dengan si pramusaji.

Kenapa sih orang Indonesia susah sekali mengantri? Kalaupun memang mau beli sedikit ya harus antri dong. Mau beli banyak atau sedikit semua harus antri. Orang-orang yang selalu memudahkan segala cara adalah orang yang bisa membuat negara ini hancur.

Oh, sepertinya kata-kata saya yang mencari manager restoran sangat berpengaruh pada si pramusaji bodoh. Kenapa? Dia dengan bodohnya tidak memasukkan satu pesanan kami ke dalam struk, dan salah memberikan nomor pada kami sehingga nomor yang kami pegang berbeda dengan nomor pesanan pada struk. Hal ini menyebabkan pesanan kami terlambat diantar dan sudah dingin saat tiba di meja kami. Restoran bodoh, pramusaji bodoh, dan ibu kurang ajar, lengkap sudah!

Aug 11, 2009

Hari yang membahalahkan


Hari yang membahalahkan?
Bingung ya?
Bahasa apa itu?
Itu bahasa yang saya ciptakan sendiri, dengan asal-asalan, yang penting mengandung dua kata yang saya maksud.

Hari yang membalahkan adalah hari yang melelahkan sekaligus membahagiakan. Iya, hari itu hari Rabu yang cerah. Saya berangkat sesuai waktu saya biasanya berangkat. Tapi karena tidak beruntung mendapatkan bis yang berjalan layaknya seekor siput, saya akhirnya sampai kantor terlambat. Sesampainya dikantor, langsung mengerjakan apa yang harus dikerjakan (sarapan pagi, menikmati teh manis panas, mendengarkan musik, dan sesekali memutar DVD konser Jason Mraz yang saya beli semalam sebelumnya). Semua dikerjakan dengan mengejar waktu, karena menurut pengumuman di hari sebelumnya, listrik di kantor akan dimatikan mulai pukul 10.00 sampai pukul 13.00.

Tunggu punya tunggu, listrik baru padam pukul 11.00 siang. Karena tidak bisa bekerja tanpa listrik yang menyalakan komputer, maka kami pergi ke luar kantor. Saya memanfaatkan waktu untuk pergi menemani Yanti mengurus SIM di Kalibata. Setelah ojek yang saya tumpangi sempat salah jalan, akhirnya saya tiba di tujuan setengah jam kemudian. Bertemu dengan Yanti, menunggu, makan siang, menunggu lagi, semua dilakukan di bawah teriknya sinar matahari. Setelah menunggu dan menunggu (dengan sabar tentunya…bukan si Sabar teman SMU lho, maksudnya dengan hati sabar….bukan hatinya si Sabar teman SMU juga lho….ah, sudahlah, pusing saya) akhirnya SIM yang dinanti diperoleh. Bergegas kami kembali ke kantor masing-masing.

Saya yang tergesa-gesa, memutuskan naik ojek dari kantor Yanti. Hamper mengalami kecelakaan karena pengemudinya mengendarai motor layaknya Valentino Rossi di sirkuit balap, saya tiba di kantor 10 menit dari saat menaiki ojek. Bergegas menuju ruangan, menanyakan keadaan, turun kembali ke bawah membeli kertas pembungkus kado, naik lagi ke lantai 6, membungkus kado untuk Yanti (dimarahi oleh Mba’ ku karena salah membungkus), menikmati segelas teh vanilla, bersiap pulang dan akhirnya pulang.

Tidak pulang juga, tapi menjemput Yanti lebih dulu. Rencana awal sih mau mengajak Yanti pergi entah kemana menghabiskan waktu sampai mendekati pergantian hari, baru kemudian memberikan kado yang sudah disiapkan. Tapi mengingat diri saya dan dirinya sudah terkuras energinya saat menunggu SIM, saya memutuskan untuk tidak mengajaknya pergi dan menyerahkan kadonya 4 jam sebelum pergantian hari. Kado yang diterima dengan senyuman yang paling manis yang pernah saya lihat. Setelahnya, kami pulang. Saya mampir ke warnet untuk mem-post tulisan-tulisan yang sudah menumpuk layaknya cucian. Setelah itu pulang ke rumah, mencuci muka, chatting sebentar dengan Yanti sampai saya tertidur karena lelahnya. Terbangun di 22 menit melewati pergantian hari, menelpon Yanti, mengucapkan selamat ulang tahun, membuka facebook, menulis pesan di wall Yanti, membuat beberapa komentar disana sini, lalu tertidur pulas.

Wuah, what a day. Lelah memang, tapi kalau melihat senyumannya sepertinya semua kelelahan hilang saat itu juga. Percaya atau tidak, saya sendiri juga terus tersenyum sepanjang malam….teringat senyum dirinya….saya mungkin tersenyum juga saat tertidur hehehehehehe…..

Aug 5, 2009

Biro Jodoh??


Selagi saya mulai menulis sebuah tulisan yang serupa dengan dua tulisan saya sebelumnya, saya terhenti dan terdiam. Sesaat kemudian saya tertawa sendiri. Saya geli bila memikirkannya..

Saya pernah membuat beberapa tulisan mengenai teman saya, orang yang saya kenal, yang masih sendiri (alias belum punya pacar). Berhubung saya senang berbagi, saya sangat ingin mereka yang saya kenal, teman-teman saya, yang masih sendiri, merasakan apa yang sedang saya rasakan, merasa sangat beruntung dan bahagia. Ya, merasa beruntung saya telah menemukan seseorang yang saya sayangi, dan juga menyayangi saya. Ya, bahagia karena hidup menjadi lebih berwarna dengan kehadirannya. Oleh karena itu saya sangat ingin teman-teman saya, orang yang saya kenal, yang masih sendiri, untuk dapat memiliki pasangan, maka terciptalah beberapa tulisan yang “mempromosikan” diri mereka.

“Promosi” disini bukan berarti saya bermaksud menjual atau menyewakan mereka, sama sekali tidak ada maksud seperti itu. Tidak ada juga niat saya merendahkan atau mengejek mereka, lihat saja isi tulisan saya, tidak ada yang menjelek-jelekkan. Tidak untuk membuat malu, karena tulisan dibuat setelah disetujui yang bersangkutan. Tujuannya hanyalah mendeskripsikan hal-hal baik mengenai yang bersangkutan.

Lalu kenapa saya tertawa?
Saya tertawa karena geli. Geli kalau memikirkan betapa saya melakukannya dengan serius. Saya benar-benar serius saat menulis deskripsi tentang mereka. Geli karena saya dengan serius ingin mereka bahagia bertemu dengan (mungkin) jodoh mereka. Geli karena saya merasa diri saya seperti apa yang orang sebut sebagai “mak comblang”. Geli karena setelah dilihat beberapa kali, rumah saya seperti sebuah biro jodoh online. Geli karena sebenarnya aktifitas “mak comblang” pernah beberapa kali saya lakukan sebelum ini…dan hasilnya memuaskan. Bukan dalam hal finansial, tapi lebih dari berhasilnya beberapa pasangan berjodoh karena ulah saya mempromosikan orang lain.

Hahahahaha….tuh kan, saya tertawa lagi :P

Aug 4, 2009

Influence


Yanti pernah bertanya pada saya, jenis musik apakah yang didengar oleh mereka yang pernah mengisi hati saya (ex-girlfriend), dan apakah ada yang mempengaruhi selera saya dalam mendengar musik. Saya menjawab, karena pada dasarnya saya mendengarkan hampir semua jenis musik maka tidak ada yang terlalu membawa pengaruh besar pada selera musik saya. Dan setelah dipikir-pikir lagi, memang yang memberi pengaruh pada selera saya bukanlah mereka yang pernah mengisi hati saya.

Waktu kecil, musik yang saya dengarkan adalah lagu anak-anak, dan juga soundtrack dari film-film kegemaran saya. Sebut saja lagu pembuka dari film Lion Maru, Megaloman, Getter Robo, Zabogar, Voltus, Goggle Five, Gaban, Sarivan, Saider, dan banyak film anak lainnya. Saya bahkan punya kaset lagu-lagu dari film tersebut.

Saya kemudian berkenalan dengan musik-musik lain dari kakak sepupu saya. Ia mengenalkan saya pada Michael Jackson, Tommy Page, Frente, Neri Per Caso, The Cranberries, Stryper, musik reggae, Jazz, musik hip-hop dan rap. Ia juga mengenalkan saya pada The Police, U2, Yes, DreamTheatre, Toto, Metallica, Suede, Porno For Pyros, Mighty-Mighty Bosstones, R.E.M, Bjork, Sade, Smashing Pumpkins, dan masih banyak lagi.

Dari kakak saya, saya berkenalan dengan banyak musik lokal seperti Slank, Dewa 19, KLA Project, Nike Ardilla, dan banyak lagi. Dari dirinya juga saya mengenal boy-band pertama yaitu New Kids On The Block. Kakak saya adalah penggemar berat dari kwintet Danny, Donnie, Jordan, Jonathan dan Joey ini.

Oh, hampir lupa, saya juga terpengaruh oleh koleksi kaset Papa saya yang banyaak. Darinya saya mengenal ABBA, The Beeges, The Beatles, Lobo, Nana Miskouri (ini bener gak yah?), Simon and Garfunkel, The Everly Brothers, The Carpenters, dan masih banyak lagi.

Teman-teman sekolah saya mengenalkan saya pada Iwa K, Ramones, Sex Pistols, Green Day, Ugly Kid Joe, Oasis, Blur, Space, Netral, dan banyak lainnya. Dari teman kuliah, saya mengenal Morissey, The Cardigans, Coldplay, The Rasmus, Placebo, dan banyak lagi.

Dari TV, saya mengenal dan menyukai Jewel, No Doubt, Britney Spears, Spice Girls, Hanson, The Moffatts, Lene Marlin, /rif, Avril Lavigne, Sarah McLachlan, Alanis Morissette, Aerosmith, Maroon 5, Rihanna, James Blunt, Mika, Alicia Keys, t.a.T.u, Kings of Convenience, Sheila on 7, Padi, Peterpan, dan lain-lain.

Dari sepupu saya Andre, saya mengenal musik-musik Jepang seperti Do As Infinity, L’arc en Ciel, Day After Tomorrow, Glay, dan dari dia pula saya menyukai Mocca. Dari adik angkat saya, Iwan, saya mengenal My Chemical Romance, Fall Out Boys, Story of the Year, dan band-band beraliran keras lainnya. Dari Rio saya mengenal band yang bahkan lebih keras lagi, seperti Straightout, dan lain-lain.

Intinya selera musik saya tidak pernah terpengaruh oleh ex-girlfriend. Selera musik mereka kebetulan sudah saya kenal dan sukai sebelum bertemu mereka. Saya memang kemudian menyukai Jason Mraz, Led Zepellin dan Endah-Rhesa dari Yanti, tapi Yanti kan bukan ex-girlfriend saya..hehehehehehe…..

---- Let the music heal your soul – Bravo All Stars ----

Aug 2, 2009

How Does It Feels Like To Have A Celebrity As Your Couple?


Ada yang pernah merasakan punya pasangan/teman seorang selebritis? Tidak perlu seorang aktris atau aktor, bisa siapa saja yang dikenal orang banyak, memiliki penggemar, dan dicintai oleh banyak orang. Atau mungkin anda sendiri adalah seorang selebritis? Atau mantan selebritis yang sekarang tidak laku? (hehehehehe)

Bagaimana rasanya jadi seseorang yang kenal dekat dengan selebriti? Menyenangkankah untuk anda? Atau mungkin pertanyaannya adalah, maukah anda mempunyai pasangan hidup seorang selebriti?

Banyak yang menghindari memiliki pasangan hidup seorang selebriti, hal ini khususnya aktor dan aktris. Alasan mereka adalah seorang selebriti terlalu sibuk bekerja sehingga tidak ada waktu untuk pasangannya. Terbayang tidak kalau anda harus tidak bertemu hanya karena dirinya sibuk bekerja? Kesalkah anda? Bagaimana jika sibuknya bukan karena kerja? Bagaimana jika waktunya dipergunakan untuk bersenang-senang tanpa diri anda? Apa rasanya jika seharian dia tidak menghubungi anda?

Kemudian, katanya selebriti sangat dekat dengan dunia malam dan hal-hal negatif didalamnya seperti alkohol dan narkoba. Tidak usah dijabarkan, anda pasti tahu sendiri kan resikonya kalau berurusan dengan hal-hal tersebut? Bagaimana jika pasangan anda ditangkap oleh pihak yang berwajib? Atau bagaimana jika ia meninggal karena over dosis?

Selebriti juga katanya sangat berpotensi berselingkuh karena dikelilingi dan dikejar-kejar oleh banyak lawan jenis. Beberapa diantaranya bersedia melakukan apa saja untuk mendapatkan perhatian dan mungkin cinta dari sang idola, jika perlu selalu mengikuti kemanapun dirinya pergi, atau apapun yang dilakukannya. Lihat saja tayangan infotainment, banyak kan selebriti yang selingkuh? Kalau anda jadi pasangan selebriti seperti itu bagaimana? Anda terima pasangan anda dicintai orang lain? Kesal? Cemburu? Atau apa? Bagaimana jika suatu saat pasangan anda benar-benar berselingkuh dengan orang lain? Tidak ada yang tahu pasti tentang masa depan bukan?

Selanjutnya, selebriti tidak memiliki privasi karena akan selalu dikejar media. Terbayang tidak saat anda sedang menikmati waktu berdua dengan pasangan anda, tiba-tiba puluhan orang datang dan mulai mengambil foto anda berdua? Sedang menikmati makan malam tiba-tiba disodorkan perekam suara dan mikrofon ke wajah anda dan menanyakan banyak hal pada anda berdua?

Jadi, apakah benar memiliki pasangan hidup seorang selebriti seburuk yang diperkirakan orang?

Mungkin Ya, mungkin Tidak. Pastinya sih butuh kesabaran tingkat tinggi jika kita ingin berhubungan dengan seorang selebriti. Dengan sabar menerima semua hal yang mungkin tidak mengenakkan bagi anda.

-untung Yanti bukan selebriti….setidaknya belum hehehehehe-

Aug 1, 2009

Wierd Thing...


Aneh…

Ada kejadian yang buat saya aneh. Mungkin seorang sarjana komputer atau seseorang yang mengerti tentang gelombang radio yang mungkin bisa menjelaskan apa yang terjadi.

Di kantor, saya menggunakan PC Acer Aspiredengan spesifikasi yang lumayan. Monitor yang saya pakai adalah Acer X193w, sebuah monitor LCD layar lebar. PC tersebut dilengkapi dengan sepasang speaker standar. Suara yang dihasilkan untuk mendengar musik tentu tidak maksimal, tetapi lumayanlah untuk sekedar bernyanyi kecil saat bekerja. Karena keterbatasan ruang (mungkin), PC-nya diletakkan diatas meja, bersebelahan dengan monitor, dan speaker ada di samping monitor.

Saya set volume pada volume control PC ke semua maksimum. Volume pada program pemutar file musik juga di set pada posisi maksimum, sehingga kendali volume ada pada tombol pengatur volume pada speaker. Jika sedang ada rapat, volume speaker saya kecilkan, tapi tidak mematikan speaker, sehingga kadang sayup terdengar suara musik, dan seringkali menangkap sinyal handphone sehingga mengeluarkan suara khas sinyal handphone.

Yang sedikit aneh adalah, beberapa kali, saat saya mengecilkan volume speaker, suara yang keluar dari speaker tetap terdengar, dan suara yang keluar itu bukanlah suara dari PC. Tadinya saya pikir suara itu adalah suara sayup-sayup dari musik yang saya putar. Tapi saat saya dengarkan dengan seksama, mendekatkan speaker yang sedang ber-volume rendah ke telinga saya, apa yang saya dengar sedikit mengejutkan saya. Suara volume rendah yang terdengar adalah suara siaran sebuah stasiun radio.

Kenapa sampai bisa mengeluarkan suara radio saat volumenya minimum? Entahlah. Mungkin karena gelombang radionya tertangkap oleh PC, atau karena hal lain yang sifatnya teknis, yang saya tidak mengerti. Suara siaran radio itu tidak terdengar lagi saat volume dinaikkan.

Buat yang mengerti, bisa jelaskan pada saya kenapa seperti itu? Sebelum dan sesudahnya saya ucapkan terima kasih.