Apr 5, 2009

Pe eR Quw...Part two

Setelah beberapa waktu lalu "Bu Guru" Quino memberikan Pe-eR postingan pemakaman adat Toraja, seorang teman saya kemudian memberikan saya Pe-eR juga. Pe-eR kali ini tentang pernikahan adat Toraja.

Saya sebenarnya tidak pernah menghadiri pernikahan yang benar-benar memakai adat Toraja. Kebanyakan adalah pernikahan modern dengan beberapa elemen adat Toraja di dalam pestanya. Akhirnya, lagi-lagi, saya membuat post ini berdasarkan pengetahuan saya yang minim.

Sebelumnya, untuk tahu lebih detail tentang pernikahan adat yang benar-benar sepenuhnya adat, silahkan klik disini.

Seperti pada pesta pernikahan umumnya, pada pernikahan Toraja (yang biasanya saya hadiri, campuran modern dan adat) pasangan pengantin memasuki ruangan pesta diiringi oleh musik adat yang dimainkan dengan gendang. Ada karpet merah yang dilalui pengantin dan pengiringnya (serasa movie star euy, red carpet :P). Di depan barisan pengantin dan pengiring, ada beberapa penari yang mengantar sampai pelaminan. Penari-penari ini kemudian akan menari di depan pasangan pengantin setelah mereka duduk di pelaminan. Tamu yang menghadiri resepsi biasanya akan menyelipkan uang (seperti saweran) di hiasan kepala para penari, dan jika mau kepada para penabuh gendang juga. Setelah tari-tarian selesai, acaranya kembali seperti pesta pernikahan biasa. Makan, foto-foto, salaman, dsb.

Jadi, ya seperti itu pernikahan yang saya ketahui. Sedikit memang, tapi mudah-mudahan bisa memuaskan keingin-tahuan teman saya.

-Dahulu ada dua, kini menjadi satu-

6 comments:

Ariyanti Danurtiyas said...

Emangnya siapa temen lo yg ngasih pe-er De?
Hehehehe...!!!

Ariyanti Danurtiyas said...

Btw De, mo nanya boleh ya...

Kalo gak salah masyarakat Toraja juga dibedakan berdasarkan status sosial. Status sosialnya dibedakan berdasarkan apa? Apakah berdasarkan keturunan (ningrat/tidak ningrat), berdasarkan kelas ekonomi, berdasarkan tingkat pendidikan, atau berdasarkan hal lain?

Lalu apakah ada ketentuan bahwa seseorang yang berada dalam status sosial tertentu diharuskan menikah dengan pasangan dari status sosial yg sama? Kalau jawabannya iya, apa yg terjadi kalau pasangannya ternyata berasal dari status sosial yg berbeda?

Itu dulu ya De, gw mikir2 dulu mau nanya apa lagi... Hehehe...

Thank you bro...

Quinie said...

gua juga mo nanya.
gimana tentang maharnya atau seserahannya, dan dari pihak siapa yang memberi?

btw, postingannya ada gambarnya dong.. biar seru... wiki ajah ada :p
huahahaha...

@ Ari : ode kayanya kita angkat jadi blogger duta budaya, setuju?!

Arnold Linting said...

hmmm....

Statusnya dibedain berdasar keturunan bangsawan atau engga...trus kalau masalah menikah dengan status yang beda, sama dengan suku lain sebenarnya pihak keluarga pasti maunya statusnya sama, tapi kalaupun engga kemungkinan jangan yang bedanya jauh banget....

@ Quin : Seserahan? belom pernah ke acara seserahannya Toraja tuh...tapi mungkin pihak cowo ya yang seserahan...Fotonya? wah..adanya yang non-digital,blm di scan :P

Ariyanti Danurtiyas said...

@Ode: Berarti Ode kudu bikin Tongkonan (bener gak sih namanya?) sendiri dulu, baru bisa bebas dari Pondok Mertua Indah ya De? Bwahahaha...!!!
Jangan lupa, kandang babi & kebonya yg bagus, pake dekorasi :P

@Quin: Blogger Duta Budaya... Kayak sejenis miss universe gitu dong :P
*Hhmmm... ngebayangin Ode melambai kayak miss universe.... BWAHAHAHA!!!

Arnold Linting said...

Yeah Rite :P