May 5, 2009

PUSH


Push

Sebenarnya, post ini sudah saya buat tiga hari setelah menonton film ini. Berdasarkan berbagai macam pertimbangan, saya menunda untuk menerbitkannya. Akhirnya post ini terbengkalai di dalam flashdisk. So, here it goes……

Apakah anda seorang penggemar film Superhero? Jika jawabannya iya, apakah anda menggemari tokoh Superhero berkostum seperti Superman, Spiderman, Hulk, dan sebagainya? Ataukah anda menggemari tokoh yang berpenampilan manusia biasa tetapi memiliki kekuatan super seperti pada serial Heroes?

Jika anda penggemar Superhero berkostum, maka bersiap untuk kecewa jika menonton film ini. Tokoh di dalam film ini memiliki kekuatan super, tetapi mereka berpenampilan biasa tanpa kostum, layaknya tokoh-tokoh dalam serial Heroes. Tapi, anda yang menggemari Heroes juga harus bersiap kecewa menonton film ini jika anda berharap ceritanya akan serumit serial kesayangan anda.

Dalam film ini, dikisahkan saat jaman Nazi, dibentuklah sebuah organisasi bernama Division, yang bertujuan menciptakan manusia dengan kemampuan super dengan rekayasa genetik (mirip dengan serial Heroes, dimana semua kekuatan berawal dari rekayasa genetik) untuk digunakan dalam perang. Dari Division ini lahirlah orang-orang dengan kemampuan berbeda-beda. Seorang Mover adalah orang yang mempunyai kemampuan telekinesis (menggerakkan benda tanpa menyentuhnya). Seorang Pusher adalah orang dengan kemampuan mempengaruhi pikiran orang lain dan mengendalikan orang lain dengan pikirannya. Seorang Watcher adalah orang dengan kemampuan melihat kejadian masa depan. Seorang Sniff adalah seseorang yang dapat mengetahui kejadian di masa lalu atau mencari sesuatu dengan mengendus benda tersebut. Seorang Snitch adalah orang yang bisa menyembuhkan atau merusak tubuh manusia hanya dengan menyentuhnya. Seorang Bleeder adalah orang dengan kemampuan membunuh dan menghancurkan benda menggunakan teriakannya yang keras. Seorang Shifter adalah orang yang mampu merubah bentuk sebuah benda selama beberapa saat. Seorang Shadow adalah orang dengan kemampuan menyembunyikan apapun dari penciuman seorang Sniff. Sebenarnya ada satu kemampuan lagi, yaitu menghapus memori seseorang, tetapi saya lupa julukan yang diberikan (Ari udah ingat belum? Apa kita nonton lagi Ri?).

Setelah perang selesai, Division tetap berdiri, dan saat ini sedang melakukan penelitian untuk dapat meningkatkan kemampuan orang-orang yang memiliki kekuatan super. Division mengejar seorang Pusher, diperankan oleh Camilla Belle, yang melarikan diri dari Division dengan tas yang berisi sesuatu yang dapat menghancurkan Division. Pada saat yang sama, seorang Mover yang diperankan oleh Chris Evans dan seorang Watcher yang diperankan oleh Dakota Fanning juga mencari gadis tersebut, yang berhubungan dengan ramalan-ramalan yang didapat. Ada lagi sebuah keluarga yang terdiri dari seorang watcher dan 3 orang Bleeder, mereka juga mencari Pusher tersebut. Bagaimana akhir film ini? Apakah Division berhasil mendapatkan gadis itu? Ataukah Chris Evans dan Dakota Fanning yang berhasil? Dapatkah mereka menggagalkan dan menghancurkan Division? Silahkan anda saksikan sendiri.

Seperti sudah saya sebutkan diatas, bagi penggemar Heroes yang berharap film ini akan mirip dengan Heroes harus bersiap-siap untuk kecewa. Film ini terasa biasa saja, tidak seperti Heroes yang jalan ceritanya banyak twist dan selalu membuat penasaran. Mungkin kelebihan atau daya jual film ini ada pada Chris Evans dan Dakota Fanning. Evans, sang Human Torch dalam Fantastic Four, memiliki fans wanita yang cukup banyak jumlahnya. Sementara Fanning, siapa movie freak yang tidak kenal gadis cilik yang sekarang memasuki usia remaja ini? Kualitas akting Fanning sudah tidak diragukan lagi, bahkan mendapat pujian dari rekan aktor yang lebih senior. Tapi dalam film ini, akting Fanning tidak maksimal. Pengaruh bobot cerita yang terlalu ringan? Sangat dimungkinkan.

Anda masih berminat menonton film ini? Silahkan saja. Adegan aksinya cukup banyak, dan diselingi humor-humor yang menggelitik. Sebagai hiburan, film ini bisa dijadikan tontonan. Tapi buat yang Movie Freak, saya rasa film ini biasa-biasa saja. Saya sendiri masih bisa tersenyum keluar bioskop bukan karena film-nya awesome, tapi lebih karena partner nonton saya yang awesome. 

1 comment:

Ariyanti Danurtiyas said...

Buat gw, film ini gak recommended :P