Jul 5, 2009

Nonton Ice Age 3D


Nonton Ice Age 3D

Kamis siang, setelah mendengar bahwa film Ice Age 3: Dawn of the Dinosaur sudah beredar dari hari rabunya, saya tiba-tiba ingin menonton film itu. Bulan ini memang sepertinya pecinta film dimanjakan dengan banyaknya film musim panas (summer movies) dari Hollywood yang dirilis. Setelah sebelumnya berturut-turut merilis Terminator 4, Star Trek dan Transformers 2, kini giliran Ice Age 3. Berikutnya masih banyak film yang mengantri, menunggu jadwal rilis seperti Harry Potter and the Half Blood Prince, Public Enemies, 2012, dan judul-judul lainnya.

Kembali ke hari kamis siang itu, saya menanyakan Yanti apakah mau menonton film Ice Age juga. Ternyata Yanti mau (dooh, sudah tahu sebenarnya, tapi ditanya lagi untuk memastikan hehehehe), jadi kami berencana menonton di malam harinya sepulang kerja, karena kalau Jum’at Yanti tidak bisa. Ketika Yanti mengusulkan menonton di Blitz Megaplex, saya mengiyakan, berhubung masih di awal bulan jadi masih bisa mengiyakan, dan lagi ada sesuatu yang menarik yang membuat saya juga mengiyakan (hehehehe). Kamipun janjian bertemu di Blitz dan kembali berkutat dengan pekerjaan masing-masing.

Pulang kerja, saya dengan santai (mengingat saya pulang 1 jam lebih awal daripada Yanti) pergi menuju Grand Indonesia. Sempat terpikir jalan kaki karena jaraknya yang tidak terlalu jauh dan masih bisa ditempuh dengan berjalan kaki, tapi akhirnya saya memutuskan untuk naik metro mini saja, mumpung kosong pikir saya. Tapi di pertengahan jalan ternyata banyak sekali yang naik, sampai-sampai saya yang duduk bisa terjepit oleh mereka yang berdiri (aneh kan? Ya memang begitu kejadiannya hehehe). Akhirnya, setelah beberapa menit terjepit, saya tiba di Grand Indonesia, dan langsung meluncur ke 2 tempat tujuan, toilet dan Blitz .

Seperti biasa, tempat menunggunya adalah smoking lounge. Saya tiba tepat pada saat Yanti justru baru mau berangkat. Karena masih agak lama, saya membeli minum, melihat-lihat trailer film dan berkutat dengan Facebook. Sekitar satu jam kemudian Yanti datang, dan kami masih harus menunggu selama sekitar 1 jam lagi. Yanti memberitahu saya bahwa filmnya dalam format 3-D, another surprise (hehehehe). Rupanya animo masyarakat terhadap film ini cukup tinggi, karena setelah ritual ke toilet dan membeli cemilan plus minuman, kami terpaksa menunggu hingga antrian memasuki ruangan auditorium agak sepi.

Setelah berfoto sambil mengenakan kacamata yang dibagikan, filmnya dimulai. Untuk review filmnya silakan klik disini. Komentar pertama yang keluar dari Yanti adalah “No Subtitle?” Iyalah, mungkin agak bingung juga kalau gambar yang kita lihat 3 Dimensi tapi ada teksnya, makanya tidak ada subtitlenya. Mudah-mudahan anak-anak kecil yang menonton malam itu bisa mengerti jalan ceritanya hanya dengan mendengar suara dalam bahasa inggris dan melihat gambarnya. Sepanjang film, saya tidak henti-hentinya tertawa (dan mengunyah tentunya, hehehehe). Filmnya sangat lucu, saya sampai capek tertawa terus. Tampaknya seisi ruang pertunjukan juga capek tertawa. Gambar animasinya sangat bagus, ditambah lagi format 3-dimensinya, menambah bagus animasi yang sudah bagus. Saya jadi teringat, terakhir kali saya melihat film 3-dimensi adalah waktu saya kecil di Teater Keong Emas, Taman Mini Indonesia Indah. Lama sekali? Iya, memang sudah selama itu saya tidak menonton film 3-dimensi. Sensasinya masih sama, menyenangkan, menakjubkan, dan membuat saya sedikit pusing karena saya harus menatap gambar baik-baik dalam waktu yang lama.

Malam yang menyenangkan, malam yang selalu membuat saya berharap……yah, biar saya saja yang tahu harapan saya sendiri hehehehe .

4 comments:

Ariyanti said...

aku belum pernah nonton yg di keong mas dulu, hehe.... btw, apa harapannya? :)

Arnold Linting said...

ada deh

kenyo said...

saya juga udah nonton mas yang 3D, seru dinosaurusnya bisa keluar.... salam kenal... btw kerja dimana?

Arnold Linting said...

@KEnyo : hehehehe....saya kerja di petamburan...kenapa?