Jul 1, 2009

Only Human


Oh Me….

Tidak semua manusia terlahir sempurna. Beberapa terlahirkan dengan kekurangan, baik secara fisik maupun non fisik. Ada yang terlahir dengan mata yang cacat, ada yang terlahir dengan telinga yang cacat, hidung yang cacat, terlahir dengan bentuk kepala yang tidak sesuai, dan lain sebagainya. Ada yang terlahir dari keluarga yang miskin, hidup berkesusahan, terlahir sebagai anak haram, hasil hubungan diluar nikah, dan lain sebagainya. Tetapi walaupun mereka terlahir dengan kekurangan, tidak akan merubah kenyataan bahwa mereka tetaplah manusia, mahluk Tuhan.

Saya bisa dikatakan terlahir sempurna. Kedua mata saya berfungsi dengan baik, dapat melihat dengan jelas. Kedua telinga saya dapat mendengar suara-suara dengan baik. Hidung saya dapat mencium bermacam bau dengan baik. Lidah saya mampu mengecap rasa dengan baik, mampu membedakan satu rasa dengan yang lainnnya. Saya diberikan pita suara yang baik, yang membuat saya bisa berbicara dan bernyanyi, mengeluarkan suara untuk berkomunikasi. Kulit saya bisa merasakan sentuhan, halus atau kasarnya permukaan sebuah benda. Semua organ tubuh saya berfungsi normal, dan saya bersyukur akan hal itu, berkat yang luar biasa.

Tetapi apa yang terjadi? Mata saya yang biasanya tajam, tidak pernah memakai alat bantu, kini berkurang ketajamannya, karena diri saya yang menggunakan kedua mata ini dengan sembrono, tidak mampu menjaganya. Telinga saya yang dulu mampu mendengar suara dari kejauhan, kini mengalami kesulitan untuk mendengarkan sesuatu dari jarak dekat, terutama jika suaranya kecil. Karena saya tidak berhati-hati, saya seringkali tidak menghindari tempat bising yang mampu merusak pendengaran saya. Hidung saya, yang dulu mampu mengendus bebauan dari jarak jauh, kini berkurang kemampuannya, karena saya tidak menghindari bau tidak sedap, yang bisa mengurangi kemampuan indera penciuman saya. Maafkan saya, yang tidak menjaga pemberian-Mu.

Saya tetap bersyukur, karena walaupun kemampuannya berkurang, saya tetap memiliki semua indera saya. Begitu banyak yang kehilangan indera mereka dan mereka tetap bersyukur atas kehidupan mereka, maka sudah sepatutnya saya bersyukur.

-Because we’re only human, oh yes we are..- (Jason Mraz-Only Human)

7 comments:

buwel said...

siiiiipppp pencerahannya......moga kita bisa selalu bersyukur ya...amiiin

Quinie said...

sipppp apapun keadaannya bersyukura ajah lah :)

Ariyanti said...

Weeeeww... Kamu bijak sekalii :)

ANDRE said...

wah ngomongin gue toh
"cacat kuping"
wkwkwkwk

Ariyanti said...

Dear Nod, kamu dapet award dari aku, diambil ya :)

natazya said...

and for being only human, born to make mistake

ahay... smoga ga slalu saja dijadikan pembenaran :p

Arnold Linting said...

@ Buwel :amiin...agak susah juga lho dipraktekin :P

@ Quin : Iya lah, harus itu :P

@ Tea : kayanya di kantor kesetrum parah sebelum nulis ini, jadinya yaah....hehehehehe

@ Andre : wahahaha...sama sekali ga ngomongin seseorang secara langsung, semuanya generally speaking bro

@ Tea : oh ya? ok, meluncurr

@ Taz : maksudnya dijadikan pembenaran? kesalahan mah dijadiin pelajaran dong :)