Jun 11, 2009

Grande for Nothing


Jumat ini, saya dan Yanti berencana menonton film terbaru Ben Stiller, Night at the Museum 2: Battle of the Smithsonian di sebuah bioskop di daerah Jakarta Selatan. Sebelum kesana, kami mampir ke Subtitle untuk mengembalikan film dan menyewa 3 film lainnya. Dari Subtitle kami langsung menuju bioskop dengan kemungkinan masih sempat menonton di jam pertunjukan jam 8 kurang. Kami tiba sekitar jam setengah delapan (ga tau tepatnya, cuma kira-kira aja, saya ga pakai jam dan ga melihat jam di handphone juga). Setelah menunggu lift yang menurut saya berjalan lamban (mungkin dari jaman batu, lebih lamban daripada lift tua di kantor) kami pun sampai di bioskop.

Saat hendak membeli tiket, kami kelewat jam pertunjukan selama 15 menit. Sempat ditawarkan untuk membeli tiket jam tersebut, tapi sudah pasti saya menolak (doh, apa enaknya nonton tidak dari awal?). Ketika kami (Yanti sih yang ngomong) mengatakan hendak membeli tiket untuk pertunjukan jam 10, penjaga loket mengatakan "2 orang ga bisa, minimal 4 orang." Dalam hati saya berkata "What the F$%K!!" Maksudnya apa? Saat itu juga saya tidak bisa menerima pelayanan yang seperti ini. Saya sampai menanyakan kembali apa ada aturan seperti itu? Jawab penjaga loket "Yang diatas mintanya minimal 4 orang mas." Yang dimaksud yang diatas itu siapa? Tuhan? Tuhan yang meminta kami untuk membeli minimal 4 tiket? Jawaban yang konyol, karena saya tidak pernah menemui ada bioskop yang membatalkan jam pertunjukan hanya karena penontonnya 2 orang. Saya pernah menjadi orang pertama membeli tiket untuk film yang kurang populer, di bioskop yang lumayan sepi, tapi tidak ada perlakuan seperti ini, penjaga tiketnya saat itu dengan senang hati menerima saya membeli 1 (SATU) tiket.

Kesal, kami memutuskan untuk mengisi perut dulu sambil nanti kembali mencoba membeli setelah agak malam. Sekembalinya dari makan, aula bioskop lebih sepi daripada saat pertama kami tiba. Tebak apa kata penjaga loket saat kami menanyakan apakah kami boleh beli tiket untuk 2 orang? "Minimal 6 (ENAM) orang, ga bisa 2." Keterlaluan!! Tadi bilangnya minimal 4, sekarang 6, maunya apa sih bioskop ini?? Saya kelewat kesal dan langsung beranjak meninggalkan tempat itu sambil terus mengeluarkan kata-kata favorit saya seperti F*&K IT! F&%K THEM!

Saat menunggu lift yang super lamban, dari arah belakang seorang petugas security memanggil kami. Dia mengatakan sudah boleh membeli 2 tiket. Dari kejauhan saya melihat ada 2 orang di loket saat itu, pikir saya mungkin karena 2 orang itu kuotanya sudah terpenuhi. Akhirnya kami membeli tiket dan menonton.

Filmnya cukup menghibur, masih lebih baik yang pertama ketimbang yang kedua ini, tapi tetap lucu. Dan coba tebak berapa orang yang menonton? 5 (LIMA) orang!! Awalnya kami kesana karena rekomendasinya mengatakan tempatnya nyaman dan sepi. Dengan sepinya bioskop, maka kemungkinan bertemu orang norak yang berisik di bioskop semakin kecil, makanya kami kesana, sekalian cari suasana baru. Tapi kalau pelayanannya seperti itu, kalau sistem yang diterapkan seperti itu, maminta kuota, maka sebaiknya siapapun harus berpikir ulang menonton disana. Soalnya, tempatnya benar-benar sepi!

So much for GRANDE

3 comments:

Ariyanti Danurtiyas said...

Catatan kalo mau nonton di MPX Grande, harus rame2 kalo gak mau ditolak, hehe...

Arnold Linting said...

Iya betull.... :D-

malah kamu yang me-reveal lokasinya hehehehe

Ariyanti Danurtiyas said...

Gapapa ah :P