Jun 1, 2009

Patience


Patience

Patience, bahasa Inggris untuk kesabaran, sesuatu yang pasti dimiliki setiap orang dengan tingkat yang berbeda-beda. Ada yang tingkat kesabarannya tinggi, ada pula yang tingkat kesabarannya rendah. Yang manakah anda? Anda sendiri yang bisa menilai tingkat kesabaran anda, dan juga beberapa orang yang mengenal anda dengan baik.

Pernahkah anda mengantri selama berjam-jam tanpa harus kesal, marah, atau apapun yang mengikuti emosi negatif anda? Atau pernahkah anda saat sedang mengantri anda melihat orang lain yang tidak mematuhi aturan mengantri yang baik dan benar? Apakah anda marah? Kesal? Atau anda hanya diam saja tanpa perubahan emosi sama sekali dan tetap mengantri dengan baik?

Saya pribadi bukan orang yang memiliki kesabaran tinggi jika sedang mengantri. Jika waktu mengantri saya rasakan sudah diluar batas normal (alias berjalan lamban), saya biasanya kehilangan kesabaran dan mulai gelisah mencari tahu apa penyebab lambannya antrian bergerak. Jika sudah menemukan kesalahan antrian tersebut, saya biasanya menggerutu, memarah-marahi pihak yang bersangkutan, bahkan mungkin akan meninggalkan antrian dan tidak pernah mengantri di tempat yang sama lagi.

Lalu apakah saya bukan seseorang yang memiliki kesabaran yang tinggi? Saya sempat merasa bahwa saya termasuk orang yang tidak sabaran. Tapi setelah banyak sekali yang mengatakan bahwa saya orang yang sangat sabar, seseorang yang walaupun ditindas masih tetap bisa tersenyum dan menertawakan penderitaannya, saya mulai merasa tingkat kesabaran saya tidak rendah-rendah amat. Saya bisa menunggu orang lain sampai berjam-jam tanpa harus merasa kesal dan marah-marah kepada orang yang saya tunggu, padahal kalau keadaannya dibalik, seringkali saya dimarahi karena keterlambatan saya. Karena rasa tidak enak jika membuat orang lain kesal dan marah, ditambah tidak enaknya jika harus kesal saat menunggu orang lain, saya kemudian memilih untuk selalu berusaha tiba lebih awal pada setiap janji yang saya buat. Dengan saya tiba lebih awal, tidak akan ada lagi yang marah dan kesal.

Kembali berbicara tentang kesabaran. Kesabaran biasanya selalu berhubungan dengan kegiatan menunggu. Menunggu kendaraan umum untuk dinaiki di pinggir jalan. Menunggu menu pesanan makanan dan minuman di restoran. Menunggu tanggal gajian, tanggal-tanggal istimewa, dan kegiatan menunggu lainnya. Bahkan tanpa disadari, kita semua sedang menunggu kematian. Lalu apakah anda bisa bersabar dengan semua kegiatan menunggu anda? Ataukah anda lambat laun akan merasa tertekan ketika semua hal yang anda tunggu dalam hidup anda tidak kunjung datang? Banyak sekali yang tidak sabar menunggu kendaraan umum dipinggir jalan, sehingga memutuskan menaiki kendaraan lain yang ongkosnya lebih mahal. Tidak sabar menunggu makanan dan minuman disajikan sehingga marah-marah dan kemudian kehilangan selera makan. Tidak sabar menunggu jodoh sehingga pada usia tertentu saat belum juga menemukan jodohnya orang tersebut mengalami tekanan yang besar (dari diri sendiri atau dari orang lain yang menanyakan “kapan nikah”) dan kemudian jika sangat parah menjadi penghuni rumah sakit jiwa.

Tidak mudah untuk bisa bersabar. Tapi percayalah, jika anda bersabar, sesuatu yang lebih baik akan datang untuk anda, sesuatu yang lebih baik dari apa yang anda dapatkan saat anda tidak bersabar. Karena dengan kesabaran ada pengharapan, dan dengan adanya harapan maka ada kehidupan. Saya sendiri berusaha keras untuk bisa bersabar di semua aspek kehidupan saya. Saya masih sering gagal, tapi setidaknya saya berusaha menghidupkan pengharapan, untuk sesuatu yang lebih baik.

Dan saya akan bersabar menunggu kamu 

“I’ll wait for you, I promise you…I will” (Lucky – Jason Mraz feat. Colbie Caillat)

2 comments:

Ariyanti Danurtiyas said...

Tulisannya bagus banget Nod :)

Arnold Linting said...

Iyalah... :P-